Dirut BRI: Digitalisasi Tak Sebabkan PHK

Selamat datang Steecy di Website Kami!

Steecy, JAKARTA – Direktur Jenderal BRI Sunarso mengatakan digitalisasi telah membantu berbagai sektor, termasuk perbankan, dalam mempercepat produksi produk. Dirut BRI: Digitalisasi Tak Sebabkan PHK

Sunarso mengatakan bahwa dengan teknologi digital, efisiensi dapat dialihkan ke proses otomatis yang mengurangi waktu dan pendanaan manusia.

BACA JUGA: Dorong pergerakan perdagangan UMKM, BRI bagikan promosi di Pasar Tanah Abang

Namun bagi BRI dipastikan digitalisasi yang dilakukan perusahaan tidak akan mengakibatkan PHK atau PHK. Pasar Mobil Hybrid di India Kalahkan Kendaraan Listrik

Menurutnya, digitalisasi bisa dilakukan secara bersamaan, tanpa perlu mengurangi jumlah pegawai.

BACA JUGA: Strategi BRI untuk pertumbuhan berkelanjutan, targetkan kredit 11-12 persen pada tahun 2024

“Saya berusaha melakukannya (bukan pemecatan). “Digitalisasi merupakan cara BRI dalam mengefisienkan operasional melalui peningkatan kapasitas pekerja, sehingga kami pastikan digitalisasi tidak serta merta menyebabkan redundansi, karena justru meningkatkan produktivitas melalui alat-alat yang lebih,” jelasnya. di Davos beberapa waktu lalu.

Untuk menjangkau nasabah dan menghasilkan produk dan layanan baru, BRI terus menerapkan strategi yang disebut hybrid banking, yaitu perpaduan layanan fisik dan digital.

Cara ini menerapkan digitalisasi proses bisnis internal, namun jangkauan pelanggan tetap sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat.

Strategi BRI yang mengandalkan hybrid banking dimaksudkan sebagai cara untuk menjangkau masyarakat Indonesia dengan karakteristik berbeda.

“Konsep ini memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar dalam layanan pelanggan, dengan menggabungkan keunggulan layanan langsung fisik dan digital,” kata Sunarso.

Selain itu, transformasi digital BRI juga terlihat melalui upaya menciptakan BRISPOT yang mempersingkat waktu pemrosesan kredit dari dua minggu menjadi satu hari.

Selain itu, berbagai layanan perbankan juga tersedia melalui platform API milik BRI yaitu BRIAPI yang telah melayani ratusan mitra.

Produk-produk digital tersebut diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap kemudahan nasabah dalam mengakses layanan keuangan BRI. Dirut BRI: Digitalisasi Tak Sebabkan PHK

Lalu ada juga BRIBRAIN yang merupakan “digital brain hub” BRI yang menggabungkan kemampuan AI dan analitik untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan, anti-fraud dan analisis risiko, partisipasi kredit, dan otomatisasi layanan.

Sistem rekomendasi AI BRI diterapkan untuk memilih calon nasabah berdasarkan data seperti jumlah simpanan, portofolio pinjaman, demografi, dan lokasi. Dampaknya, penggunaan AI dapat meningkatkan tingkat konversi sebesar 60% dan meningkatkan kualitas kredit sebesar 49%.

Oleh karena itu, sebagai strategi jangka panjang, BRI akan terus menerapkan strategi hybrid. Ia menggunakan otak mesin yang fungsinya untuk melakukan tugas yang kompleks dan berulang. “Tetapi menyelesaikan produk akhir dan mengambil keputusan tetap harus manusiawi,” jelas Sunarso. (Jepang)