Angka Kematian Ibu di RI Tinggi, Bumil Wajib Tahu Pemicunya

Selamat datang Steecy di Portal Ini!

Jakarta – Angka Kematian Ibu di RI Tinggi, Bumil Wajib Tahu Pemicunya

Dokter Kandungan Dr. Chamim Shobari Singoprawiro, SpOG(K) menyoroti tingginya angka kematian ibu (AKI) di Indonesia. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2020, angka kematian ibu mencapai 189 per 100.000 kelahiran. Waspadai Hipertensi pada Anak, Ini Faktor Risikonya

Kematian ibu adalah kematian seorang perempuan selama kehamilan atau kematian dalam waktu 42 hari setelah aborsi, tanpa memandang lama kehamilan dan tempat persalinan. Dr Chami mengatakan hipertensi, darah, dan penyakit merupakan “penyumbang” angka kematian perempuan di Indonesia.

“Karena tekanan darah pertama, sehingga tekanan darah ibu hamil bisa tiba-tiba naik, kondisi ini disebut dengan preeklampsia. Kemudian pendarahan tersebut bisa disebabkan oleh kesalahan penanganan kehamilan, dan akhirnya penyakit yang disebabkan oleh misalnya kelahiran yang buruk. “ucap dokter. Saya di detikcom, Selasa (6/2/2024).

Menurutnya, kematian ibu hamil bisa dicegah. Setiap aspek kematian ibu mempunyai cara tersendiri untuk mencegahnya. Misalnya jika ada penyakit berat, hal ini bisa dicegah dengan pemeriksaan ANC (antenatal care) secara rutin.

Oleh karena itu, selama hamil sebaiknya selalu memantau kehamilan untuk melihat kondisi bayi yang dikandung dan kondisi ibu. Maka pola makan harus dikontrol jika ada risiko tekanan darah tinggi, risiko epilepsi, dll. Nanti diberi obat,” kata dokter. Saya

Dr. Chami menambahkan, seharusnya para dokter lebih memahami kondisi wanita tersebut. Jika risiko kehamilan teridentifikasi, seperti pendarahan atau tekanan darah tinggi, pengobatan mungkin lebih tepat atau Anda mungkin akan segera dirujuk ke dokter spesialis yang akan mengetahui lebih banyak tentang apa yang mungkin terjadi pada ibu atau janin nantinya.

Pemantauan ANC secara rutin penting dilakukan untuk mengetahui nutrisi apa saja yang dibutuhkan ibu selama hamil. Apabila nutrisi yang dibutuhkan terpenuhi, berbagai risiko kesehatan yang mungkin timbul dapat dihindari. Angka Kematian Ibu di RI Tinggi, Bumil Wajib Tahu Pemicunya

“Jadi makanannya enak, banyak proteinnya bagus. Juga mencegah risiko berbagai penyakit pada anak,” kata dr Chamim.

“Kalau pola makannya baik dan teratur, maka preeklamsia juga bisa dicegah. Kalau rutin mengonsumsi makanan hamil bisa membuat badan ibu menjadi berat dan tidak sehat. Makanannya harus seimbang, protein, kolesterol, termasuk vitamin,” ujarnya. Tonton video “Apa itu rinitis hamil?” (ACC/NAF)