Kebiasaan Tidur yang Diklaim Bantu Panjang Umur Menurut Ahli Kesehatan

Wecome Steecy di Situs Kami!

Steecy, JAKARTA – Kurang tidur dapat menyebabkan kondisi yang tidak menyenangkan seperti pusing, kurang konsentrasi, mudah tersinggung, dan mudah lupa. Kebiasaan tidur buruk yang kronis juga memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan keesokan paginya. Kebiasaan Tidur yang Diklaim Bantu Panjang Umur Menurut Ahli Kesehatan

Para ahli mengatakan bahwa tidak mendapatkan istirahat yang cukup secara teratur dapat mempengaruhi kesehatan dan umur panjang tubuh. Tidur mempengaruhi hampir semua jenis jaringan dan sistem dalam tubuh.

“Tidur mempengaruhi tubuh mulai dari otak, jantung, dan paru-paru hingga metabolisme, fungsi kekebalan tubuh, suasana hati, dan ketahanan terhadap penyakit,” jelas National Institute of Neurological Disorders and Stroke dalam situsnya, Senin (02/05). 2024). ).

Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur kronis atau kurang tidur meningkatkan risiko penyakit seperti tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, diabetes, depresi, dan obesitas. Kabar baiknya adalah ada beberapa perubahan sederhana yang dapat membawa seseorang kembali ke jalur kesehatan yang lebih baik.

Menurut sebuah studi baru, berikut empat kebiasaan tidur sederhana yang bisa dicoba jika Anda ingin hidup lebih lama: Psikolog Forensik soal Kondisi Kejiwaan Pacar Tamara: Tidak Ada Gangguan Jiwa Berat

1. Manjakan diri Anda dengan tidur yang cukup dan nyenyak

Tidur yang cukup secara teratur merupakan salah satu pilar kesehatan, sama pentingnya dengan pola makan dan aktivitas fisik. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kebanyakan orang dewasa membutuhkan tujuh hingga sembilan jam tidur per malam. Orang dewasa berusia 65 tahun ke atas hanya membutuhkan sedikit lebih sedikit, antara tujuh hingga delapan jam per malam.

Durasi tidur dapat berdampak signifikan pada umur panjang, menurut meta-analisis tahun 2010 yang diterbitkan dalam jurnal Sleep yang mengumpulkan data dari 16 penelitian yang melibatkan 1.382.999 subjek. “Durasi tidur pendek dan panjang merupakan prediktor kematian yang signifikan dalam studi populasi prospektif,” para peneliti menyimpulkan.

Tapi tidur yang nyenyak juga penting untuk kesehatan dan umur panjang Anda, menurut CDC. Penting untuk mendapatkan cahaya alami di pagi hari, makan dengan baik, melakukan aktivitas fisik di siang hari, memiliki rutinitas sebelum tidur, dan mendesain kamar tidur Anda agar memungkinkan tidur malam yang nyaman.

Gejala kualitas tidur yang buruk antara lain tidak merasa istirahat meski sudah cukup tidur, terbangun berkali-kali di malam hari, dan mengalami gejala gangguan tidur (seperti mendengkur atau sesak napas). Meningkatkan kualitas tidur dapat membantu melalui kebiasaan tidur yang lebih baik atau mendiagnosis dan mengobati gangguan tidur apa pun.

2. Buat jadwal tidur dan bangun

Sudah lama diketahui bahwa durasi tidur berdampak langsung pada kesehatan. Namun kini para peneliti mulai memahami bagaimana jadwal tidur memengaruhi umur panjang.

Menetapkan waktu tidur dan bangun yang konsisten dapat memberikan dampak terbesar pada umur panjang, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan pada Januari 2024 dan juga diterbitkan dalam jurnal Sleep. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa keteraturan tidur, konsistensi waktu tidur-bangun setiap hari, mungkin merupakan prediktor yang lebih kuat terhadap beberapa hasil kesehatan dibandingkan durasi tidur.

“Tidur teratur mungkin merupakan tujuan sederhana dan efektif untuk meningkatkan kesehatan dan kelangsungan hidup secara keseluruhan,” kata penelitian tersebut.

3. Lempar sebuah tiang

Membiarkan sedikit cahaya masuk ke kamar Anda di malam hari, misalnya dari lampu, dapat berdampak besar pada kualitas tidur dan kesehatan Anda secara keseluruhan. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa praktik ini dikaitkan dengan faktor risiko metabolik dan kardiovaskular.

Hal ini termasuk meningkatnya resistensi insulin dan tingginya insiden diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas. Mengenakan masker mata di malam hari adalah cara mudah untuk mengatasi risiko ini dengan menghalangi sedikit cahaya. Kebiasaan Tidur yang Diklaim Bantu Panjang Umur Menurut Ahli Kesehatan

4. Gunakan penyebar

Bau bisa menjadi pemicu ingatan yang kuat. Penelitian baru tampaknya menunjukkan bahwa menggunakan penyebar aroma saat Anda tidur dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif.

Sebagai bagian dari penelitian, sekelompok peserta penelitian berpengalaman menggunakan alat pembersih udara di kamar tidur mereka selama dua jam setiap malam selama enam bulan. Para peneliti menemukan peningkatan 226 persen dalam kinerja kognitif mereka selama tes memori.

“Bau minimal yang diberikan di malam hari menghasilkan peningkatan fungsi kognitif dan saraf. Oleh karena itu, indera penciuman bisa menjadi cara yang efektif dan sederhana untuk meningkatkan kesehatan otak,” penulis penelitian menyimpulkan.