Dukung Sekolah Energi Berdikari, Pertamina Beri Bantuan Solar Panel untuk SMAN 3 Cilacap

Steecy, CILACAP – Pertamina menyalurkan bantuan pemasangan panel surya ke SMA Negeri 3 Cilacap.

Dukungan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan program Sekolah Mandiri Energi (SEB) Pertamina.

Baca: Begini upaya Kilang Internasional Pertamina menjaga pasokan BBM dan LPG di masa transisi.

Program ini merupakan kerja praktek Pertamina untuk mempersiapkan generasi muda peduli lingkungan.

SEB Pertamina mengumumkan pada Selasa (8/11) di SMA Negri 3 Chilacap, bersama sub-holding perusahaan kilang dan petrokimia PT Kiran Pertamina International (PT KPI) Refinery Unit IV Chilacap, “Masyarakat Berkelanjutan” Acara tersebut bertemakan “Masyarakat Berkelanjutan”. dari “Promosi”.

Baca: Pertamina NRE dan VKTR bekerja sama untuk mempercepat transisi Indonesia ke kendaraan listrik

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung sekolah dan generasi muda untuk terlibat dalam kelestarian lingkungan.

Selain itu, kami mendorong siswa untuk memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat sekitar melalui pendidikan dan penggunaan energi terbarukan.

Dian Puspita Rini, General Support Manager PT KPI Refinery Unit IV Chilacap, mengatakan SEB ini sejalan dengan upaya Pertamina mendukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam penerapan nilai-nilai Adiwiyata di sekolah.

Pak Dian mengatakan program ini fokus pada ESG (Environment, Social and Governance) poin 4 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu pendidikan berkualitas, poin 7 energi bersih dan terjangkau, dan perubahan iklim poin 13. Ia menekankan bahwa hal ini merupakan hal yang penting. sejalan dengan upaya Pertamina untuk mengatasi hal tersebut . .

“Dengan inisiatif ini, mahasiswa akan belajar tentang energi terbarukan,” kata Dian.

Pak Dian juga menyampaikan harapannya dengan adanya bantuan panel surya ini, lingkungan sekolah menjadi lebih baik, ujarnya.

Pada kesempatan itu juga dilakukan sharing session bersama Billy Mambrassard, Staf Khusus Presiden.

Perwakilan dari Chilacap Refinery juga membawa berbagai materi ke kelas untuk memberikan sesi berbagi.

Rangkaian kegiatan SEB juga melibatkan partisipasi banyak siswa SMA Negeri 3 Cilacap khususnya pada saat Expo Upcycling Competition.

Ajang Pertamina ini mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan menciptakan alat-alat yang berjiwa lingkungan melalui kegiatan daur ulang.

Pj Manager CSR PT Pertamina (Persero), Reno Fri Daryanto, Area Manager Comm, Rell dan CSR RU IV Cilacap Cecep Supriatna turut serta dalam kegiatan ini.

Turut hadir pula Sri Mulniyati, Direktur Jenderal Departemen Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap, Dr. Suarni Randuma dari Tim Energi Baru dan Terbarukan Pertamina, dan Dr. Wisny Ayusumi dari Pertamedica IHC. (mrk/jpnn)

Mahfud Wanti-wanti Program Bansos Bukan Milik Pribadi!

Jakarta –

Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud Md kembali mewanti-wanti program bantuan sosial (bansos). Mahfoud menjelaskan, bantuan sosial bukanlah milik pribadi, melainkan kewajiban konstitusional negara untuk melindungi masyarakat miskin.

“Saya kembali menyadarkan masalah bantuan sosial (Bansos). Bansos bukan untuk semua orang, tapi tugas konstitusi negara untuk melindungi masyarakat miskin,” tulisnya di Instagram @mohmahfudmd, Senin (5) / 5). 2/2024).

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ini juga menegaskan, penyaluran bansos tidak cukup karena kendala administrasi. Oleh karena itu, jika dirinya dan Ganjar Pranowo dipercaya memimpin Indonesia, bantuan sosial akan ditingkatkan dan lebih tepat sasaran. Kini, kata dia, banyak bansos yang salah sasaran karena tidak dikelola dengan baik.

“Kalau Ganjar-Mahfud terpilih lagi, jumlah bansosnya akan bertambah, karena banyak bansos yang disalahgunakan, karena kacaunya pemerintahan,” tambah Mahfud.

Dalam kesempatan itu, Mahfud mengajak warga Pasuruan, Jawa Timur, untuk datang ke TPS pada 14 Februari 2024, dan mengingatkan agar memilih sesuai hati nurani, bukan karena hal-hal pokok atau amplop.

“Saya mengajak masyarakat Pasuruan datang ke TPS pada 14 Februari. Pilih sesuai hati nurani, jangan memilih sembako dan amplop. Karena harus menunggu lima tahun lagi untuk mendapatkan bantuan yang sama,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Mahfud beberapa waktu lalu. Menurutnya, bantuan sosial adalah bantuan pemerintah yang diselenggarakan oleh pemerintah dan DPR. Ia menegaskan, tidak benar bansos dianggap sebagai kebebasan orang lain.

“Bantuan sosial bukanlah bantuan pemerintah, melainkan bantuan negara. Pemerintah dan DPR bertanggung jawab atas jalannya negara, artinya bantuan sosial tidak mengorbankan negara. kebebasan orang lain. , namun sesuai ketentuan undang-undang Pejabat Mahfud MD, Kamis (25/1/2024).

“Tidak boleh dianggap membantu orang lain, harusnya dianggap sedekah,” lanjutnya.

Landasan undang-undang tersebut terdapat pada Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan bahwa anak-anak miskin dan terlantar harus diurus oleh pemerintah.

Saksikan juga videonya: Bahlil Tanggapi Sanksi DKPP yang Dijatuhkan ke Ketua KPU Terkait Pencalonan Gibran.

(kilo/kilo)