BMKG: Hujan Lebat Berpotensi Landa Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Steecy, JAKARTA – Badan Meteorologi, Meteorologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan hujan lebat kemungkinan akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada Selasa (13 Februari 2024). Daerah tersebut antara lain Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung.

Selain wilayah tersebut, berdasarkan laman resmi BMKG di Jakarta, Selasa, wilayah yang juga berpotensi mengalami hujan lebat adalah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kawasan Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Barat. Tenggara

Hujan lebat juga diperkirakan akan melanda wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, dan Papua pada Selasa.

Dari sekian banyak wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat, hujan di beberapa wilayah antara lain berupa badai petir disertai petir dan kilat, seperti Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Jawa Barat.

Badai ini juga akan melanda DKI Jakarta, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, dan Papa Barat.

Deputi Bidang Investigasi Cuaca BMKG Guswanto mengatakan perlunya peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi cuaca buruk yang dapat menimbulkan bencana cuaca. Pasalnya, hasil analisis cuaca menunjukkan setidaknya hingga 15 Februari 2024 rata-rata curah hujan berkisar antara 150 mm hingga 300 mm dan mungkin lebih.

“Laporan-laporan tersebut merupakan hasil penelitian ilmiah sehingga perlu disikapi dengan semangat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi semua pihak untuk mengurangi risiko bencana,” kata Guswanto.

Libur Ganda Isra Miraj dan Imlek, Area Hujan Lebat di Jawa Barat Berkurang

Steecy, Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian besar wilayah Jawa Barat akan diguyur hujan terus menerus selama sepekan ke depan, 5-11 Februari 2024. Uniknya, momentum meningkat menjelang libur panjang akhir pekan. Mulai dari Isra Miraj pada Kamis, 8 Februari, dan kemudian pada 10 Februari Tahun Baru Imlek, wilayah yang terkena hujan lebat akan berkurang.

Berdasarkan prakiraan Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat, pada tanggal 5 hingga 6 Februari 2024, hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat akan mengguyur puluhan wilayah di Jabar. Daerahnya antara lain sebagian Bogor, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Indramayu, Cirebon. , Majalengka, Kuningan dan Sumedang. Lalu ada Bandung Raya, Cianjur, Sukabumi, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran. Jika intensitasnya sangat kuat, hujan bisa disertai petir dan angin kencang.

Mulai Rabu, 7 Februari, peluang hujan lebat mulai berkurang, hanya di wilayah Bogor, Cianjur, Sukabumi, Karawang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Purwakarta. Prakiraan ini juga berlaku untuk wilayah Subang, Kuningan, Ciamis, Cirebon, Kota Banjar, Majalengka, dan Sumedang. Keesokan harinya, saat libur Isra Miraj, hanya sebagian wilayah Karawang, Bekasi, Subang, Kabupaten Bandung, Sumedang, dan Majalengka yang berpotensi diguyur hujan lebat.

Pada Jumat 9 Februari 2024, wilayah hujan lebat hanya meliputi Karawang, Bekasi, dan Subang. Sementara itu, pada libur Imlek 10 Februari mendatang, hujan lebat diperkirakan terjadi di wilayah Bogor, Subang, Indramayu, Cirebon, dan Kuningan. Zona hujan akan kembali meluas ke wilayah Bogor, Cianjur, Karawang, Subang, Purwakarta, Sumedang, Garut, Ciamis, Kota Banjar, Pangandaran, Kuningan dan Majalengka pada 11 Februari 2024.

Rakhmat Prasetia, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat, mengatakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi terbentuknya awan dan hujan di sebagian wilayah Jawa Barat. Misalnya, suhu permukaan laut yang relatif hangat di sekitar perairan Indonesia menunjukkan kemungkinan terbentuknya uap air tambahan di banyak wilayah, termasuk Jawa Barat. Selain kelembapan, gelombang atmosfer tipe Rossby Equator dan Kelvin diperkirakan akan terjadi di wilayah Jawa Barat awal pekan ini.

Sirkulasi siklon diperkirakan akan terus berkembang di Samudera Hindia sebelah barat Pulau Sumatera dan melintasi Samudera Hindia barat daya Banten, ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu, 4 Februari 2024.

Sirkulasi ini mengawali terbentuknya zona konvergensi angin di sekitar wilayah Jawa Barat. Secara umum kondisi atmosfer sedang hingga sangat tidak stabil. Patut diingat, pada pekan sebelumnya, BMKG memperkirakan akan terjadi hujan sedang hingga lebat di sebagian besar wilayah Jawa Barat. Kondisi cuaca tersebut selama sepekan sebelum 5 Februari 2024 berlaku di wilayah Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Cirebon, Indramayu, Sukabumi, Cianjur, Kawasan dan Kota Bandung, Kawasan Bandung Barat, Garut , Tasikmalaya, Ciamis dan Pangandaran.

