Terpopuler: Pertemuan Sri Mulyani-Megawati di Tengah Tekanan Bansos, Faisal Basri Ajak Tom Lembong Tantang Luhut Debat Hilirisasi

Steecy, Jakarta – Berita terbaru yang banyak menyita perhatian pembaca adalah pembahasan pertemuan Sri Mulyani dan Megawati Soekarnoputri. Ketua Umum PDI Perjuangan Sri Mulyani berkumpul di tengah kabar adanya desakan untuk menambah anggaran dana sosial (Bansos).

Selain itu, pemberitaan lain yang banyak dibaca adalah tentang tanggapan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia terhadap kritik mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Faisal Basri kemudian mengajak Tom Lembong menantang Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk membahas hal yang mendasarinya.

Kemudian, Anies Baswedan mengkritisi gagasan Revolusi Mental yang diusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama ini belum terlaksana dengan baik.

Lalu ada kabar mengenai alasan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyatakan memutuskan mengimpor kereta rel listrik (KRL) dari China.

Berikut rangkuman lima berita Steecy: Sri Mulyani Megawati Temui Jokowi di Tengah Desakan Uang Bansos, Ini yang Dibicarakan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat menghadapi tekanan terhadap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, mundurnya kabinet, dan anggaran penyediaan bantuan sosial (Bansos) pada 2024. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto membenarkan pertemuan SMI dengan Megawati.

Menurut Hasto, pertemuan tersebut dilakukan secara rutin dengan Megawati menjabat sebagai Ketua Dewan Direksi Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dan Sri Mulyani menjabat sebagai Ketua Dewan Direksi. Selain itu, kata Hasto, situasi bangsa dan negara juga dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Tentu kita juga bicara tentang situasi bangsa dan negara, kita bicara soal fiskal. Itu masalah besar,” katanya.

Hasto enggan menjelaskan lebih lanjut isi pembicaraan Megawati dan Sri Mulyani. Namun, dia meyakinkan keduanya sama-sama mengabdi pada kepentingan masyarakat Indonesia.

“Iya, saat ini sedang diupayakan penggunaan Bansos (bansos) untuk pemilu, karena anggaran masing-masing kementerian dikurangi 5 persen untuk pemilu. Kita harus melihat kepentingan nasional yang lebih besar,” ujarnya.

Sri Mulyani dikabarkan menolak alokasi anggaran BLT Mitigasi Risiko Pangan atau BLT Pangan karena akan membebani dana negara. Dalam pemberitaan Majalah Tempo edisi 21 Januari 2024, sumber Tempo mengungkapkan Sri Mulyani Jokowi merasa tertekan untuk mengalokasikan APBN untuk bantuan sosial. Rekan Sri Mulyani mengatakan, pembahasan penyaluran bansos dipercepat setelah Mahkamah Konstitusi membacakan putusan yang membuka jalan bagi Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi, untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden pada Pilpres 2024. Pada akhirnya memang demikian. Dipasangkan dengan Prabowo Subianto.

Sumber yang sama menyebutkan, pada bulan ini Jokowi meminta Sri Mulyani menyiapkan bantuan sosial bulanan sebesar Rp500 ribu per KPM untuk El Nino. Namun Sri Mulyani menolaknya karena akan membebani keuangan negara. Akhirnya disepakati besaran bantuan sebesar Rp 200 ribu per bulan.

Berita selengkapnya dapat dibaca di sini.

Berikutnya: Bahlil Tanggapi Kritik Ahok terhadap Politisasi Bansos…

Lanjutkan membaca