Mengkhawatirkan! Angka Kematian Ibu di RI Tinggi, Kemenkes Ungkap Pemicu Terbanyak

Selamat datang Steecy di Situs Kami!

Jakarta – Mengkhawatirkan! Angka Kematian Ibu di RI Tinggi, Kemenkes Ungkap Pemicu Terbanyak

Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi sorotan dalam debat capres kelima, Minggu (2/4/2024). Kematian ibu didefinisikan sebagai kematian seorang wanita selama kehamilan atau dalam waktu 42 hari setelah terminasi kehamilan, tanpa memandang usia kehamilan atau tempat persalinan. Cara Ringgo Agus Rahman Agar Anak Tidak Mendapat Warisan Penyakit Asma: ASI dan Imunisasi

Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan laporan sensus tahun 2020, angka kematian ibu mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup.

Angka-angka ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan angka kematian ibu tertinggi kedua di ASEAN, jauh lebih tinggi dibandingkan Malaysia, Brunei, Thailand, dan Vietnam.

Berdasarkan data sistem registrasi Kematian Perinatal Ibu (MPDN) Kementerian Kesehatan, jumlah kematian ibu akan meningkat menjadi 4.005 pada tahun 2022. Jumlah ini akan meningkat menjadi 4.129 kematian ibu pada tahun 2023.

“Penyebab kematian ibu terbanyak adalah tekanan darah tinggi saat hamil, yang biasa kita sebut Preeklamsia, dan perdarahan yang sebenarnya bisa dicegah,” kata Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan, dr. Daisy yang cantik, M.K.M. Diambil dari situs resmi Kementerian Kesehatan, Selasa (2 Juni 2024).

Pendarahan saat melahirkan merupakan salah satu penyebab kematian paling umum pada ibu hamil. Pendarahan ini terjadi akibat komplikasi saat melahirkan. Ini bisa terjadi mulai 1 hari hingga seminggu setelah melahirkan.

Sedangkan preeklampsia adalah tekanan darah tinggi pada ibu hamil yang dapat merusak organ tubuh. Kondisi ini sangat berbahaya dan harus segera ditangani. Jika sudah terlambat maka nyawa ibu dan janin tidak dapat terselamatkan. Mengkhawatirkan! Angka Kematian Ibu di RI Tinggi, Kemenkes Ungkap Pemicu Terbanyak

Banyaknya permasalahan kesehatan yang dihadapi ibu hamil juga meningkatkan risiko kematian saat melahirkan. Diantaranya adalah 48,9 persen ibu hamil mengalami anemia, 12,7 persen hipertensi, 17,3 persen kekurangan energi kronik (KTK), dan 28 persen berisiko mengalami komplikasi. Tonton video “Virus Marburg menyebar di Afrika, angka kematiannya relatif tinggi” (kna/naf).