Dalam Islam, Meninggal dengan Keringat di Kening Merupakan Keberuntungan

Wecome Steecy di Portal Ini!

Jakarta – Sebagian dari kita mungkin pernah menyaksikan keluarga, teman, atau bahkan guru kita sekarat karena keringat di kening mereka. Dalam Islam, Meninggal dengan Keringat di Kening Merupakan Keberuntungan

Jika kita tidak memperhatikan masalah ini, alangkah baiknya jika di kemudian hari kita bertemu dengan orang meninggal yang keringatnya mengucur dari kening, kita patut bersyukur karena itu dianggap sebagai pertanda baik. Lalu apa hubungannya keringat di kening saat menjelang ajal dengan kebahagiaan? Sejarah Al Ula, Tempat ‘Terkutuk’ yang Dihindari Nabi Muhammad SAW

Apalagi dalam riwayat Ibnu Majah disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Seorang mukmin mati dengan keringat di wajahnya.” Hadits tentang kematian ini juga diabadikan dalam riwayat Tirmidzi yang mempunyai tingkat kewibawaan (hasan) yang baik.

Salman Farsi berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Perhatikan tiga hal tentang orang yang di ambang kematian. Jika keningnya berkeringat atau basah, matanya berkaca-kaca, dan hidungnya bengkak, maka rahmat Allah telah turun atasnya.

Jika dia mendengus seperti unta ketika dicekik, kulitnya menghitam atau menghitam, dan sudut mulutnya berbusa, maka murka Allah telah turun atasnya.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Abdullah At-Tirmidzi dalam kitab “Nawazir al-Ushul”.

Abdullah berkata: “Ketika ajal sudah dekat, maka sisa-sisa dosa orang mukmin segera dihapuskan atau dihapuskan hingga keningnya berkeringat atau basah.”

Sebagian ulama berpendapat bahwa berkeringat atau basah merupakan tanda rasa malu kepada Allah karena melanggar larangan-Nya. Dalam Islam, Meninggal dengan Keringat di Kening Merupakan Keberuntungan

Tubuh bagian bawahnya sudah mati sehingga tubuh bagian atasnya masih hidup. Ada rasa malu di matanya. Hal ini tidak terlihat pada orang-orang kafir dan Muslim yang dihukum. Detik: Seorang Pria Meninggal Dunia Tersambar Petir Saat Bermain di Stadion Siliwangi Bandung Seorang pria asal Kabupaten Subang tersambar petir saat bermain di Stadion Siliwangi Bandung pada Sabtu 10 Februari 2024 sekitar pukul 15.30 WIB dan tewas. Steecy 11 Februari 2024