Review Film Argylle: Komedi Mata-Mata dengan Segudang Kejutan

Wecome Steecy di Website Kami!

JAKARTA – Bagi yang suka menonton film agen rahasia dengan bumbu komedi, dan plot twist demi plot twist, Argyle wajib tonton. Review Film Argylle: Komedi Mata-Mata dengan Segudang Kejutan

Produser dan sutradara Argyle, Matthew Vaughan, mengatakan kepada The Hollywood Reporter bahwa Argyle adalah sebuah penghormatan kepada film thriller aksi tahun 1980-an. Dia kemudian mencontohkan Die Hard dan Lethal Weapon sebagai contoh.

Meski sangat berbeda, namun kedua film ini benar-benar memiliki semangat Argyle. Namun dibandingkan Die Hard yang intens, Argyle mungkin lebih dekat dengan Lethal Weapon, meski bumbu komedinya tidak setajam film yang dibintangi Mel Gibson dan Danny Glover.

Jelas sekali bahwa Argyle memiliki cara menceritakan kisahnya yang mungkin merupakan yang pertama di industri film. Bahkan, Vaughan memilih untuk membuat penonton kewalahan dengan beberapa lapis kejutan yang sulit dijelaskan hingga akhir cerita. Punya Sifat Tegar, 3 Zodiak Ini Paling Jarang Menangis

Cerita dimulai dengan agen rahasia Argyle (Henry Cavill) yang menyamar sebagai musuh bebuyutannya, Lagrange (Dua Lipa). Untungnya LaGrange tertangkap karena kerjasamanya dengan Agen Wyatt (John Cena).

Foto: Gambar Universal

Lalu datanglah kejutan pertama. Ternyata film thriller penuh aksi antara Argyle dan Wyatt ini ditulis oleh penulis wanita Ellie Conway (Brice Dallas). Ceritanya berasal dari buku ketiganya, dua buku pertama laris manis dan dipuji karena sangat realistis dalam menggambarkan dunia spionase “bawah tanah”.

Ellie sangat senang telah menyelesaikan novel Argylle keempatnya. Namun dalam prosesnya, seseorang tiba-tiba mencoba membunuhnya.

Kemudian muncullah orang aneh berambut panjang bernama Aidan (Sam Rockwell), yang mengaku sebagai agen rahasia. Lebih aneh lagi ketika Eli mengatakan dirinya kini menjadi sasaran pesta yang digambarkan dalam novel fiksinya, karena ternyata pesta itu ada di kehidupan nyata.

Dari sini ceritanya liar tapi menarik. Komik tersebut diambil dari Eli dan Aidan yang mirip dengan Martin Riggs dan Roger Murtaugh, pasangan detektif dari Lethal Weapon. Namun, mereka bukanlah pasangan sebenarnya dan penonton perlahan curiga bahwa Aidan adalah orang jahatnya.

Foto: Gambar Universal

Namun, apakah Aidan benar-benar orang jahat? Untuk menjawabnya, penonton menemukan “trik” demi “trik” yang terus-menerus dilakukan Vaughan. Banyak juga karakter dalam “trik” ini yang membuat penonton terheran-heran bahkan tertawa karena tak menyangka akan terkena pukulan Vaughan.

Kenapa tertawa? Karena meski banyak liku-liku dalam cerita, kejutannya tidak pernah terasa penuh ketegangan atau keseruan, seperti saat kita menonton film mata-mata seperti James Bond atau film thriller aksi seperti Die Hard.

Karena mood Argyle diatur ke komedi. Selain karena kelakuan Aidan yang terkadang konyol, itu juga karena Eli sama sekali tidak menakutkan sebagai seorang protagonis. Dia sering merasa tumpul dan gemetar ketika berhadapan dengan orang yang mencoba membunuhnya.

Sosoknya semakin manis karena ia selalu membawa kucing Scottish Fold miliknya, Alfie, di dalam tas kucingnya. Untuk trivia, Alfie terinspirasi dari kucing ras yang sama milik Taylor Swift.

Foto: Gambar Universal Review Film Argylle: Komedi Mata-Mata dengan Segudang Kejutan

Jadi, meski banyak alur cerita, Argyle tetap terasa seperti entertainer yang sangat periang. Penonton tidak perlu khawatir dengan alur cerita dan tebakan, karena hampir tidak ada petunjuk untuk hasil yang mengejutkan.

Kita sebagai penonton diajak untuk berkumpul bersama duo unik Ellie dan Aidan, menikmati kejutan-kejutan yang terus diberikan Vaughan kepada kita.

Sebagai catatan, jangan terlalu cepat bangun dari kursi studio setelah film berakhir karena ada adegan mid-credit yang sangat penting. Melihatnya, Vaughn sepertinya sedang menciptakan alam semesta dari cerita Argyle. Catatan penting lainnya, sepertinya semesta ini juga akan terhubung dengan film Vaughn lainnya, yakni franchise Kingsman.

Argyle akan tayang di Cinema Network Indonesia mulai 31 Januari 2024.