Sering Tinggalkan Sholat Wajib dengan Sengaja, Ini Kata Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah

Selamat datang Steecy di Portal Ini!

Steecy Lifestyle – Dalam Islam, sengaja melewatkan shalat wajib merupakan dosa besar dan dianggap sebagai pelanggaran berat terhadap kewajiban agama. Hal ini dilarang oleh undang-undang dan tergolong dosa besar (besar). Sering Tinggalkan Sholat Wajib dengan Sengaja, Ini Kata Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah

Akibat dari sengaja mengabaikan shalat wajib bisa sangat serius di dunia dan di akhirat. Perbuatan-perbuatan tersebut di dunia menyebabkan kerusakan mental, lemahnya keimanan dan keterasingan dari rahmat Allah. Di Surga, siapa pun yang meninggalkan shalat wajib tanpa bertaubat terus-menerus akan dihukum di Neraka.

Islam menekankan shalat wajib sebagai rukun agama. Ibadah ini adalah cara utama untuk berkomunikasi dengan Tuhan dan memperkuat hubungan spiritual Anda dengan-Nya. Sengaja menghilangkan shalat wajib menunjukkan kemaksiatan dan kemaksiatan terhadap perintah Allah, yang berakibat fatal bagi kehidupan rohani seseorang. Usai Dipenjara karena Ikut Yesus, Pria Ini Ajak Warga Sekampung Pindah Agama

Oleh karena itu, sangat penting bagi umat Islam untuk menjaga komitmen ini dengan sungguh-sungguh dan konsisten. Jika ada yang merasa kesulitan untuk mempertahankannya, ada baiknya mencari bantuan, nasehat dan dukungan dari masyarakat muslim atau mencari bantuan ulama untuk mencari solusi dan mengatasi kendala tersebut.

Namun, penting untuk diingat bahwa Tuhan itu pemaaf dan penyayang dalam Islam. Jika seseorang melakukan kesalahan, ia masih mempunyai kesempatan untuk ikhlas bertaubat, memohon ampun kepada Tuhan dan berusaha memperbaiki diri. Allah menerima taubat yang jujur ​​dan ikhlas dan Dia mengampuni dosa hamba-Nya yang ikhlas bertaubat.

Menurut riwayat Imam Ibnu Qayyim Rahima Allah

Imam Ibnu Qayyim Rahima Allah, salah satu ulama terbesar tradisi Islam, telah memberikan banyak pendapat dan rekomendasi tentang berbagai aspek kehidupan, termasuk pentingnya menunaikan shalat wajib.

Pendapat beliau yang terkenal adalah tentang akibat sengaja meninggalkan shalat wajib. Imam Ibnu Qayyim Rahimahullah mengatakan bahwa dengan sengaja menghilangkan shalat wajib adalah dosa besar dan amal besar di sisi Allah.

Imam Ibnu Qayyim Rahimullah juga mengatakan:

Sengaja mengabaikan shalat fardhu adalah salah satu dosa terbesar dan dosa itu lebih besar di sisi Allah daripada pembunuhan, harta benda, perzinahan, pencurian dan mabuk-mabukan.

Dan orang-orang yang bersalah akan mendapat azab Allah, murka dan aib-Nya di dunia dan di akhirat. Biografi Yazid Bin Abdul Qadir Jawas Arbain Nawi.

Ditegaskannya: Sholat adalah tiang utama agama, meninggalkannya akan menimbulkan banyak kerugian bagi kehidupan manusia. Imam Ibnu Qayyim Rahimullah mengemukakan bahwa dengan sengaja mengabaikan shalat wajib dapat membawa seseorang pada kesesatan spiritual dan kegelapan.

Karena shalat merupakan salah satu ibadah terpenting dalam Islam dan merupakan cara berkomunikasi langsung dengan Tuhan. Sering Tinggalkan Sholat Wajib dengan Sengaja, Ini Kata Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah

Imam Ibnu Qayyim Rahima Allah menjelaskan dalam karyanya yang terkenal “Madarij al-Salqin” bahwa sengaja menghilangkan shalat wajib merupakan tanda lemahnya iman dan keseriusan dalam menjalankan agama.

Beliau menganjurkan agar seseorang menghindari amalan tersebut dengan cara memperkuat keimanannya, meningkatkan kesadarannya akan pentingnya shalat, dan berupaya meningkatkan hubungannya dengan Tuhan.

Lebih lanjut Imam Ibnu Qayyim Rahimah Allah menegaskan bahwa dengan sengaja meninggalkan shalat wajib, jika tidak bertaubat sebelum meninggal, dapat mengakibatkan masuk neraka. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya bertaubat dan kembali kepada Tuhan jika ada yang melakukan kesalahan tersebut. Di antara 10 negara dengan populasi Muslim terbesar pada tahun 2030, India akan mencapai 248,96 juta jiwa. Beberapa negara tersebut akan mengalami peningkatan populasi Muslim terbesar pada tahun 2030. Populasi Muslim India akan mencapai 248,96 juta pada tahun 2023. Steecy 10 Februari 2024