Kemenperin Catat Ekspor Alat Kesehatan pada 2023 Capai Rp 3,3 Triliun

Selamat datang Steecy di Website Kami!

Steecy, Jakarta – Ekspor alat kesehatan Indonesia akan mencapai USD 209,4 juta atau sekitar Rp 3,3 triliun pada tahun 2023, kata Kementerian Perindustrian. Kemenperin Catat Ekspor Alat Kesehatan pada 2023 Capai Rp 3,3 Triliun

Tawfiq Bawazir, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Angkut, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, di Jakarta, Rabu, mengatakan industri alat kesehatan mampu memberikan pengaruh yang besar terhadap nilai tukar negara. Perkembangan ekspor produknya, demikian siaran pers Kementerian Perindustrian, Rabu (2 Juli 2024).

Salah satu upaya untuk meningkatkan ekspor alat kesehatan Indonesia adalah dengan mengikuti pameran atau pertemuan internasional. Bulan lalu, Indonesia berpartisipasi dalam Arab Health 2024 yang diselenggarakan pada 29 Januari hingga 1 Februari di Dubai, Uni Emirat Arab. Tambah Jam Operasional, Penumpang LRT Jabodebek Meningkat 14%

Arab Health 2024 merupakan pameran kesehatan terbesar kedua di dunia dengan lebih dari 3.450 peserta dan 110.000 profesional kesehatan dari 180 negara.

Sebanyak 19 perusahaan Indonesia memamerkan beragam produk berkualitas tinggi, termasuk teknologi mutakhir, di Paviliun Indonesia di Dubai. Produk yang dipamerkan berupa ventilator, alat elektromedis, alat suntik, dan alat pengukur tekanan darah.

Indonesia mencatatkan perdagangan sebesar US$13,16 juta (206,3 miliar rupiah) pada pameran alat kesehatan di Dubai, kata Kementerian Perdagangan pada Selasa (6 Februari).

Tujuan keikutsertaan Indonesia pada pameran Arab Health 2024 antara lain untuk mendorong investasi, memperjelas kebijakan pemerintah Indonesia terhadap pengembangan industri alat kesehatan, dan mempromosikan produk alat kesehatan dalam negeri di pasar internasional, kata Tawfik.

Ia mengatakan, saat ini industri alat kesehatan dalam negeri yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) memiliki lebih dari 200 anggota dengan berbagai produk mulai dari furnitur rumah sakit hingga alat kesehatan berteknologi tinggi seperti sinar-X.

Pada acara Arab Health 2024, paviliun Indonesia juga dikunjungi oleh pejabat Dubai Health Authority (DHA).

Penasihat Khusus DHA Yunus Kazim dan Direktur Jenderal DHA Awadh Seghayer Al Ketbi berdiskusi tentang kemampuan industri alat kesehatan Indonesia dan melihat sendiri produk alat kesehatan yang dipamerkan di Paviliun Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Kazim menyampaikan bahwa DHA mengapresiasi kemampuan teknis peralatan kesehatan Indonesia.

“Akhirnya kita mengetahui bahwa Indonesia mampu memproduksi ventilator secara mandiri. Hal ini menunjukkan pesatnya perkembangan industri alat kesehatan di Indonesia dan membuka peluang kerja sama di masa depan,” kata Kazem.

Kementerian Perindustrian mengatakan pemerintah Indonesia akan terus mendorong industri alat kesehatan dalam negeri untuk berekspansi ke pasar internasional, termasuk Uni Emirat Arab. Kemenperin Catat Ekspor Alat Kesehatan pada 2023 Capai Rp 3,3 Triliun

“Negara ini merupakan tujuan ekspor penting mengingat lokasinya yang strategis sebagai hub internasional untuk pasar dari Afrika hingga Eropa,” demikian pernyataan Kementerian Perindustrian.

Beberapa peralatan kesehatan lokal yang dapat didorong untuk diekspor adalah furnitur rumah sakit yang memenuhi standar ISO serta memenuhi persyaratan keselamatan dan operasional standar internasional.