Pilihan Redaksi: BMKG: Gelombang laut mungkin terjadi hingga 4 meter, kapal nelayan dan kargo harus hati-hati

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar lokal di wilayah setempat. Baca selengkapnya

Gempa yang terjadi merupakan gempa tipe rendah akibat aktivitas Megathrust. Baca selengkapnya

Gelombang tinggi berkisar 2,5-4,0m kemungkinan terjadi di Laut Natuna Utara, Perairan Talaud, Pasifik utara Halmahera, Laut Arafuru. Baca selengkapnya

LRT Jabodebek mulai menjadi gaya perjalanan masyarakat, terutama saat libur panjang Isra Mikraj dan Tahun Baru Imlek. Baca selengkapnya

BMKG mengumumkan kemungkinan hujan lebat akan meluas ke sebagian besar provinsi di Indonesia pada Jumat, 16 Februari 2024 ini.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sebagian wilayah Jakarta akan diguyur hujan ringan pada pagi hari. Hujan dan kilat mungkin terjadi dini hari pada hari Sabtu. Baca selengkapnya

Perubahan waktu dan tempat Pekan Kebudayaan Tionghoa Yogyakarta ke-19 ini karena bertepatan dengan pemilihan umum. Baca selengkapnya

Komeng mendapat perhatian publik ketika fotonya di surat suara unik. Mengapa Komeng menggunakan foto ini? Baca selengkapnya

Peringatan dini terjadinya gelombang tinggi hingga 4 meter ditujukan kepada BMKG bagi masyarakat pesisir dan pelaut. Baca selengkapnya

Kemungkinan hujan deras di Jabar saat Pilkada 2024 menjadi artikel terpopuler di Top 3 Tekno saat ini. Baca selengkapnya

Banjir dan Longsor di Cilacap, Warga Masih Diminta Siaga

Steecy, Jakarta – Banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Senin sore, 5 Februari 2024. Kejadian tersebut diawali dengan hujan deras selama kurang lebih dua jam yang menyebabkan Sungai Chilopadang meluap sekitar pukul 16.00 WIB. Beberapa saat kemudian terjadilah tanah longsor.

Daerah terdampak berada di empat desa di dua kecamatan. Yakni Desa Cijati dan Reyodadi di Kecamatan Cimanggu serta Cikopadang dan Padang Jaia di Kecamatan Mayenang.

Data yang diterima Pusat Pengendalian Operasi BNPB pada Selasa pagi, 6 Februari 2024, tercatat 157 rumah rusak akibat banjir setinggi 60 cm. Berdasarkan pantauan BPBD Kabupaten Cilacap, terjadi penurunan ketinggian air di sejumlah wilayah pada Selasa pagi. Selain itu, longsor juga memakan korban jiwa satu warga sekitar. Dia berada di dalam rumah dan dilaporkan tertimbun material longsor. Polisi masih mencarinya.

Tak hanya rumah warga, beberapa akses jalan juga tidak bisa dilalui akibat terhadang longsor. Selain pencarian korban, petugas gabungan memprioritaskan pembukaan jalan yang masih tertutup longsor.

Sementara itu, hujan sedang atau lebat disertai angin kencang kemungkinan terjadi di sebagian wilayah Provinsi Jawa Tengah pada 6-7 Februari 2024, demikian prakiraan cuaca BMKG. BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersiap.

Pilihan Redaksi: Dalam debat capres, Prabowo ngotot mau bangun pabrik ponsel, kata pengamat, tapi TKDN dulu

Gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar lokal di daerah tersebut. Lebih terinci

Gempa yang terjadi Merupakan gempa tipe dangkal yang disebabkan oleh aktivitas megathrust. Lebih terinci

Gelombang tinggi dengan rentang 2,5 – 4,0 m berpotensi terjadi di Laut Natuna Utara, Perairan Talawud, utara Halmahera di Samudera Pasifik, Laut Arafuru. Lebih terinci

BREAKING NEWS: Warga Rempang mengaku terus berjuang menghadapi kebangkitan Prabowo-Gibran, dan harga pangan akan naik pasca pemilu. Lebih terinci

BNPB berupaya memanipulasi intensitas curah hujan di beberapa wilayah langit Jawa Tengah. Berusaha mengurangi hujan yang menyebabkan banjir. Lebih terinci

BMKG menyatakan potensi hujan lebat masih akan terjadi di banyak provinsi di Indonesia pada Jumat, 16 Februari 2024. Baca selengkapnya

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sebagian wilayah Jakarta akan diguyur hujan ringan pada pagi hari. Kemungkinan hujan lebat dan badai petir pada Sabtu pagi. Lebih terinci

Banjir masih cukup tinggi di beberapa tempat sepanjang jalur Panthura. Seperti apa pengalihan lalu lintasnya? Lebih terinci

KPU mengumumkan nantinya akan dilakukan pemungutan suara di wilayah yang terkena bencana, salah satunya Demak. Baca selengkapnya

Menteri PUPR Basuki Hadimulyono mengungkapkan, dua retakan pada tanggul sudah diperbaiki. Dia memperkirakan banjir di Demak bisa surut dalam dua hari. Lebih terinci

Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Ringan hingga Lebat Mendominasi, Gelombang 6 Meter, dan Banjir Rob

Steecy, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk Sabtu, 27 Januari 2024, sebagian besar wilayah Indonesia akan diguyur hujan ringan hingga lebat, sedangkan wilayah lainnya cerah dan berawan.

