Jumlah Investor Dorong Aplikasi Perdagangan Saham Lebih Inovatif

JAKARTA – Meningkatnya jumlah investor mendorong aplikasi komersial baru. Hingga akhir Januari 2024, jumlah investor di pasar saham mencapai 5,3 juta investor dan hampir 80% di antaranya dikuasai oleh generasi muda di bawah usia 40 tahun. Jumlah ini naik hampir 20% dari tahun lalu yang berjumlah 4,43 juta investor.

Menanggapi minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal, Stockbit meluncurkan inovasi baru untuk memudahkan berinvestasi, terutama bagi investor emerging.

“Kami melihat tampilan aplikasi desktop investasi saham tidak banyak berkembang dalam 10 tahun terakhir,” ujar Founder dan CEO Stockbit Wellson Lo saat peluncuran Stockbit Desktop App di Gedung BEI, Kamis (29/2). /2024).

Untuk itu mitranya menghadirkan Stockbit Desktop App untuk menarik investor kecil yang mewakili lebih dari 80% investor saham di Indonesia. Aplikasi Desktop Stockbit tidak hanya ditujukan untuk pengguna Windows, tetapi juga memberikan pengalaman pemantauan stok yang modern dan canggih untuk pengguna MacOS.

“Ini unik karena pengguna macOS sebelumnya tidak memiliki opsi untuk berdagang saham dan mendapatkan pengalaman yang lancar dengan aplikasi desktop,” katanya.

Sementara itu, Presiden dan Direktur Stockbit Digital Securities, Megawati Andrew Soewardi mengatakan Stockbit berkomitmen untuk terus menggalakkan upaya Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam meningkatkan jumlah investor di pasar modal yang erat kaitannya dengan keuangan. penyertaan. , sambil memastikan bahwa investor. untuk belajar dengan benar.

“Semangat dari Desktop App adalah untuk meningkatkan pengalaman berinvestasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya generasi baru, di pasar keuangan,” ujarnya.

Ratusan Ibu-ibu Antusias Ikut Edukasi Pasar Modal di Kota Malang

MALANG – Ratusan ibu-ibu dan ibu-ibu yang tinggal di Kota Malang menerima materi investasi di pasar. Para perempuan ini mendapat kesadaran multilateral dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai dari Asisten Direktur Eksekutif Edukasi Keuangan Halimatus Sacdiyah, Kepala Indonesia Java Market Exchange (BEI) Cita Meilisa, dan Pengurus Reksa Dana Indonesia. Persatuan Pemain Sepakbola (APRDI) Mauldy R. Makmur.

Para ibu-ibu mengungkapkan antusiasnya terhadap materi “Sosialisasi Perempuan Malang Cerdas Berinvestasi di Pasar Modal”. Mereka berasal dari berbagai kalangan antara lain ibu rumah tangga, beberapa usaha kecil menengah (UKM), dan pekerja.

MNC Asset Management sebagai bagian dari pelaku investasi dan reksa dana juga membuka acara komunitas di kantor OJK, Malang, pada Kamis sore (29/02/2024). MNC Asset diminta memenuhi undangan APRDI, untuk memberikan edukasi kepada ibu-ibu di Malang.

Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, mengatakan Bursa Efek Indonesia merupakan yang terbesar di kawasan ASEAN, dan sudah saatnya semakin banyak masyarakat Indonesia yang berpartisipasi. Maka perlu adanya sosialisasi dan pengajaran pengetahuan tentang pasar modal, investasi dan segala macamnya, juga kepada perempuan-perempuan Malang.

“Bursa Indonesia terbesar di kawasan ASEAN, sudah saatnya banyak masyarakat Indonesia yang ikut berpartisipasi. Sehingga setelah menyelesaikan tugas ini, Anda bisa melindungi diri sendiri dan keluarga, menjadi investor dan menikmati pertumbuhan pasar modal kita. akan kami sampaikan kepada ibu-ibu “lainnya di Malang yang mengajar,” kata Jeffrey Hendrik, saat memberikan sambutan, Kamis sore (29/2/2024).

