Kemenkes RI dan WHO Indonesia Kembali Berkolaborasi untuk Implemetasi Pilar Transformasi Bidang Kesehatan

Sugeng rawuh Steecy di Portal Ini!

Steecy, Jakarta – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) kembali berkolaborasi dalam perjanjian hibah dan rencana kerja bersama dua tahunan WHO 2024-2025. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kunta Vibawa Dasa Nugraha dari Kementerian Kesehatan RI dan Dr. N Paranietharan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia di ruang pertemuan Gedung Profesor. Sujud lantai 3 pada hari Rabu tanggal 7 Februari 2024. Kemenkes RI dan WHO Indonesia Kembali Berkolaborasi untuk Implemetasi Pilar Transformasi Bidang Kesehatan

Sebelumnya, pada tahun 2022, Kementerian Kesehatan RI dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sepakat, di sela-sela Pertemuan Menteri Kesehatan ASEAN atau AHMM ke-15 di Bali, untuk melakukan kerja sama di bidang kesehatan melalui perjanjian hibah dan kerja sama dua tahunan WHO. rencana tahun 2023. -2024. . . Kemenkes Tambah Jumlah Vaksin Rutin dari 11 Jadi 14 Jenis

Penandatanganan perjanjian hibah dan program kerja bersama dua tahunan WHO 2024-2025 dengan tujuan mendukung pelaksanaan program kerja umum Organisasi Kesehatan Dunia ke-13, rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024, serta sebagai pilar transformasi Kementerian Kesehatan RI.

Melalui program kerja bersama RI-WHO Indonesia (Kementerian Kesehatan), kegiatan-kegiatan tersebut akan dilaksanakan untuk mendukung anggaran program WHO 2024-2025, seperti dikutip dari situs Sehat Negeriku pada Kamis, 8 Februari 2024.

Kerjasama dengan WHO berfokus pada kegiatan strategis untuk melaksanakan pilar transformasi di bidang kesehatan dengan akuntabilitas yang baik. Salah satu kegiatan strategisnya adalah dengan melaksanakan penelitian eksekutif, sesuai perintah Menteri Kesehatan RI, Budi Gonadi Sadikin.

Investigasi implementasi ini akan dikoordinasikan oleh Badan Pengembangan Kebijakan Kesehatan (BKPK). Diharapkan adanya koordinasi yang kuat antara WHO dan BKPK dalam melakukan penelitian implementasi sebagai bagian dari program kerja bersama 2024-2025.

Sekretaris Jenderal Kunta Vibava menyatakan, penandatanganan perjanjian hibah dan program kerja bersama WHO untuk biennium 2024-2025 merupakan langkah bersama untuk mencapai tujuan bersama, dan bukan sekadar kelanjutan mitra kerja.

Kolaborasi ini mewakili fokus pada enam pilar transformasi layanan kesehatan, seperti promosi gaya hidup sehat, perluasan imunisasi, wajib skrining, dan peningkatan kualitas dan akses terhadap layanan kesehatan primer. Kemenkes RI dan WHO Indonesia Kembali Berkolaborasi untuk Implemetasi Pilar Transformasi Bidang Kesehatan

Kami memahami bahwa mencapai transformasi layanan kesehatan tidaklah mudah. Ia mengatakan hal ini memerlukan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk WHO, untuk mencapai tujuan bersama dan menciptakan sistem layanan kesehatan yang lebih baik yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia dalam hal layanan kesehatan yang berkualitas.