Kanalkan Industri Fintech P2P Lending, Talkshow Infinity Hadirkan PinjamYuk

REPUBLIKA.CO. / 2/2024), menghadirkan PinjamYuk sebagai platform pembiayaan fintech atau P2P (peer-to-peer).

Bertempat di Gedung Cyber ​​University Dulunya BRI Center, Jalan TB Simatupang No 6, RT 7/RW 5, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, PinjamYuk memberikan pengetahuan mengenai industri fintech P2P Lending kepada peserta melalui direktur pemasaran, Agustina Kadiani yang merupakan salah satunya dari para pembicara dalam program diskusi.

Dalam pemaparannya, Agustina menyampaikan poin-poin penting mengenai bisnis Fintech P2P loan yang cocok bagi generasi baru dalam operasionalnya. Dijelaskannya satu per satu, mulai dari model bisnis P2P Fintech, peran bisnis P2P Fintech dalam lingkungan keuangan, hingga lapangan kerja dan peluang era baru dalam industri P2P Fintech.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan: “Fintech P2P lending, sesuai dengan namanya, merupakan Fintech peer-to-peer yang menghubungkan satu peer sebagai pemberi pinjaman atau sponsor dengan peer lainnya sebagai peminjam atau penerima dana dalam satu platform online yang sama.” . Rabu. (7/2/2024).

Selain itu, Fintech P2P Lending berfungsi untuk melakukan credit scoring atau analisis risiko bagi pemberi pinjaman ketika memberikan dana kepada peminjam. Selain itu, usaha ini mempunyai kegiatan lain, salah satunya adalah penyusunan peraturan perusahaan sesuai dengan peraturan Badan Jasa Keuangan (OJK).

. masyarakat agar tidak salah paham dengan industri Fintech “Inilah -P2P Lending. Sekali lagi sebagai penyeimbang antara mengajukan pinjaman dan memberikan uang kepada investor”, Agustina.

Namun masih terdapat perbedaan pendapat masyarakat mengenai Fintech P2P lending dan transaksi utang ilegal. Agustina kembali menegaskan, ada perbedaan yang jelas di antara keduanya. Salah satunya adalah bisnis Fintech P2P loan diatur oleh OJK, sedangkan Pinjol ilegal tidak diatur oleh OJK.

Soal PHK Xendit, Pengamat: Core Business Tidak Lagi Terlalu Istimewa

Steecy, Jakarta – Xendit merumahkan sejumlah karyawannya. Tindakan ini dinilai berimbang dan meningkatkan potensi jangka panjang perusahaan.

Xendit adalah perusahaan yang menyediakan layanan untuk membantu pasar menyederhanakan pembayaran dan pembiayaan. Xendit mengatakan perampingan ini tidak akan mempengaruhi operasionalnya sebagai perusahaan fintech.

General Manager Xendit Indonesia Mikiko Steven mengucapkan terima kasih kepada para karyawan yang telah berkontribusi terhadap kesuksesan dan pertumbuhan Xendit selama ini. Diakuinya, sulit bagi Xendit untuk mengikuti jalur likuidasi, namun kini sumber daya harus dialokasikan untuk strategi bisnis baru.

Dalam keterangannya, Mikiko mengatakan, “Xendit telah melakukan restrukturisasi organisasi (PHK) untuk meningkatkan kapasitas jangka panjang. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota tim atas kontribusinya. strategi bisnis.” . Dikutip Tempo pada Kamis, 25 Januari 2024.

Terkait pembatalan yang dilakukan Xendit, startup dan IT analis Heru Sutadi menilai masih ada risiko pembatalan di perusahaan, khususnya start-up. Salah satunya berkaitan dengan stabilitas perusahaan dan pencarian strategi bisnis baru.

Heru mengatakan Xendit merupakan startup yang sudah mencapai level unicorn, namun badai perpecahan masih terus berlanjut di startup ini. Beberapa alasannya diperkirakan berasal dari persaingan dan revolusi bisnis digital yang semakin berkembang.

“Ini menunjukkan badai perceraian masih mencakup startup yang berubah menjadi unicorn,” kata Heru saat dihubungi Tempo. Juga menambahkan alarm serupa

Heru menilai perkembangan bisnis Xendit saat ini sangat sulit dibandingkan lima atau delapan tahun lalu. Alasannya adalah tidak ada keuntungan dalam nilai komersial yang ditawarkan Xendit karena dompet digital bukanlah hal baru saat ini.

“Bisnis inti Xendit sudah tidak unik lagi dibandingkan lima atau delapan tahun lalu. Saya khawatir Xendit (Xendit) tidak akan bangkrut kecuali menemukan strategi baru dalam layanannya,” kata Heru.

Heru mengatakan, perkembangan dompet digital menjadi tantangan besar bagi bisnis Xendit. Ia mengatakan bahwa pengguna saat ini tidak membutuhkan layanan yang ditawarkan Xendit. Oleh karena itu, Heru menyarankan agar Xendit dapat menemukan strategi bisnis baru yang dibutuhkan dan dicari masyarakat saat ini.

Update informasi terkini secara berkala. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan dari Steecy di saluran Telegram “Steecy Update”. Untuk bergabung, klik https://t.me/tempodotcoupdate. Pertama, Anda harus menginstal aplikasi Telegram.

Pada Januari 2024, hampir 24 ribu pekerjaan di sektor teknologi ditolak. Baca selengkapnya

Headset Vision Pro VR/AR mungkin merupakan perangkat Apple pertama yang memanfaatkan Teknologi Pengenalan Lingkungan Dalam. Baca selengkapnya

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menilai perkembangan teknologi yang besar ini bisa dilihat dari kedua sisi. Baca selengkapnya

Inisiatif neuroteknologi Elon Musk, Neuralink, berhasil melakukan operasi implan chip pertama pada otak manusia. Baca selengkapnya

Pemilik PT Inclusive Finance Group alias Danacita angkat bicara menyusul tingginya kasus pembayaran biaya pembayaran menggunakan pinjaman di Institut Teknologi Bandung (ITB). Baca selengkapnya

Berita bisnis terkini pada Selasa malam 30 Januari 2024 diawali dari ramalan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada tahun 2023.

Levi’s akan memberhentikan 15 persen tenaga kerjanya tahun ini karena melambatnya penjualan. Baca selengkapnya

Dengan berkembangnya dunia digital secara bertahap, terdapat banyak permintaan terhadap lulusan sistem informasi. Berikut ini adalah sistem informasi terbaik untuk pekerjaan. Baca selengkapnya

ITB menyadari bahwa tidak semua orang bisa meminjam uang ke bank karena diperlukan jaminan. Baca selengkapnya

Divisi game Microsoft juga merupakan bagian dari akuisisi perusahaan game Activision Blizzard. Baca selengkapnya