Dilarang Tidur di Masjid Lantaran Air Liur Manusia Najis, Benarkah? Begini Penjelasan Buya Yahya

Selamat datang Steecy di Situs Kami!

JAKARTA – Pernahkah Anda menjumpai ungkapan ‘tidak tidur di masjid’ atau ‘tidak tidur di musala’? Jika iya, Anda mungkin ingin tahu kenapa kita dilarang tidur di masjid atau musala. Dilarang Tidur di Masjid Lantaran Air Liur Manusia Najis, Benarkah? Begini Penjelasan Buya Yahya

Salah satu alasan jamaah tidur di masjid atau musala adalah karena khawatir akan diganggu saat tidur di atas karpet masjid. Air liur yang keluar dari mulut kita dikatakan kotor. Jadi apakah itu benar? Pesona Madrid Spanyol yang Melampaui Semata Surga bagi Pecinta Sepak Bola, Bisa Museum Date sampai Wisata Kuliner

Dalam hal ini Pak Buya Yahya angkat bicara, beliau mengatakan tidak boleh tidur di masjid bukan berarti najis.

“Dilarang tidur di masjid bukan karena kotor tapi karena rasa air liurnya yang tidak enak. Bagaimana perasaan Anda jika ada air liur di karpet? Menjijikkan, bau, ujarnya dikutip dari kanal YouTube Al Bahjah TV.

Lebih lanjut, Buya Yahya mengungkapkan, air liur yang keluar saat tidur di masjid mempengaruhi kebersihan masjid. Selain itu, dapat mengganggu kenyamanan jamaah lain saat berlutut.

“Yang jelas kebersihan masjid sudah menurun. Ada orang yang tidurnya tidak teratur dan menodai masjid sehingga orang yang bersimpuh pusing. Bau ini pasti berbau tidak sedap. “Tidak boleh karena cepat kotor,” ujarnya.

Mengenai air liur yang disebut najis, Buya Yahya menjelaskan, air liur yang disebut najis adalah air liur yang keluar dari mulut, bukan dari mulut.

“Hal-hal buruk tidak keluar dari mulut. Air liur di mulut bersih. Najis berasal dari perut kita. Jadi jika Anda memutar kaki Anda, itu akan hilang. Oleh karena itu, sebenarnya para ahli pernah membahas bahwa jika air liur keluar dari perut berarti kotor. “Tapi kalau dari kepala orang yang naik itu najis,” ujarnya.

Buya Yahya juga menjelaskan, air liur yang keluar paling sering saat kita tidur adalah air liur yang keluar dari kepala agar tidak kotor. Berbeda dengan air liur yang keluar dari lambung.

“Seringkali, air liur yang keluar bukan berasal dari perut. Masalah penciumannya bukan pada baunya, air liurnya akan berbau jika didiamkan dalam waktu lama. “Inilah mengapa air liur dianggap suci kecuali jika Anda mengira itu berasal dari perut,” katanya. Dilarang Tidur di Masjid Lantaran Air Liur Manusia Najis, Benarkah? Begini Penjelasan Buya Yahya

Lalu bagaimana kita tahu kalau air liur berasal dari perut? Buya Yahya berkata, “Bagaimana pendapatmu tentang perut? Kata penggembala, tidurlah dengan kaki terangkat, jika tidur nyenyak, gunakan bantal, meskipun tidak menggunakan bantal, di antara perut dan kepala. gak jauh gak pas, airnya mengalir lurus, bantal kita gak jorok (kalo ada air liurnya), jorok kalau dikira dari nafas kamu, ragu perut kamu? di kakinya di atas dia sementara dia terbaring dengan air liur yang keluar dari perutnya. “Hukumnya jelas, kalau air liur itu keluar dari perut, tidak perlu terlalu khawatir,” ujarnya. Mana yang lebih penting, ibu atau istri? Ini jawaban Buya Yahya, Apa yang Harus Didahulukan Antara Ibu dan Istri? Demikian penjelasan Pak Buya Yahya Steecy 9 Februari 2024