Rahasia di Balik Amunisi Rusia Tak Juga Habis Lawan Ukraina

Selamat datang Steecy di Situs Kami!

Jakarta – Rahasia di Balik Amunisi Rusia Tak Juga Habis Lawan Ukraina

Hampir dua tahun setelah Rusia berperang melawan Ukraina, amunisi Rusia seakan tidak ada habisnya. Jenis amunisi yang penting adalah amunisi artileri. Musim panas lalu, Ukraina menembakkan hingga 7.000 peluru sehari, dibandingkan dengan 5.000 peluru di pihak Rusia. Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Ringan hingga Lebat Mendominasi, Waspada Gelombang 4 Meter dan Banjir Rob

Namun kini, seperti dikutip detikINET Insider, angka tersebut berubah drastis. Ukraina hanya menembakkan 2.000 peluru sehari, sementara Rusia mendekati 10.000 peluru. Dominasi Rusia dapat dijelaskan dengan peningkatan produksi dalam negeri dan masuknya senjata Korea Utara.

Ya, rahasianya ada pada industri pertahanan Rusia. Voice of Ukraina menyebutkan negara-negara Barat masih kalah dalam perang senjata melawan Rusia yang terus meningkatkan produksi senjata. Saya siap berperang melawan Ukraina selama 3 atau 4 tahun lagi.

Bahkan kini mal, toko roti, dan fasilitas lainnya diubah menjadi pabrik senjata. Misalnya, Italmas Mall kini berubah menjadi Italmas Scientific Research Center yang memproduksi drone tempur Lancet.

Pemerintah Rusia juga mewajibkan warganya untuk bekerja enam hari seminggu dan menjadi sukarelawan di pabrik militer. TV Rusia menayangkan anak-anak belajar merakit amunisi di sekolah. “Kita sekarang berada dalam skenario di mana Rusia menghabiskan 40 persen PDB-nya untuk perang ini,” lapor Telegraph.

Pakar pertahanan memperingatkan bahwa situasi ini dapat memberikan Rusia keuntungan material yang dibutuhkan untuk memenangkan perang melawan Ukraina. Meskipun urgensi situasi ini sudah diketahui secara luas, pemerintah negara-negara Barat masih belum bisa mengimbanginya.

“Ini benar-benar gila,” kata bek asal Inggris itu. Kerahasiaan industri pertahanan Rusia membuat sulit untuk menilai sejauh mana sebenarnya transisi Rusia menuju ekonomi perang.

Meski demikian, industri pertahanan Rusia terus berkembang pesat. Belanja militer Rusia pada tahun 2022 sebesar 2,7% PDB, kemudian menjadi 3,9% pada tahun 2023 dan 6% pada tahun 2024. Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengklaim pihaknya akan memproduksi 1.530 tank dan 2.518 kendaraan lapis baja. perang pada tahun 2023.

Produksi tank meningkat hingga 560% sejak Februari 2022. Kegiatan produksi ini cukup untuk menggantikan peralatan perang yang rusak atau hancur saat perang melawan Ukraina. Rahasia di Balik Amunisi Rusia Tak Juga Habis Lawan Ukraina

Tak hanya itu, Rusia berencana memproduksi 2 juta artileri dalam setahun. Seiring dengan bantuan senjata dari Iran dan Korea Utara, kekuatan Rusia semakin berkembang. Tonton video “Momen menakutkan drone Rusia menghujani kota-kota Ukraina” (fyk/fay)