Sebagian Orang Takut Makan Telur, Betulkah Kolesterolnya Tinggi?

Steecy, JAKARTA – Selama bertahun-tahun, muncul perdebatan apakah telur menyehatkan jantung atau tidak. Ada anjuran dari banyak organisasi kesehatan dan pakar untuk membatasi telur karena dianggap dapat meningkatkan kolesterol.

Di seluruh dunia, penyakit jantung merupakan masalah utama, dan penyakit jantung menyebabkan hampir 20 juta kematian setiap tahunnya. Penyebab utamanya adalah penumpukan lemak di pembuluh darah sehingga menghambat atau menghambat aliran darah.

Pada saat yang sama, dinding arteri dapat menebal dengan endapan dalam proses yang disebut aterosklerosis. Ada banyak faktor yang berkontribusi terhadap aterosklerosis seperti merokok, alkohol, tekanan darah tinggi dan kolesterol darah tinggi.

Oleh karena itu, sebagian orang masih “takut” mengonsumsi telur karena risiko kolesterolnya. Namun hal tersebut dibantah oleh ahli jantung Jack Wolfson yang menghimbau masyarakat untuk tidak khawatir mengonsumsi telur.

Dalam video TikTok berjudul “Saya Tidak Akan Pernah Menjadi Ahli Jantung,” Wolfson membagikan informasi terkait telur kepada 460.000 pengikutnya. Hal pertama yang tidak dia lakukan sebagai seorang ahli jantung adalah memberitahu orang-orang untuk tidak makan telur.

“Sebuah kesalahan besar. Telur adalah ‘kepompong’ bagi anak ayam dan telur sama sehatnya dengan multivitamin. Jangan khawatir dengan kolesterol dalam telur,” kata Wolfson seperti dikutip laman Express. , Kamis (1/2/2024).

Ahli gizi British Heart Foundation, Victoria Taylor, mendukung saran Wolfson. Karena adanya kolesterol dalam telur, ia menemukan bahwa keyakinan lama bahwa orang harus membatasi konsumsi telur hingga tiga hingga empat minggu adalah benar.

4 Tanda Kolesterol Tinggi yang Langsung Terlihat tanpa Tes Darah

Steecy, Jakarta – Kadar kolesterol tinggi dalam darah menjadi masalah yang dihadapi banyak orang. Jika tidak ditangani akan menimbulkan masalah kesehatan yang serius seperti penyumbatan pembuluh darah yang akan menjadi faktor risiko utama penyakit jantung, stroke, dan penyakit jantung.

Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki kolesterol tinggi kecuali mereka melakukan tes darah. Namun, ada banyak tanda-tanda yang muncul pada tubuh yang mudah dikenali. Pakar kesehatan Dr. Khalid Zalmay memberikan empat tanda yang harus diwaspadai.

“Efek samping kolesterol tinggi memang sering kita dengar, namun jika tidak dilakukan tes darah, Anda tidak akan pernah tahu karena tidak ada gejalanya. Padahal, hal tersebut tidak benar, karena kulit Anda bisa menunjukkan tanda-tanda kolesterol. Aku punya banyak.” jelasnya dikutip dari Express.

Benjolan kuning pada mata, dalam pengobatan disebut juga xanthelasma, merupakan tanda kolesterol tinggi. “Itu terjadi ketika kolesterol menumpuk di sekitar mata,” kata Zalmay.

Benjolan berwarna merah kuning Jika Anda melihat benjolan berwarna merah kuning di tubuh, bisa jadi itu pertanda penyakit metabolisme seperti kadar trigliserida yang tinggi. Trigliserida berhubungan dengan kolesterol, kata Zalmay.

Arcus kornea Kondisi ini ditandai dengan kulit berwarna putih atau abu-abu di sekitar kornea mata dan mungkin berhubungan dengan kelebihan lemak dalam darah. “Bisa juga dikaitkan dengan penyakit lain seperti tekanan darah tinggi dan aterosklerosis,” kata Zalmay seraya menambahkan bahwa kondisi ini umum terjadi pada orang berusia di atas 80 tahun.