Kemitraan yang disebut juga Jeffrey ini memberikan perlindungan kepada masyarakat karena saat ini banyak terjadi penipuan di bawah dana tersebut. Sementara kapasitas pasar modal Indonesia bisa tumbuh dari Rp 7 triliun menjadi Rp 1 triliun.

“Banyak penipuan di bawah investasi. Awal Covid, penipuan itu diketahui setiap hari, tapi korbannya terus berjatuhan, jadi ibu-ibu punya cara sendiri untuk berinvestasi dengan benar dan jenis investasinya penipuan, melindungi keuangan keluarga, sehingga perekonomian dapat tumbuh dan sejahtera,” jelasnya. .

Di sisi lain, Winarti, ibu asal Kelurahan Lowokwaru, Kota Malang, mengaku tertarik mengikuti prospek investasi di pasar modal karena banyaknya isu penipuan dan kerugian akibat investasi yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab.

“Di sana (adanya penipuan) membuat kami tertarik untuk mengetahui, bagaimana investasinya, apa risikonya, ibu rumah tangga seperti saya, kami bisa ikut serta,” kata Winarti.

Hal serupa juga diungkapkan Endang yang mengaku sudah beberapa kali mendengar mengenai investasi tersebut, namun ia merasa skeptis ketika mendengar berita dan informasi mengenai penipuan tersebut. Sebab sebagai wanita profesional, ia tidak ingin uang yang ia kumpulkan dan investasikan hilang begitu saja.

“Saat ini banyak sekali investasi abal-abal, penipuan yang berkedok investasi. Saya ingin tahu lebih banyak bagaimana membedakan yang legal dan ilegal,” kata Endang.

OJK: Pasar Saham Indonesia Masih Kuat Meski Ekonomi Global Melambat

Steecy, Kantor Jasa Keuangan (OJK) Jakarta mencatat, pasar saham Indonesia masih menunjukkan penguatan hingga 16 Februari 2024 di tengah pelemahan perekonomian global.

Direktur Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Derivatif Keuangan, dan Bursa Pengorbanan OJK Inarno Jajadi menilai hal tersebut membuktikan IHSG naik 0,86 persen YTD ke 7.335,55 dan mencatatkan beli bersih Rp 20,05 triliun YTD. Pada 5 Januari 2024, IHSG mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di 7.403,08.

“Beberapa sektor yang masih kuat di IHSG pada Februari 2024 (hingga 16 Februari 2024), antara lain sektor kesehatan dan sektor konsumsi primer,” kata Inarno saat konferensi pers Rapat Tahunan Industri Jasa Keuangan 2024 OJK, Selasa (20 ) / 2/2024).

Lebih lanjut, Inarno menyebutkan dari sisi pertumbuhan, nilai kapitalisasi pasar saham pada 16 Februari 2024 tercatat sebesar Rp 11,603 triliun atau YTD, turun tipis 0,61 persen. Pada 4 Januari 2024, nilai kapitalisasi pasar mencapai kapitalisasi pasar tertinggi sepanjang masa yakni Rp 11,810 triliun. Dari sisi likuiditas transaksi, rata-rata nilai transaksi pasar saham hingga 16 Februari 2024 tercatat sebesar 10,66 triliun YTD.

Sementara di pasar obligasi, ICBI Bond Market Index naik 0,60% menjadi 376,87 pada 16 Februari 2024. Secara tahunan (13 Februari 2024), imbal hasil SBN seluruh tenor meningkat rata-rata 4,73 bps dengan penjualan bersih nonresiden sebesar Rp3,30 triliun YTD.

“Untuk pasar obligasi korporasi, investor nonresiden juga mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,59 triliun YTD,” ujarnya.

