Gelombang Boikot, Unilever Akui Sentimen Negatif Konsumen Picu Penurunan Penjualan

Wecome Steecy di Website Kami!

Steecy, JAKARTA — PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengakui sentimen negatif konsumen akibat situasi geopolitik di Timur Tengah berdampak pada kinerja perseroan, terutama pada penjualan domestik. Konflik di Timur Tengah disebut berdampak pada penjualan dalam negeri Unilever Indonesia yang anjlok hingga minus 5,2 persen pada 2023. Gelombang Boikot, Unilever Akui Sentimen Negatif Konsumen Picu Penurunan Penjualan

“Kuartal ketiga tahun 2023 sangat bagus, kami juga memulai dengan sangat kuat di bulan Oktober. pada tahun 2023 di bulan November dan Desember kita akan terkena dampak emosi negatif akibat situasi geopolitik. Hal ini berdampak pada penjualan dalam negeri, kata Presiden Unilever Indonesia Benjie Yap di Jakarta, Rabu.

Penjualan bersih Unilever Indonesia tahun 2023 menjadi Rp38,6 triliun atau 6,32 persen. turun dari tahun 2022 menjadi Rp 41,21 triliun.

Perseroan juga membukukan laba bersih sebesar Rp4,8 triliun pada 2023, turun 10,5 persen year-on-year (yoy) dari tahun 2022 yang tercatat Rp5,36 triliun. Isi Surat Sri Mulyani soal Blokir Sementara Anggaran Rp 50 T

Meski demikian, Benjie memahami perseroan berangsur pulih pada awal tahun 2024, meski ia memahami sentimen negatif masih menjadi tantangan eksternal yang akan mempengaruhi kinerja perseroan pada tahun ini.

Oleh karena itu, Unilever Indonesia bertujuan untuk mengatasi tantangan tersebut melalui berbagai upaya.

Sebagai upaya awal, perusahaan telah melakukan upaya untuk menghilangkan informasi palsu atau hoaks yang beredar di berbagai media sosial. Perusahaan terus memperbaiki hiox dan memastikan bahwa pengguna menerima informasi yang benar.

Kedua, Unilever Indonesia bekerjasama dengan masyarakat, berbagai komunitas dan umat beragama untuk menghilangkan beredarnya informasi yang salah.

“Kami (Unilever Indonesia) bekerja sama dengan masyarakat, masyarakat, tokoh agama, dan komunitas masjid untuk menciptakan kembali semangat ini di setiap toko dan setiap area,” jelas Benjie.

Upaya ketiga adalah Unilever Indonesia akan terus memonitor fluktuasi tingkat inflasi beberapa produk.

Selain itu, Benjie menegaskan perseroan terus fokus pada pertumbuhan jangka panjang melalui lima prioritas strategis, antara lain memperkuat dan memperluas portofolio produk, meningkatkan efisiensi, dan mengutamakan keberlanjutan sebagai jantung perusahaan.

Lima prioritas strategis tersebut adalah memperkuat dan membuka potensi merek-merek inti, memperluas portofolio ke dalam segmen harga dan nilai, membangun kekuatan eksekusi yang kuat, mendorong kemampuan transformatif dan membawa prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam inti perusahaan.

Pada tahun ini, perseroan juga menyiapkan belanja modal (capital cost) yang pada 2023 berjumlah sekitar 2,4-2,5 persen. dari seluruh pendapatan.

Menurut Nafan Aji Gusta, senior investment information Mirae Asset Sekuritas, operasional Unilever Indonesia pada tahun 2023 terus menarik perhatian. Meskipun persaingan di pasar domestik semakin ketat, Unilever Indonesia masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar didorong oleh konsumsi dalam negeri yang tetap stabil. Gelombang Boikot, Unilever Akui Sentimen Negatif Konsumen Picu Penurunan Penjualan

Nafan menegaskan, konsumsi rumah tangga berkelanjutan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan bisnis Unilever.

Meski demikian, ia juga menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi perusahaan tidak bisa diabaikan begitu saja, apalagi dengan semakin banyaknya produk dari kompetitor.

“Meskipun persaingan semakin ketat, inovasi produk adalah kunci pertumbuhan berkelanjutan bagi Unilever Indonesia. Mereka perlu memperkuat efisiensi bisnis dan terus mengembangkan produk yang menjangkau konsumen di semua tingkatan,” kata Nafan.