Obat Sirup Dilarang Beredar, Bolehkah Menggerus Obat Tablet untuk Anak?

Selamat datang Steecy di Situs Kami!

Steecy – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengeluarkan keputusan penghentian sementara peredaran segala jenis sirup. Selain itu, mereka meminta apotek dan ahli kesehatan untuk tidak meresepkan sirup tersebut kepada pasien sampai kasus gagal ginjal misterius pada anak ditemukan. Lantas, bolehkah menghancurkan tablet untuk anak-anak? Obat Sirup Dilarang Beredar, Bolehkah Menggerus Obat Tablet untuk Anak?

Saat ini, orang tua disarankan untuk memberikan anaknya obat lain, salah satunya tablet. Hanya saja sebagian besar balita belum bisa menelan obat dalam bentuk pil. Oleh karena itu, kebanyakan orang tua akan menghancurkan tablet yang diberikan kepada anaknya agar lebih mudah ditelan.

Meskipun lebih mudah untuk ditelan, apakah tabletnya boleh dihancurkan atau tidak? Lantas, adakah bahayanya jika mengonsumsi obat basi? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Bolehkah menghancurkan tablet untuk anak-anak?

Penghancuran obat merupakan proses pengubahan bentuk obat dari tablet atau kapsul menjadi bentuk bubuk. Umumnya obat bubuk akan dilarutkan dalam satu sendok teh air sebelum diminum.

Sayangnya, tindakan menghancurkan atau melumat tablet tidak boleh dilakukan sendiri, karena dosis tiap pasien berbeda-beda. Selain itu, ada beberapa jenis obat yang tidak boleh dihancurkan demi alasan keamanan. Pemberian obat pada anak jelas dosisnya akan lebih rendah dibandingkan pada orang dewasa. Oleh karena itu, penggunaan obat harus diperhitungkan secara individual berdasarkan usia dan berat badan. Ganjar Tak Setuju Makan Siang Gratis: Jangan Confused Stunting dan Gizi Buruk

Beberapa tablet, pil dan kapsul tidak bekerja maksimal atau bahkan dapat membahayakan tubuh seseorang jika dihancurkan atau dibuka (dalam kasus obat kapsul). Pasalnya, ada jenis obat yang dirancang khusus untuk dilepaskan secara perlahan ke dalam tubuh manusia dalam jangka waktu tertentu.

Mengonsumsi tablet yang dihaluskan sebenarnya sama dengan meminum obat utuh. Namun di sisi lain, menghancurkan tablet dapat meningkatkan risiko efek samping obat. Salah satunya menyebabkan manfaat obat menjadi tidak efektif karena tidak dikonsumsi dengan baik.

Sementara itu, ada beberapa jenis obat lain yang dilapisi bahan khusus sehingga cukup sulit untuk dimusnahkan. Oleh karena itu, Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis, dokter atau apoteker jika ingin menghancurkan tablet sebelum meminumnya.

Sebelumnya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menghimbau seluruh orang tua untuk menghentikan sementara penggunaan sirup parasetamol pada anak. Hal itu dilakukan setelah ditemukannya ratusan kasus gagal ginjal akut pada anak.

Faktanya, para orang tua kerap menggunakan parasetamol untuk meredakan demam pada anak. Untuk saat ini IDAI menganjurkan agar orang tua menggunakan parasetamol tablet yang dilumatkan dalam air, namun sebaiknya dilakukan atas saran dokter.

Daftar obat-obatan yang tidak boleh dihancurkan

Berikut beberapa jenis tablet yang sebaiknya tidak dihancurkan karena akan mempengaruhi manfaatnya bahkan dapat membahayakan tubuh.

1. Tablet salut eneri

Obat pertama adalah tablet salut enterik, karena jenis ini dirancang untuk melindungi khasiat obat agar tidak rusak jika terkena asam lambung. Selain itu, tablet jenis ini dirancang untuk melindungi pencernaan dari iritasi yang mungkin timbul jika obat bersentuhan langsung dengan dinding saluran pencernaan.

Menghancurkan tablet salut enterik akan merusak lapisan enterik. Salah satu jenis obat yang termasuk dalam kategori ini adalah tablet yang dapat menekan produksi asam lambung, seperti pantoprazole.

2. Tablet salut gula

Selain tablet salut enterik, penghancuran obat-obatan manis atau manis juga dilarang. Obat jenis ini berupa tablet yang didesain dengan lapisan polimer atau gula untuk melindungi selaput lendir dari iritasi. Oleh karena itu, tablet jenis ini tidak boleh dihancurkan karena akan merusak lapisan gula itu sendiri.

Mengenai obat manis yaitu obat Nystatin digunakan untuk pasien yang menderita infeksi jamur khususnya infeksi jamur Candida.

3. Tablet rilis yang dimodifikasi

Tablet pelepasan termodifikasi adalah jenis obat yang telah dimodifikasi agar memiliki laju pelepasan yang terkendali. Fungsi tablet ini adalah mengatur pelepasan tablet dalam tubuh. Obat ini ada dua jenis, yaitu extended release dan tertunda rilis.

Menghancurkan tablet jenis ini akan merusak formula di dalamnya dan mengubah farmakokinetiknya. Contoh tablet pelepasan termodifikasi adalah metformin untuk pasien diabetes. Berbeda dengan metformin biasa, metformin pelepasan modifikasi hanya dapat diminum satu atau dua kali sehari karena proses pelepasannya lambat. Obat Sirup Dilarang Beredar, Bolehkah Menggerus Obat Tablet untuk Anak?

4. Tablet sublingual

Pil jenis ini didesain agar obat cepat larut agar penyerapannya lebih baik, sehingga dapat mencapai aliran darah dalam waktu yang relatif singkat. Jika dihancurkan, tablet akan rusak dan tubuh akan menyerapnya lebih lambat. Umumnya obat jenis ini digunakan untuk golongan nitrat, seperti isosorbid dinitrat atau nitrogliserin.

5. Obat kemoterapi

Formulasi lain yang dapat menimbulkan masalah jika dimusnahkan adalah obat yang berpotensi karsinogenik. Masalah ini bukan disebabkan oleh perubahan sifat farmakokinetiknya, namun oleh risiko yang ditimbulkannya.

Sejumlah bahan aktif, seperti warfarin atau levothyroxine, jika digerus berpotensi menimbulkan partikel aerosolisasi yang dapat membahayakan orang di sekitar pasien.

Demikian ulasan mengenai bolehkah menghancurkan tablet untuk anak-anak? Beberapa jenis obat dilarang penggunaannya karena dapat menimbulkan efek samping yang serius. Obat-obatan juga sebaiknya diminum sesuai anjuran dokter dan tidak boleh diminum sembarangan.