BMKG melaporkan, saat ini terjadi sirkulasi siklon di Samudera Pasifik utara Papua. Selain itu, wilayah perputaran dan konvergensi angin juga terpantau khususnya di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, kemudian Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Nusa Tenggara dan sebagian besar pulau Kalimantan. Kecuali Kalimantan Utara. , kemudian di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan sebagian besar wilayah Indonesia bagian timur.

Kondisi ini mampu memunculkan kemungkinan tumbuhnya awan hujan terutama di sekitar zona konvergensi sirkulasi siklon dan vortisitas angin, demikian bunyi prakiraan BMKG.

Sumatera biasanya hujan ringan, namun berpotensi terjadi hujan sedang di Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara. Hujan lebat berpotensi terjadi di Aceh.

Umumnya wilayah Jawa diguyur hujan ringan, namun kemungkinan hujan sedang terjadi di Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Banten. Hujan lebat berpotensi terjadi di Jawa Tengah. Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) umumnya hujan ringan, namun berpotensi hujan sedang.

Kalimantan secara umum mempunyai curah hujan ringan, namun curah hujan sedang kemungkinan besar terjadi di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara.

Sulawesi umumnya cerah dan berawan, namun Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Gorontalo berpeluang hujan sedang. Maluku dan Papua umumnya cerah dan berawan, namun kemungkinan hujan sedang di Papua Barat. Hujan lebat berpotensi terjadi di Papua.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari timur laut ke tenggara dengan kecepatan 4-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan biasanya bergerak dari timur ke selatan dengan kecepatan 4-20 knot.

Angin kencang diperkirakan terjadi di beberapa wilayah Indonesia seperti Aceh, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Selatan.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka Utara, Laut Natuna Utara, Perairan Banten Selatan, dan Laut Sulawesi.

Gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 m mampu melaju di Samudera Hindia sebelah barat Lampung, perairan Jawa Barat hingga Jawa Timur, perairan selatan Banten hingga NTB, perairan utara Kepulauan Anambas hingga Kepulauan Natuna, dan perairan selatan. Kepulauan Natuna. Kepulauan Natuna – Pulau Midai, Perairan Subina – Kepulauan Sarasan, Perairan Utara Sambas, Laut Arafuru, Perairan Kepulauan Sangehe sampai Kepulauan Sitaru, Perairan Bitung – Likupang, Laut Maluku Utara, Perairan Utara dan Timur Halamhera, Laut Halamhera dan Perairan Barat Laut Papua hingga Biak Barat, dan Samudera Pasifik barat laut dari Papua hingga Papua.

Sedangkan gelombang sangat tinggi (4,0-6,0 m) berpeluang terjadi di Laut Natuna bagian utara, perairan Kepulauan Talud, dan Samudera Pasifik utara Halamhera.

Suhu di Indonesia berkisar antara 19 hingga 34 derajat Celcius dan kelembapan 55 hingga 100 persen.

Sementara itu, terjadinya fase bulan purnama berpotensi menimbulkan banjir rob khususnya di wilayah pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Tengah, pesisir Jawa Timur, pesisir Kalimantan Barat, dan pesisir Maluku Utara.

Selalu update dengan informasi terbaru. Dengarkan berita terkini Steecy dan pilih berita di saluran Telegram “Steecy Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu menginstal aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Pada Selasa 13 Februari 2024, Kalimantan Selatan kembali dilanda gempa bumi baru-baru ini. Gempa susulan sejak pagi tadi. Baca selengkapnya

Gelombang setinggi 4-6 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna bagian utara dan perairan utara Kepulauan Natuna. Baca selengkapnya

Hujan ringan mendominasi wilayah Jakarta pada Selasa malam jelang Pemilu 2024. Baca selengkapnya

Dari data BMKG, gempa yang mengguncang Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah ini terletak 19 km timur laut Banjar. Baca selengkapnya

Kepulauan Sangehe, Sulawesi Utara, dilanda gempa tektonik berkekuatan M4,8. BMKG menyatakan tidak ada kemungkinan tsunami akibat gempa ini. Baca selengkapnya

BMKG memperingatkan kemungkinan terjadinya angin topan di kota-kota sekitar Jakarta. Baca selengkapnya

BMKG memperkirakan cuaca di Jakarta masih berawan disertai hujan ringan dan petir pada dini hari nanti.

Pada pemilu 14 Februari 2024, cuaca di Palembang dan sekitarnya kemungkinan masih akan turun hujan dengan intensitas bervariasi. Baca selengkapnya

Gelombang setinggi 4-6 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna bagian utara dan perairan utara Kepulauan Natuna. Baca selengkapnya

Sebagian besar wilayah Indonesia didominasi curah hujan ringan hingga lebat. Baca selengkapnya