Metode Experiential Learning pada Pengembangan Soft Skill di Dunia Kerja

Selamat datang Steecy di Portal Ini!

Jakarta – Dalam dunia kerja, tidak hanya dibutuhkan keterampilan teknis atau hard skill, tetapi juga keterampilan sosial dan kepribadian yang dikenal dengan istilah soft skill, seperti kerja sama tim, kreativitas, komunikasi, dan kepemimpinan. Metode Experiential Learning pada Pengembangan Soft Skill di Dunia Kerja

Dalam mengembangkan soft talent skill, perusahaan sebaiknya mempertimbangkan metode pengembangan yang efektif, terutama di tengah perkembangan teknologi dan semakin mudahnya ketersediaan sumber belajar. Lakukan Berbagai Inovasi, SMPN Ini Jadi Percontohan Sekolah Digital Indonesia

Salah satu metode yang telah diterapkan selama dua dekade terakhir adalah pembelajaran berdasarkan pengalaman. EL bukanlah pendekatan baru, namun telah dikenal sejak tahun 1930an oleh John Dewey dan menjadi semakin populer melalui kontribusi Carl Rogers dan David Kolb. Metode ini telah banyak digunakan dalam pendidikan dan pelatihan di berbagai institusi, termasuk manajemen PPM.

Dalam pengelolaan PPM, EL digunakan sebagai metode pembelajaran yang menitikberatkan pada pengalaman, namun tetap mempertimbangkan konten yang berkaitan dengan keterampilan interdisipliner. Cara ini terbukti efektif selama 8 tahun terakhir dan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan perkembangan karyawan di berbagai perusahaan.

Dalam metode EL penting untuk memasukkan aspek kognitif, afektif dan konatif dalam pengembangan soft skill. Pada tahap pembelajaran, fokusnya adalah pada aspek emosional, dimana peserta dilatih untuk mengembangkan soft skill melalui pengalaman langsung.

Head of English Learning and Learning Designer PPM Management, Meinita Nurul R menjelaskan, pengembangan soft skill melalui EL melibatkan pelatihan emosional yang mencakup experiential learning.

“Dalam pengembangan soft skill yang harus dilibatkan adalah kombinasi antara keterampilan kognitif, afektif, dan konatif. Secara emosional, pada fase pembelajaran inilah banyak orang yang dilatih metode EL,” ungkapnya dalam keterangan resmi. dikutip Steecy Edukasi pada Sabtu 15 Juli 2023.

Penerapan metode EL dimulai dengan memahami keterampilan yang ingin dikembangkan dan mereduksi konsep tersebut ke dalam kurikulum dan modul pembelajaran.

Diskusi kemudian diadakan untuk menentukan alur pembelajaran yang sesuai dan kegiatan yang diperlukan. Materi pembelajaran seperti presentasi, studi kasus, video dan artikel disusun melalui kolaborasi antara perancang pembelajaran dan ahli materi pelajaran.

Metode EL dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan, karena setiap perusahaan mempunyai kebutuhan pengembangan kompetensi yang berbeda-beda. Metode Experiential Learning pada Pengembangan Soft Skill di Dunia Kerja

Fase refleksi terstruktur yang dipimpin oleh fasilitator dan peran pelatih perilaku sangat penting agar peserta dapat menginternalisasikan pengalaman dalam pekerjaannya. Sedihnya, anggota keluarga dipenjara karena transfer ilegal dan kehilangan majikan Seorang pembantu rumah tangga (ART) di Singapura divonis enam minggu penjara setelah dituduh menyelewengkan dana. Hal ini terjadi di Singapura Steecy pada 9 Februari 2024