Kata Dokter soal ‘Jadwal Piket’ Organ Tubuh, Betulan Ada Nggak Sih?

Jakarta –

Belum lama ini, sebuah postingan media sosial tentang “waktu pengambilan organ” menjadi viral di Internet. Artikel ini mengungkap bagaimana organ tubuh dapat bekerja lebih keras pada waktu-waktu tertentu.

Kondisi ini membuat organ-organ dalam tubuh tampak bekerja sesuai jadwal shiftnya masing-masing. Apakah tepat?

Dokter spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno (SpPD-KGEH) menegaskan, organ dalam tubuh sebenarnya bekerja 24 jam sehari dan tidak mengikuti “jadwal piket”. Ia juga menambahkan, waktu tidak menentukan apakah usus bekerja keras.

Dr Aru mengatakan, yang menentukan intensitas kerja organ adalah tingkat aktivitas seseorang.

“Sebenarnya bukan soal waktu, ini soal aktivitas sehari-hari. Saat kita stres dan bekerja di kantor yang lelah, otak kita bekerja lebih keras dibandingkan saat kita sedang tidur atau istirahat,” kata Dr Aru kepada detikcom.

Selain jenis aktivitas yang dilakukan, makanan yang dikonsumsi juga mempengaruhi fungsi organ tubuh, kata Dr Aru. Menurutnya, jenis makanan tertentu atau cara makan tertentu dapat mempersulit fungsi organ tubuh.

“Saat kita makan makanan yang lebih besar dari biasanya, tinggi lemak, terlalu manis, atau kurang serat, usus kita bekerja lebih keras dibandingkan saat kita berpuasa. Hasilnya, organ tubuh kita bekerja sesuai dengan seberapa banyak kita menggunakannya, apapun itu. berapa lama kita menggunakannya. Waktunya,” jelasnya.

Terkait kinerja organ, Dr Aru mengatakan organ dalam tubuh dapat bekerja dan bergerak sendiri tanpa bantuan manual. Setiap organ bekerja secara individual tetapi tidak bergantian.

Saat manusia beristirahat, organ-organ tetap bekerja menjalankan fungsi di dalam tubuh. Oleh karena itu, Dr. Aru menilai gagasan “waktu pengambilan organ” tidak berdasar.

Oleh karena itu, sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan adanya perubahan pada organ tubuh, tutupnya. Tonton video “Penghargaan berdasarkan prinsip promosi dan pencegahan yang lebih baik” (avk/kna)

Viral di Medsos ‘Jam Piket’ Organ Tubuh, Benarkah? Dokter Ungkap Faktanya

Jakarta –

Media sosial X akhir-akhir ini ramai dengan diskusi tentang “jam pemilihan anggota”. Salah satu situs web menunjukkan bahwa setiap orang memiliki jam buka masing-masing.

“Apakah kamu ingin tahu kapan organ tubuhmu akan diambil?” tulis salah satu pengguna media sosial X yang melihat detikcom, Rabu (2/7/2024).

Dalam video yang diposting, jaringan tersebut menjelaskan “jam piket” organ tubuh: 5-7 pagi: waktu ketika usus besar mengeluarkan racun melalui tinja. 7-9 pagi: perut menyerap makanan dengan baik. Ini waktu terbaik untuk sarapan jam 9 – 11 pagi: limpa mengirimkan apa yang telah diserap lambung. Jika Anda tidur pada waktu tersebut, maka limpa Anda lemah 11 – 1 siang: saatnya kerja jantung yang kuat, kurangi aktivitas fisik dan jaga emosi. 13 – 15 malam: usus halus akan menjaga keseimbangan seluruh cairan yang bersirkulasi. tubuh 17 – 17 19 malam : Ginjal menyaring racun untuk diproduksi. Sangat umum untuk sering buang air kecil antara jam 11 malam – 3 pagi: hati sedang melakukan detoksifikasi. Anda perlu tidur agar lebih baik pada pukul 03 – 05 pagi: paru-paru sedang melakukan detoksifikasi, sehingga Anda dapat batuk dan bersin di antara jam-jam tersebut.

Mengenai hal ini, seorang ahli penyakit dalam angkat bicara. Ia mengatakan tidak ada yang namanya “waktu organ” dalam dunia medis.

Dr. Aru mengatakan, setiap organ tubuh bekerja secara terpisah dan tidak bekerja secara bergantian. Ia menambahkan, setiap anggota bekerja 24 jam sehari, bahkan saat yang bersangkutan sedang istirahat.

“Organ-organ tubuh manusia bekerja secara mandiri. Kita tidak bisa mengontrol pergerakan usus, detak jantung, atau aliran darah ke organ-organ tubuh. Organ-organ tubuh bekerja 24 jam sehari dan tidak menggunakan sistem variabel,” kata dr. kata Aru saat dihubungi detikcom, Rabu (2/7/2024).

Oleh karena itu, Dr. Aru menegaskan, pembicaraan mengenai “waktu piket fisik” tidak ada dasarnya.

Oleh karena itu, klaim adanya perubahan pada bagian tubuh tidak memiliki bukti ilmiah hingga saat ini, lanjutnya.

Dr. Aru melanjutkan, mengingatkan betapa pentingnya setiap orang menjaga kesehatan bagian tubuhnya. Ada beberapa teknik yang bisa diterapkan untuk memastikan bagian tubuh tetap sehat.

Beberapa di antaranya adalah mengonsumsi makanan bergizi, menghindari zat berbahaya seperti oksidan tinggi, makanan berlemak, bahan pengawet, dan memastikan kebutuhan istirahat tercukupi. Tonton video “Kementerian Kesehatan Bantah Adanya Kontaminasi Sengaja Ciptakan Pandemi 2.0” (avk/kna)