Izin Produksi Daihatsu Gran Max di Jepang Dicabut Imbas Skandal Keselamatan, Toyota Town Ace dan Mazda Bongo juga Ikut Terdampak

Suaramerdeka, Jepang – Kementerian Transportasi Jepang mengumumkan pada 16 Januari bahwa mereka akan membatalkan izin produksi tiga kendaraan produksi massal Daihatsu.

Hal ini terjadi setelah skandal penipuan tes keamanan yang dialami Dafa baru-baru ini.

Asahi Shimbun melaporkan bahwa izin produksi mobil termasuk Daihatsu Gran Max, Toyota Town Ace dan Mazda Bongo telah dicabut.

Baca juga: Masyarakat Bugis Sigajang Laleng Lipa, Tradisi Ekstrim Mirip Carok Madura, Harga Diri dan Hidup Berisiko

Keputusan itu diambil setelah tim investigasi mengungkap penipuan yang melibatkan penggunaan data palsu dalam uji sertifikasi keselamatan Daihatsu.

Menteri Transportasi Jepang Tetsuo Saito mengatakan Kementerian Transportasi Jepang akan mengeluarkan perintah perbaikan kepada Presiden Daihatsu Soichiro Okudaira, yang memerlukan reformasi struktur organisasi pabrikan.

“Ini merupakan masalah besar bagi kredibilitas industri manufaktur Jepang,” kata Saito pada konferensi pers.

Baca Juga: Profil dan Biodata Ulama Karismatik Indramayu Buya Syakur Meninggal di Rumah Sakit

Pembatalan izin produksi berarti ketiga model tersebut tidak dapat diproduksi secara seri hingga izinnya diperoleh kembali.

Di saat yang sama, menurut Paul Tan, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang, selain mencabut izin produksi atau persetujuan tipe (VTA) mobil tersebut, juga memerintahkan Daihatsu untuk menyampaikan laporan penarikan kembali dua unit produksi massalnya. mobil jika tidak memenuhi persyaratan. . standar.

Baca juga: Kurang dari Sebulan Kunjungan Terakhir dan Beberapa Hari Usai Pertemuan dengan Investor Brunei, Presiden Joko Akan Kunjungi IKN Lagi, Ada Apa?

Kedua mobil tersebut adalah Daihatsu Cast dan Toyota Pixis Joy.

Daihatsu telah berhenti memproduksi mobil produksi dalam negeri di Jepang hingga akhir Januari 2024 setelah skandal pemalsuan uji keselamatan terungkap.