Bahas Kemandirian Industri Pertahanan, Dave Laksono Raih Gelar Doktor dari Unhan

Steecy, JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Kolektif Pusat (PPK) Kosgoro 1957 Dave Akbarshah Fikarno Laksono mendapat gelar doktor ilmu pertahanan dengan predikat cum laude dari Universitas Pertahanan.

Sementara itu, Dave dalam sidang terbuka di Universitas Pertahanan, Kamis (4/1) mengangkat tesisnya tentang kerja sama dan kemandirian industri pertahanan untuk mendukung produk domestik bruto sebagai upaya pertahanan negara.

Baca juga: Dave Laksono Bicara Pentingnya Peran Digitalisasi Bagi Perekonomian ASEAN di China

Dave dalam tesisnya menyampaikan perlunya optimalisasi perumusan kebijakan Kementerian Pertahanan dan DPR RI dalam kerja sama industri pertahanan.

“Selanjutnya Kementerian Pertahanan, KKIP, DPR RI dan KTP harus aktif berkoordinasi agar kebijakan yang telah dirumuskan dapat berhasil ketika melakukan evaluasi selanjutnya,” ujar anggota Komisi I DPR RI itu saat membuka acara. sidang, Kamis (4/1).

Baca Juga: Dave Laksono Ungkap Dampak Nyata Penjajahan Gaya Baru

Dave mengatakan KKIP dan industri pertahanan harus meningkatkan kemampuan transfer material, kemampuan MRO dan komitmen penerapan TKDN.

Hal ini tidak lepas dari peran DPR RI melalui pembentukan regulasi dan roadmap anggaran untuk mendukung penggelaran industri pertahanan menuju kemandirian, kata politikus Golkar ini.

BACA JUGA: Berkunjung ke Swiss, Dave Laksono melihat produk-produk inovatif untuk pelayanan publik

Dave dalam tesisnya juga membahas bahwa pemerintah harus melakukan banyak upaya agar negara dapat mewujudkan Indonesia emas pada tahun 2045.

Beberapa di antaranya adalah pembangunan infrastruktur, penguatan kapasitas sumber daya manusia, percepatan penelitian dan inovasi, pengembangan usaha, penyempurnaan kebijakan dan regulasi, serta peningkatan sumber investasi dan pendanaan.

Ia juga menyampaikan bahwa pembenahan pilar transformasi ekonomi sangat penting sebagai bentuk dukungan menuju Indonesia emas pada tahun 2045.

Dari segi riset, kata dia, sektor industri pertahanan bisa memberikan kontribusi tersendiri khususnya pada kelompok manufaktur dalam PDB.

“PDB bisa dijadikan indikator negara berpendapatan tinggi atau negara maju, pemerataan pendapatan atau menurunkan koefisien Gini, jadi ciri-ciri negara kuat dengan PDB tinggi antara lain adalah sektor pertahanan,” Dave Dave. dikatakan. .

Namun, lanjutnya, pemerintah harus keluar dari jebakan pendapatan menengah dalam upaya mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045.

“Indonesia kaya akan bahan baku dan energi, sehingga harus dilakukan hilirisasi agar dapat memberi nilai tambah untuk memperkuat pertahanan kita,” kata Dave.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Anggota Wantimpres Agung Laksono, Kepala BSSN Hinca Siburian dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menghadiri sidang terbuka tersebut.

Turut hadir dalam rapat tersebut Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid, Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin dan Bobby Rizaldi, dan Ketua DPD Golkar Jawa Barat Ace Hasan Syadzily. (ast/jpnn)

Doktor Farmasi UI Temukan Daun Gambir Sebagai Produk Herbal Penurun Kolesterol

Steecy, Jakarta – Doktor Ilmu Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FF UI), Dr. sesuai Nanang Junarto, M.C., menemukan harapan baru pada sumber daya alam Indonesia, yaitu tanaman gambir (Uncaria gambir Roxb) yang terbukti mampu menurunkan gula darah. Efek menurunkan gula darah tergantung pada kandungan katekin pada daun gambir.

Selama ini pengobatan kolesterol masih melibatkan penggunaan obat-obatan kimia seperti statin yang dapat menimbulkan efek samping jika digunakan dalam jangka waktu lama.

Penelitian Nanang di bawah pimpinan FFUI Prof. Dr Fit. Berna Elya, M.C. dan Prof. Dr Fit. Rani Sauriasari, PhD dan profesor peneliti dengan pengalaman di bidang epidemiologi dan biostatistik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Laurentia Conady, MS, Sp.GK.

Penelitian Nanang diharapkan dapat mendukung laju pengembangan produk fitofarmaka Indonesia, mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor, dan memberikan kita informasi tentang produksi bahan tanaman obat alami yang aman bagi masyarakat, kata Berna. dalam keterangan yang ditulis Tempo, Senin 29 Januari 2024.

Penelitian ini juga melakukan uji klinis terhadap fraksi etil asetat daun Gambir dalam bentuk tablet salut selaput. Pembuatan tablet salut film fraksi etil asetat daun gambir dilakukan pada skala produksi menggunakan fasilitas industri yang memenuhi standar Cara Pembuatan Farmasi yang Baik (CPOTB) di PT. Laboratorium Deltamed.