Bengkak di sekitar lutut, lutut, atau siku Gejala fisik ini terjadi ketika kolesterol semakin banyak menumpuk di berbagai bagian tubuh, ujarnya. Kondisi ini biasanya terjadi pada penderita kolesterol tinggi karena faktor genetik, bukan pola makan yang buruk.

Pilihan Editor: Saran Dokter untuk Menghindari Kolesterol Tinggi Saat Liburan

Konsumsi telur secara teratur dapat berdampak buruk pada kesehatan Anda. Baca selengkapnya

Berkat penelitiannya tersebut, Nanang mendapat predikat Doktor Ilmu Farmasi dengan predikat summa cum laude. Baca selengkapnya

Kandungan kolesterol tertinggi pada telur terdapat pada kuning telurnya, namun dampak kesehatannya tidak besar. Baca informasi berikut ini. Baca selengkapnya

Ahli gizi memperingatkan bahwa penanganan telur yang tidak tepat akan membahayakan kesehatan Anda, bukan memberikan manfaat nutrisi. Baca selengkapnya

Dibandingkan jeruk biasa, ternyata nanas lebih banyak mengandung vitamin C sehingga mampu mencegah risiko osteoporosis dan osteoartritis. Baca selengkapnya

Kisah Presiden Jokowi yang menyatakan data pemegang gelar kedua dan ketiga di Indonesia sangat sedikit menjadi berita terpopuler di 3 besar berita teknologi saat ini. Baca selengkapnya

Keempat aplikasi pengecekan kolesterol gratis ini dapat membantu Anda memantau kadar kolesterol dengan mudah dan nyaman. Baca selengkapnya

Xanthelasma adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya benjolan kecil atau plak kuning di sekitar kelopak mata.

Bawang putih yang dikenal sebagai superfood ternyata memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Baca selengkapnya

Berikut beberapa manfaat rutin mengonsumsi bawang putih yang bermanfaat bagi kesehatan. Baca selengkapnya

Makanan Lezat yang Bisa Bantu Turunkan Kolesterol

Steecy, JAKARTA. Kolesterol tinggi merupakan faktor risiko beberapa masalah kesehatan yang lebih serius, seperti penyakit jantung. Memperbaiki pola makan adalah salah satu kunci yang dapat membantu mengontrol kolesterol Anda.

Kabar baiknya, ada makanan yang bisa menurunkan kolesterol tinggi dan memberi kita kolesterol baik, yang penting untuk menjaga arteri kita tetap bersih, kata pakar nutrisi Ashley Tosh, seperti dilansir Senin’s Express (2/5/2024).

Tak kalah menariknya, masakan yang direkomendasikan Tosh juga enak dan lezat. Berikut lima makanan yang direkomendasikan Tosh untuk mengendalikan kolesterol:

1. buah beri

Buah beri kaya akan antioksidan dan serat, yang dapat membantu menurunkan kolesterol. Beberapa contoh buah beri adalah stroberi, blueberry, dan raspberry. Tosh merekomendasikan untuk memakan buah beri secara langsung atau mengolahnya untuk menu sarapan dan cocktail.

2. Ikan berlemak

Ikan berlemak, seperti salmon, merupakan sumber asam lemak omega-3 yang dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL dalam tubuh. Kadar kolesterol baik yang lebih tinggi dapat membantu mengontrol kadar kolesterol agar tetap sehat.

3. Alpukat

Alpukat dikenal sebagai buah bertekstur lembut dan lezat yang kaya akan lemak sehat. Mengonsumsi alpukat dapat membantu menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik. Namun konsumsi buah alpukat tidak boleh berlebihan karena kandungan lemak pada buah alpukat tergolong tinggi.

