NFA Pastikan Neraca Komoditas Daging Lembu Sesuai Ketentuan

Steecy, JAKARTA – Badan Keamanan Pangan Norwegia (NFA) menegaskan produk daging sapi mematuhi peraturan. Hal itu disampaikan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi terkait dugaan pengurangan jumlah barang impor.

Arief menjelaskan, posisi perusahaan dalam sistem politik adalah sebagai pengendali besaran impor pangan yang diharapkan. Hal itu tercermin dalam Keputusan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2021 Pasal 28 Ayat 1b dan Perpres 32 Tahun 2022 tentang Barang Sisa.

Pemerintah melalui rapat koordinasi tingkat Kementerian Perekonomian (Kemenko Perekonomian) memutuskan kesetaraan pangan dimana Badan Pangan Nasional (NFA) menjadi salah satu lembaga yang terkait dengan penerapan kebijakan tersebut.

Rumor pengurangan kuota impor tidaklah benar. Pasalnya, produk-produk dari sistem tersebut telah dibahas dengan Kementerian Perekonomian, Kementerian Perdagangan (Kementerian Perdagangan), Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perindustrian (Kementerian Perindustrian) dan mitra lainnya.

Pada Rabu (2/7/2024), Arief mengatakan: “Saya informasikan bahwa Otoritas Keamanan Pangan Norwegia lah yang mengontrol jumlah daging sapi yang diperkirakan akan diimpor untuk konsumsi rutin”.

Hal ini juga diatur dalam surat Kementerian Koordinator Perekonomian Nomor TAN/13/M.EKON/01/2024 tanggal 18 Januari 2024 kepada delegasi yang bertanggung jawab dalam pengendalian kebutuhan daging sapi untuk keperluan normal. Hal ini disetujui oleh Otoritas Keamanan Pangan Norwegia untuk mengontrol kuantitas produk daging sapi impor untuk penggunaan normal oleh pelaku komersial yang telah diberikan evaluasi teknis oleh Kementerian Pertanian.

Dalam surat tersebut disebutkan Badan Keamanan Pangan Norwegia diminta segera menindaklanjuti penyiapan bahan dan penyiapan setelah menghitung jumlah produk impor dengan unit kementerian terkait.

Selain itu perlu dilakukan inventarisasi dan hasilnya dikirimkan melalui Sistem Akuntansi Produk Nasional (SINAS NK) untuk mengetahui hasil pengendalian jumlah kebutuhan ternak sapi. Hasil inventarisasi yang masuk dalam SINAS NK menjadi dasar penerbitan Surat Keterangan Impor (PI) kepada Kementerian Perdagangan.

Oleh karena itu, jika ada anggapan jumlah hasil verifikasi berbeda dengan hasil rapat koordinasi Kementerian Koordinator (Rakortas), hal itu tidak benar. Sebab, kita bekerja dengan sistem yang sudah dikembangkan dan dikembangkan. bekerja sama dengan Kementerian terkait, sehingga apabila terjadi pengurangan distribusi produk impor, “Jelas ini merupakan salah satu program dalam rangka kebijakan keseimbangan pangan dalam negeri sesuai Perpres Nomor 32 tahun 2022″.

Namun, konten selebihnya akan ditinjau setiap tiga bulan, sehingga jika perlu ditambahkan di kemudian hari akan diubah. Berdasarkan hasil rapat koordinasi pada 13 Desember 2023, kebutuhan daging sapi impor untuk penggunaan normal pada produk daging sapi sebanyak 145.251 ton. Selain itu, secara rinci cara penghitungan volume kode HS (Harmonized System) untuk masing-masing perusahaan dibagi menjadi empat langkah.