Hasil uji klinis menunjukkan kombinasi 10 miligram simvastatin dan 2 tablet yang diletakkan pada lapisan fraksi etil asetat daun udang (dosis 1000 mg) memberikan hasil terbaik dalam menurunkan kolesterol, trigliserida, LDL dan meningkatkan kadar HDL. . .

Dari segi keamanan, penggunaan tablet ini aman selama 12 minggu, tidak mempengaruhi fungsi organ vital dan tidak menunjukkan efek buruk pada pasien. Dengan temuan tersebut, rami bisa menjadi alternatif alami yang efektif dan aman untuk mengatasi masalah tekanan darah tinggi.

Dengan temuan ini, sebagian daun gambir menjanjikan sebagai produk fitofarmaka dan mungkin efektif serta aman untuk pengobatan masalah tekanan darah tinggi. Dengan produksi ekstrak jahe per tahun sekitar 27 ribu ton di Indonesia, ketersediaan bahan baku tersebut cukup untuk produksi mandiri produk fitofarmaka daun jahe. Hal ini dapat mendukung rencana pemerintah untuk mempercepat pengembangan fitofarmaka dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Berkat penelitiannya tersebut, Nanang mendapatkan gelar Doktor Ilmu Farmasi pada Temu Umum Doktor yang digelar di Conference Hall FFUI pada 12 Januari 2024. untuk pengembangan ilmu kedokteran dan semua kelas sosial.

Kolesterol tinggi dan lemak darah bisa menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular dan jantung. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan pada tahun 2022, penderita kolesterol di Indonesia akan mencapai 28 persen dari total penduduk.

Selalu dengan informasi terbaru. Dengarkan berita dan berita pilihan dari Steecy di saluran Telegram “Steecy Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu menginstal aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Indonesia memiliki 10 persen TBC di dunia, Erlina Burhan dalam pidato pengabdiannya sebagai Guru Besar FK UI Baca Selengkapnya TBC Menggunakan AI.

Erlina Burhon memaparkan perdebatan mengenai pengobatan kanker dalam pidato pengabdiannya sebagai guru besar FC UI. Ini menyediakan data GIS tentang tuberkulosis. Lagi

Ini adalah tim mahasiswa UI yang bermain dengan nama WETANI | menciptakan Ketakutan di Shaw. Lagi

Yusril Ihza Mahendra membela Jokowi pada Pilpres 2019 dan menjadi tim kuasa hukum Prabowo pada Pilpres 2024. Inilah kisahnya. Lagi

Andriy Maruli Tua Lubis dibuka sebagai guru besar di Fakultas Kedokteran UI. Lihat halaman ortopedi ini. Lagi

Universitas Indonesia telah mengukuhkan 3 orang guru besar di Fakultas Kedokteran yaitu Amiliana Mardiani Soesanto. Apakah ini bagian dari pola UI? Lagi

Universitas Indonesia (UI) telah melantik 3 orang Guru Besar Fakultas Kedokteran, salah satunya adalah Prof. Erlina Burkhan. Ini halamannya. Lagi

UI memiliki 79 program akademik atau jurusan. Tujuh di antaranya difavoritkan dalam Survei Prestasi Nasional (SNBP). Lagi

Anies Baswedan menghadiri pengukuhan tiga guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI). Mahfoud MD juga hadir. Lagi

Berikut beberapa gejala kolesterol tinggi pada wanita yang patut Anda waspadai. Pelajari juga cara mencegah kolesterol dengan mengubah gaya hidup Anda. Lagi

Raih Gelar Doktor, Ustaz Yusuf Mansur Berharap Ilmunya Bermanfaat

Steecy, JAKARTA – Pendeta Ustaz Yusuf Mansur (UYM) menyandang gelar doktor setelah menyelesaikan gelar doktor di Universitas Trisakti.

Sebelumnya, Pimpinan Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an menyelesaikan Magister Ekonomi pada tahun 2017.

BACA JUGA: Viral Ustaz Yusuf Mansur Ngaku Jadi Komisaris Grab, Oh Ternyata

Artikel UYM berjudul ‘Analisis Kebijakan Pemerintah dan Faktor Penentu Keberhasilan Pondok Pesantren Dalam Meningkatkan Perekonomian Nasional’.

“Saya punya tanggung jawab dan waktu, dan saya sudah mengerjakan disertasi sederhana,” ujarnya di UYM, Jakarta, Selasa (6/2).

BACA JUGA: Ana Bicara Soal Pernikahan dengan Ustaz Yusuf Mansur dan Perceraian di BBM

Pemilik nama asli Jam’an Nurchotib Mansur ini pun berharap ilmu yang dimilikinya bisa membantu masyarakat.

Ia mengetahui bahwa ia mendapat posisi disertasi dan penelitian sederhana di pesantrennya.

BACA JUGA: 3 Berita Artis Terpanas: Hotman Bilang Hormat Raffi Ahmad, Teuku Ryan Tutup Mulut

“Ini situs Darul Qur’an sendiri. Jadi saya coba end to end dan menjadi disertasi. Karena datanya sudah ada, jadi mudah,” ujarnya.

Diumumkan bahwa UYM telah menyelesaikan program doktor dengan nilai ‘Sangat Memuaskan’ dan nilai rata-rata 3,54.

“Saya memiliki gelar PhD di bidang ekonomi terapan. Artikel-artikel (disertasi) yang ada perlu dikembangkan lebih lanjut,” ujarnya. (jlo/jpnn)