4. Kacang

Kacang bisa menjadi camilan ringan yang kaya akan lemak dan serat sehat. Konsumsi kacang-kacangan secara teratur dapat membantu mengontrol kolesterol dan mendukung kesehatan jantung. Tosh merekomendasikan makan sekitar 1-2 ons, atau sekitar 28-56 gram kacang-kacangan per hari.

5. Coklat pahit

Cokelat hitam dapat mendukung kesehatan jantung dan kadar kolesterol bila dikonsumsi dalam jumlah sedang. Agar manfaatnya maksimal, pilihlah produk dark chocolate dengan kandungan kakao 70 persen atau lebih.

10 Kebiasaan Sehat Turunkan Kolesterol yang Bisa Dicoba Mulai Sekarang

Steecy, Jakarta Kebiasaan sehat untuk menurunkan kolesterol tidak boleh hanya menjadi bahan perbincangan. Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat kolesterol tinggi. FYI, penyakit ini tidak hanya bisa menyerang orang lanjut usia saja lho. Kolesterol juga bisa dirasakan sejak usia muda, dan dampaknya tidak boleh dianggap remeh.

Jadi penting untuk memulai gaya hidup sehat yang membantu mengurangi kolesterol jahat yang menumpuk di tubuh Anda. Apa yang harus dilakukan? Namun sebelum itu, cari tahu dulu apa saja penyebab kolesterol tinggi yang perlu Anda ketahui.

Sederhananya, kolesterol adalah lemak yang diproduksi tubuh dan juga berasal dari makanan hewani. Faktanya, kolesterol dapat membantu tubuh memproduksi vitamin D, berbagai jenis hormon, dan asam empedu yang berfungsi mencerna lemak. Jika kadarnya mencukupi, senyawa ini juga dibutuhkan untuk membangun sel-sel baru agar tubuh dapat berfungsi maksimal.

Kolesterol dalam darah dibawa oleh protein dan dialirkan ke seluruh tubuh. Gabungan keduanya disebut lipoprotein, yang terdiri dari LDL atau kolesterol jahat dan HDL atau kolesterol baik. LDL sendiri bertugas mengangkut kolesterol dari hati ke sel-sel yang membutuhkannya. Namun jika jumlahnya terlalu banyak, bisa menumpuk di dinding arteri dan menimbulkan penyakit.

Nah, HDL sendiri berperan dalam mengembalikan kolesterol ke hati. Senyawa ini kemudian akan dipecah oleh hati dan dikeluarkan dari tubuh melalui feses atau feses.

Sebagai referensi, kadar kolesterol normal dalam tubuh adalah 40-60 mg/dL untuk HDL dan kurang dari 100 mg/dL untuk LDL. Sehingga penting bagi setiap orang untuk menjaga kadar kolesterol jahat dalam tubuhnya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat menyebabkan kadar kolesterol tinggi.

1. Konsumsi makanan berlemak dan kadar gula tinggi

Tahukah Anda bahwa salah satu penyumbang terbesar kadar kolesterol tinggi adalah makanan yang Anda konsumsi setiap hari? Salah satunya adalah terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak yang bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit. Jika kondisi ini tidak ditangani, dapat berdampak pada kesehatan tubuh lainnya. Misalnya saja dengan penyakit jantung.

Jadi, mulailah memperhatikan makanan yang Anda makan setiap hari. Hindari sumber makanan peningkat kadar kolesterol seperti gorengan, udang, keju, jeroan, kulit ayam dan masih banyak lagi. Selain itu, konsumsi makanan dan minuman manis juga tidak boleh dianggap remeh. Misalnya saja kebiasaan minum boba atau minuman berkarbonasi juga bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

2. Bertambahnya usia

Risiko kolesterol yang lebih tinggi juga bisa terjadi seiring bertambahnya usia. Pasalnya, ketika seseorang berusia di atas 45 tahun, fungsi tubuh dan metabolismenya pun ikut menurun seiring berjalannya waktu.