Kemudian di bidang pengelolaan investasi, nilai pengelolaan investasi (AUM) per 15 Februari 2024 tercatat sebesar Rp 800,30 triliun (turun 2,96% YTD) dengan nilai aset bersih (NAV) reksa dana. Rp477,28 triliun atau turun 4,82 persen, mencatatkan laba bersih Rp5,29 triliun.

Menariknya, Inarno mengatakan antusiasme penggalangan dana pasar modal masih terlihat dengan nilai penawaran umum tercatat Rp 12,34 triliun dan 11 emiten baru hingga 16 Februari 2024.

Sementara itu, masih terdapat 86 pipeline penawaran umum dengan perkiraan nilai Rp 50,02 triliun, termasuk rencana IPO 59 emiten baru.

Sedangkan untuk penggalangan dana melalui Securities Crowdfunding (SCF) yang merupakan alternatif pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah, sejak berlakunya aturan SCF hingga 16 Februari 2024, terdapat 16 penyelenggara yang mendapat izin dari OJK dengan 509 emiten. 169.851 investor. , dan total yang terkumpul sebesar Rp 1,07 triliun.

Asosiasi Emiten Indonesia Kukuhkan Pengurus Baru Periode 2023-2026 di BEI

JAKARTA – Kepengurusan Asosiasi Penerbit Indonesia (AEI) periode 2023-2026 resmi dilantik di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/2/2024). Ini merupakan proses terakhir setelah pengangkatan pengurus pada konferensi anggota AEI pada 14 September 2023.

Asosiasi emiten merupakan mitra strategis Self-Regulatory Organization (SRO) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong perkembangan pasar modal Indonesia, serta mensosialisasikan kebijakan regulator.

Ketua Umum AEI terpilih Armand Wahyudi Hartono mengatakan pertumbuhan ekosistem pasar modal Indonesia menjadi salah satu yang terdepan di Asia Tenggara. Baginya, ini merupakan peluang untuk meningkatkan kualitas emiten melalui sinergi program antara AEI dengan SRO dan OJK.

“Kami di Asosiasi Penerbit Indonesia merupakan komunitas bersama para penerbit yang memajukan negara melalui pasar modal. Program kami masih sama, mulai dari edukasi kepada calon penerbit hingga peraturan asosiasi untuk mencapai kepatuhan,” kata Armand di BEI. gedung, Jumat (2/2/2024).

Rangkaian program yang menjadi fokus AEI antara lain berkontribusi terhadap pendalaman produk pasar modal, peraturan asosiasi yang bervariasi mulai dari kepatuhan perpajakan, standar pelaporan keuangan, tata kelola organisasi yang baik, hingga prinsip-prinsip ESG.

“Kami juga berbagi berbagai jenis informasi, tentang update peristiwa di luar negeri dan di dalam negeri, tentang perekonomian, tentang teknologi, segala hal yang dapat membantu penerbit untuk bertahan dan berkembang,

Armand menegaskan, pencapaian penawaran umum perdana (IPO) tertinggi pada tahun 2023 harus didukung oleh penerapan kebijakan tata kelola yang baik oleh perusahaan.

Melalui kepengurusan baru ini, Armand – yang merupakan Wakil Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – menegaskan pihaknya akan memperkuat program sebelumnya.

“Kami berharap dengan komunitas yang baik ini kita bisa saling mentransfer energi, mentransfer ilmu, sehingga yang sudah unggul bisa menularkannya kepada yang lain, sehingga melahirkan pemain pasar modal kelas dunia,” jelasnya.

Direktur Penilaian Korporasi BEI I Gede Nyoman Yetna menambahkan pihaknya berharap AEI dapat tetap relevan dengan perkembangan saat ini. Nyoman berharap AEI dapat membantu meningkatkan kualitas emiten sekaligus tetap menjadi mitra strategis bursa dalam mengkomunikasikan kebijakan kepada emiten.

“Pasar saham terus mendorong perusahaan-perusahaan yang belum memanfaatkan pasar modal untuk menjadi emiten sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutupnya.