Banjir Grobogan Akibatkan 4.309 Hektare Sawah Terendam, Ini Langkah Kementan

Wecome Steecy di Situs Kami!

Steecy, Grobogan Kementerian Pertanian siap berkontribusi dalam proses mitigasi banjir di Grobogan, Jawa Tengah. Pasalnya, banjir menutupi 4.309 hektare sawah dan meningkatkan risiko penyakit busuk daun atau gagal panen. Banjir Grobogan Akibatkan 4.309 Hektare Sawah Terendam, Ini Langkah Kementan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, Grobogan merupakan salah satu kawasan lumbung pangan nasional dan kawasan pertanian yang patut dipulihkan.

“Grobogan merupakan salah satu kabupaten subur yang berpotensi mendorong Indonesia menjadi keranjang pangan dunia,” ujarnya.

“Kami telah menginstruksikan para pekerja kami untuk selalu waspada dan memantau situasi banjir di Grobogan. Jika ada yang gagal menanam dan lahan rusak, kami akan segera memulai penanaman bantuan di wilayah terdampak,” kata Amran.

Ia juga meminta seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian bersiap melindungi pertanian Indonesia dari berbagai tantangan yang terjadi. Ikut Harga Minyak Dunia, Menteri ESDM Ungkap Potensi Kenaikan Harga BBM

“Saya sudah menetapkan nilai untuk meningkatkan produksi padi dan jagung, sehingga segala permasalahan yang terjadi di lapangan harus diselesaikan dengan cepat dan tuntas,” kata Amran.

“Tugas besar ini harus kita hadapi dengan langkah-langkah yang tegas, untuk melindungi ketahanan pangan 270 juta penduduk di Indonesia,” tambahnya.

Amran juga memastikan Kementerian Pertanian akan membantu penanaman gratis, khususnya bagi petani peserta Program Asuransi Perdagangan Beras (AUTP).

“Upaya ini akan lebih mudah dilaksanakan pada kondisi daerah aliran sungai yang baru mulai menurun,” ujarnya.

Direktur Jenderal Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian Ali Jamil mengatakan upaya mencegah atau mengatasi dampak hujan yang menyebabkan banjir di sawah akan sangat membantu.

“Pemerintah akan menyiapkan intervensi drainase untuk daerah yang terkena dampak banjir. Silakan menghubungi pemerintah negara bagian untuk mengatur pemompaan jika masih ada banjir di sawah,” katanya.

Ali Jamil juga meminta Dinas Pertanian mendorong petani untuk ikut serta dalam AUTP (Asuransi Usaha Pertanian Padi). Sebab, pemerintah akan memberikan subsidi asuransi pertanian hingga Rp144 ribu per hektar.

“AUTP ini akan terus kami bagikan kepada para petani, karena ini sebagai bentuk perlindungan bagi mereka dan saat ini sudah banyak petani yang menjadi anggota AUTP,” ujarnya.

“Dengan membayar harga tunai hanya Rp 36.000 per hektar, petani yang lahannya terkena banjir, kekeringan, dan hama bisa meminta (pembayaran) Rp 6 juta per hektar,” kata Ali Jamil.

Kepala Dinas Pertanian Grobogan Sunanto mengatakan, pihaknya akan membuat daftar wilayah yang berpotensi terkena dampak kekeringan. Ia memperkirakan, jika sawah warga terendam hanya 2-3 hari saja, kemungkinan besar penyakit asma tidak akan terjadi.

“Perlu waktu tujuh hingga 10 hari terjadinya banjir baru diketahui subur atau tidaknya sawah tersebut,” ujarnya.

Sunanto juga berencana meminta bantuan benih kepada Kementerian Pertanian untuk musim tanam mendatang bagi warga sekitar yang sawahnya terdampak banjir. Banjir Grobogan Akibatkan 4.309 Hektare Sawah Terendam, Ini Langkah Kementan

“Kami menggunakan referensi 15 kg per hektar sawah yang terendam untuk memberikan bantuan,” ujarnya.

Sunarto juga meminta warga mendaftarkan sawahnya ke Program Asuransi Tanaman Padi (AUTP).

“Sehingga ketika gagal panen, petani bisa mengajukan asuransi dan saat ini sedang dilakukan pendataan terhadap petani yang terdaftar,” ujarnya.

(*)