Hal inilah yang meningkatkan risiko kolesterol pada orang lanjut usia, terutama jika mereka tidak melakukan kebiasaan sehat menurunkan kolesterol setiap hari. Pengecekan kadar kolesterol secara rutin sangat penting untuk melindungi tubuh dari risiko penyakit ini.

3. Kurang olah raga

Seiring dengan gaya hidup masyarakat urban masa kini yang lebih banyak bekerja di belakang layar, tubuh mereka semakin jarang bergerak. Hal ini dapat menyebabkan penyimpanan dan pengendapan lemak di dalam tubuh karena aktivitas pembakaran yang dilakukan sangat minim. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai masalah seperti obesitas dan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

4. Faktor genetik

Ada pula kondisi kolesterol tinggi yang disebabkan oleh faktor genetik. Hal ini biasanya terjadi ketika seseorang menjalani pola hidup sehat namun tetap memiliki kolesterol tinggi. Nah, masalah genetik ini sendiri diduga disebabkan oleh kerusakan pada kromosom nomor 19.

Mutasi gen ini membuat tubuh kesulitan mengelola kolesterol jahat (LDL), bahkan dapat meningkatkan kadar darah. Meski demikian, kondisi ini tetap bisa diatasi dengan pengobatan kolesterol yang tepat.

Jika Anda memiliki riwayat kolesterol tinggi, segera lakukan perubahan gaya hidup yang efektif menurunkan kolesterol. Beberapa kebiasaan berikut ini mudah untuk dipraktikkan lho? 1. Hindari makanan berlemak

Salah satu faktor utama terjadinya kolesterol tinggi adalah makanan yang dikonsumsi. Jadi, jika Anda ingin memulai kebiasaan sehat untuk menurunkan kolesterol, Anda bisa mencoba menghindari makanan berlemak.

Mulai saat ini cobalah untuk mengurangi asupan makanan kaya lemak jenuh, seperti makanan cepat saji atau gorengan. Meski enak, kandungan lemak jahat pada makanan tersebut bisa menyebabkan kadar kolesterol darah tinggi.

Kebiasaan sehat penurun kolesterol lainnya yang bisa Anda lakukan adalah dengan memperbaiki pola makan. Selain mengurangi makanan berlemak, cobalah untuk mulai memperbanyak makan sayur dan buah yang mengandung beberapa nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.

FYI, mengonsumsi sayur dan buah merupakan salah satu cara terbaik untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Pasalnya, kandungan serat dan buahnya membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang beredar dalam darah. Konsumsi ideal yang disarankan adalah 500 gram per hari.

Memperbanyak jumlah makanan yang mengandung serat larut juga menjadi salah satu cara menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. FYI, makanan berserat larut menarik air ke usus sehingga bisa mengatur tekstur tinja dan membuat buang air besar lebih lancar. Selain itu, jenis makanan ini juga bisa membuat Anda merasa kenyang dan menurunkan kadar kolesterol darah.

Ada beberapa jenis makanan yang mengandung serat larut, seperti alpukat, ubi, brokoli, lobak, pir, wortel, apel, buncis, biji rami, dan gandum. Memperbanyak konsumsi jenis makanan ini dalam pola makan sehari-hari dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Bagi yang ingin menerapkan kebiasaan sehat untuk menurunkan kolesterol, jangan lupa memperhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Selain memperbanyak jumlah buah dan sayur, penting juga untuk memilih makanan kaya omega 3. Alasan kandungan ini direkomendasikan bagi penderita kolesterol tinggi adalah karena mampu menurunkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida dalam darah.

Ada beberapa makanan kaya omega-3 yang direkomendasikan untuk penderita kolesterol. Mulai dari salmon, mackerel, alpukat, kenari hingga chia seed. Makanlah secara teratur sebagai makanan harian Anda yang membantu menurunkan kolesterol darah.

