Makan Micin Berlebih Bisa Sebabkan Fatty Liver, Ini Penjelasannya

Wecome Steecy di Website Kami!

JAKARTA – Monosodium Glutamat (MSG) merupakan salah satu bumbu dapur yang wajib ada di setiap dapur. Pasalnya, penambahan MSG bisa membuat masakan menjadi lebih pedas dan enak. Tak heran jika beberapa makanan yang memiliki cita rasa lezat menjadi idola masyarakat Indonesia. Makan Micin Berlebih Bisa Sebabkan Fatty Liver, Ini Penjelasannya

Ya, makanan yang mengandung MSG merupakan makanan yang paling banyak dikonsumsi, terutama saat Anda sedang bersantai atau bekerja di penghujung hari. Namun, terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung MSG dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Salah satunya adalah mengonsumsi makanan yang penuh rempah-rempah atau MSG lama kelamaan dapat menyebabkan perlemakan hati atau perlemakan hati. Perlemakan hati atau steatosis hati adalah penumpukan lemak berlebih di hati. Zaidul Akbar: Trik Dapat Manfaat Olahraga Meski Tanpa Olahraga

Pertumbuhan abnormal ini terjadi pada sel hati. Penyakit ini dapat mengganggu fungsi hati yang seharusnya memproses makanan dan minuman, serta menyaring zat berbahaya dari darah.

Lantas benarkah konsumsi makanan pedas atau MSG dalam jangka panjang bisa menyebabkan perlemakan hati? Mengenai hal ini, seorang ahli medis di bidang liver dan pencernaan, Dr. Irsan Hasan, Sp.PD-KGEH menjelaskan hal tersebut tidak tepat.

“MSG rasa mickeynya belum terbukti menyebabkan perlemakan hati. Tapi rasanya membuat kita ingin makan lebih banyak. Ujung-ujungnya kalorinya tinggi,” ujarnya dalam acara Hidup Sehat tvOne, Selasa 2 Januari 2024.

Iran juga mengungkapkan bahwa terlalu banyak kalori dapat menyebabkan obesitas. Irsan mengatakan obesitas merupakan salah satu penyebab atau faktor risiko terjadinya perlemakan hati.

“Fatty liver yang terakhir. Jadi bukan itu, tapi makanan yang dianjurkan masuknya. Hal-hal seperti makan terlalu banyak perlemakan hati, tidak berolahraga, menyebabkan obesitas dan menyebabkan perlemakan hati,” ujarnya.

Hal ini dapat terjadi pada siapa saja dari segala jenis kelamin dan usia

Irsan menjelaskan, perlemakan hati tidak hanya terjadi pada orang berusia 45 tahun ke atas. Belakangan ini, perlemakan hati juga menyerang anak-anak.

“Penyakit hati berlemak bukan untuk orang berusia 45 tahun ke atas, anak kecil kini menjadi masalah karena banyak cerita tentang obesitas pada masa kanak-kanak. Banyak profesional medis melaporkan peningkatan kasus perlemakan hati pada anak-anak. Hal ini telah terdengar di seluruh dunia. “Tetapi semakin bertambah usia, semakin tinggi pula risiko penyakit hati berlemak. Sebuah penelitian pada tahun 2000 menemukan bahwa mereka yang berusia 40,45 tahun ke atas dibandingkan dengan mereka yang di bawahnya, dua kali lebih mungkin terkena penyakit hati berlemak,” tuturnya. Makan Micin Berlebih Bisa Sebabkan Fatty Liver, Ini Penjelasannya

Irsan juga menjelaskan, perlemakan hati tidak hanya terjadi pada pria yang suka mengonsumsi makanan berlemak dan minum alkohol. Wanita juga bisa mengalami perlemakan hati, terutama mereka yang telah mengalami menopause.

“Hasil penelitiannya berbeda-beda, ada penelitian yang lebih banyak perempuan, ada yang penelitian lebih banyak laki-laki. Hasil penelitian ini harusnya dilihat perempuan pada usia yang bertambah saat menopause, sama saja. ,” ujarnya. Kalau ibu gagap, apakah anak juga akan marah? Isu gagap masih menjadi perhatian utama. Gagap berdampak pada tumbuh kembang anak akibat gizi buruk dan penyakit kambuhan.Steecy 6 Februari 2024