Jangan lupa, salah satu kunci kebiasaan sehat menurunkan kolesterol adalah menjaga berat badan ideal. Pasalnya, berat badan yang tidak terkontrol meningkatkan risiko penumpukan lemak di tubuh. Orang yang mengalami obesitas juga cenderung memiliki kadar kolesterol jahat yang tinggi.

Oleh karena itu disarankan untuk selalu memperhatikan asupan makanan sehari-hari untuk mencegah penambahan berat badan berlebih. Cari tahu berapa berat badan ideal Anda agar lebih mudah mengontrol penambahan berat badan.

Ada kebiasaan sehat penurun kolesterol lainnya yang bisa diterapkan pada makanan yang Anda konsumsi setiap hari. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah memilih makanan yang tinggi kalsium.

Menurut penelitian, magnesium dapat membantu mencegah penyumbatan pembuluh darah akibat tingginya kadar kolesterol jahat sekaligus meningkatkan kesehatan jantung. Beberapa jenis makanan yang mengandung magnesium tinggi antara lain tempe, tahu, pisang, kenari, gandum utuh, kacang hijau, dan alpukat yang bisa dimakan sehari-hari.

Selain memperhatikan makanan yang dimakan, jangan lupa untuk rutin berolahraga. Ada beberapa anjuran olahraga yang bisa dilakukan untuk menurunkan kolesterol secara alami. Dalam penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine, terbukti bahwa lari efektif menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, berapa pun intensitas larinya.

Selain berlari, aktivitas lain seperti bersepeda atau latihan ketahanan mungkin direkomendasikan. Latihan ketahanan ini meliputi push-up, sit-up, bench press, deadlift, dan squat yang dapat dilakukan di gym dengan bimbingan pelatih pribadi.

Selain rutin berolahraga, imbangi dengan berbagai aktivitas fisik yang menggerakkan tubuh secara aktif. Hindari terlalu banyak berbaring, Anda bisa mencoba aktivitas lain yang membantu membakar lemak.

Daripada naik lift, usahakan naik dan turun tangga sesering mungkin, kecuali lantai yang dituju sangat tinggi. Biasakan juga untuk berjalan kaki atau bersepeda jika tujuan Anda tidak terlalu jauh. Aktivitas fisik juga dapat dilakukan dengan membersihkan rumah dan aktivitas lain yang melibatkan gerakan fisik.

Minyak zaitun murni dapat menjadi minyak alternatif yang digunakan dalam pengolahan makanan dan penurun kolesterol. Misalnya untuk mengolah sayur goreng atau menyiapkan salad. Dengan cara ini Anda dapat menjaga tubuh tetap sehat dan pola makan menjadi optimal.

Sebuah studi tahun 2019 menyimpulkan bahwa minyak zaitun extra virgin dapat membantu menurunkan LDL dan trigliserida serta meningkatkan HDL lebih banyak dibandingkan minyak nabati lainnya. Namun, hal tersebut hanya bisa dicapai secara maksimal jika Anda mengikuti pedoman pola makan sehat lainnya.

Kebiasaan sehat penurun kolesterol lainnya yang bisa Anda coba adalah dengan memastikan Anda selalu mengelola stres dengan baik. Ternyata kondisi ini juga mempengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh lho.

Pada umumnya orang yang mengalami stres akan memiliki pola makan yang tidak menentu dan malas berolahraga. Jadi lakukan pengendalian diri sebanyak mungkin, yang dapat membantu mengurangi stres. Misalnya berolahraga, melakukan hobi, istirahat yang cukup, dan merencanakan liburan.

Itulah beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk menerapkan kebiasaan sehat untuk menurunkan kolesterol agar kualitas hidup lebih baik dan bebas dari masalah kesehatan. Saatnya lakukan langkah mudah di atas, mulai sekarang, yuk!