Pertamina Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan Lewat Sekolah Energi Berdikari di Semarang

Steecy, SEMARANG – Pertamina mengajak generasi muda untuk menjaga lingkungan dengan pendidikan dan pemanfaatan energi terbarukan melalui program Sekolah Mandiri Energi di SMA Negeri 14 Semarang, Rabu (13/12).

Hal ini dilakukan Pertamina mengingat peran generasi muda di masa depan dunia harus dipupuk sejak kecil.

BACA JUGA: Pertamina Gandeng Denjaka TNI AL Amankan Obvitnas, Ada Simulasi, Menegangkan

SMAN 14 Semarang sendiri merupakan sekolah Adiwiyata dan merupakan salah satu dari sepuluh Sekolah Mandiri Pertamina pionir di Indonesia.

Vice President Corporate Communications Pertamina, Fadjar Djoko Santoso mengatakan, proyek ini sejalan dengan tekad Pertamina untuk menginspirasi generasi muda agar peduli terhadap lingkungan dan mengedepankan nilai-nilai berkelanjutan dalam masyarakat dan lingkungan hidup serta sekitar.

BACA JUGA: HUT Pertamina ke-66, Inilah Tiga Proyek Investasi Jangka Panjang yang Siap Dilaksanakan.

Fadjar mengatakan, Pertamina tidak hanya menyalurkan energi dalam negeri, tetapi juga melaksanakan proyek pemberdayaan masyarakat melalui proyek tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).

“Salah satunya adalah proyek Sekolah Mandiri Energi Pertamina. Proyek ini bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam melaksanakan proses transisi energi bagi sektor pendidikan dan generasi muda,” kata Fadjar.

BACA JUGA: Pertamina EP punya 2 sumber migas baru, berikut lokasinya.

Proyek ini bertujuan untuk mendukung Sekolah Adiwiyata dan mengajak siswa untuk terlibat langsung dalam perlindungan lingkungan.

Hal ini dilakukan sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mencapai Tujuan Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (ESG) dan Pembangunan Berkelanjutan (SDG), poin keempat yaitu pendidikan berkualitas, poin ketujuh yaitu energi bersih dan terjangkau dan nomor 13 yaitu energi bersih dan terjangkau. mengatasi perubahan iklim.

Selain edukasi tentang perlindungan lingkungan dan energi terbarukan, Pertamina juga menawarkan energi bersih berupa instalasi tenaga surya berkapasitas 3,3 Kwp, yang diharapkan dapat mengurangi emisi karbon sebesar 3.820 kg CO2 eq/tahun dan menghemat biaya listrik untuk keperluan penelitian. melalui lokakarya sekolah.

Selain itu, Pertamina juga memberikan bantuan pemanfaatan EBT atau Energi Terbarukan, mendorong siswa untuk mendaur ulang teknologi melalui High Recycling Expo dan kampanye penanaman pohon di sekolah.

Penghijauan yang dilakukan pada proyek ini adalah dengan melakukan penanaman pohon buah-buahan di halaman SMAN 14 Semarang berupa Alpukat Buaya, Alpukat HAZ, Lemon Kalifornia dan Durian Bawor.

Staf Khusus Presiden Bidang Inovasi, Edukasi dan Eksternal Billy Mambrasar mengapresiasi upaya Pertamina dalam mendorong energi terbarukan.

“Atas nama Presiden Joko Widodo, saya Staf Khusus Presiden RI mengucapkan terima kasih kepada Pertamina yang telah mendidik dan memberikan motivasi kepada ribuan generasi muda Indonesia di bidang pendidikan dengan memberi tahu mereka tentang penyimpanan energi terbarukan dan menyediakan lapangan kerja yang stabil dalam hal penyediaan energi terbarukan. menyediakan yang lain. sumber energi,” kata Billy.

Bill yang merupakan American SDGs Indonesia berharap para siswa SMAN 14 Semarang dapat memanfaatkannya sebaik mungkin.

Ia juga menyampaikan bahwa sekolah dapat menjadi contoh dan pionir di Provinsi Jawa Tengah sebagai teladan di masa lalu, memberikan contoh bagaimana menjaga, mempertahankan dan mengubah dengan energi lain.

Sementara itu, Kepala SMA N 14 Semarang Aniek Windrayani mengatakan, proyek ini berkaitan dengan misi sekolah Adiwiyata yang dijalankannya.

“Saya sangat bersyukur SMAN 14 Semarang mendapat kesempatan untuk mengikuti penelitian ini berdasarkan misi sekolah dalam kelestarian lingkungan hidup. Kita semua berharap dapat terus berjalan dengan baik. Ini yang akan dilakukan ke depan,” kata Aniek saat memberikan sambutan pada upacara tersebut.

Siswa SMAN 14 Semarang yang terhimpun di Karya Ilmiah Pemuda (KIR) sempat mempresentasikan hasil karya teknologi energinya di Upcycling Expo, bahkan ada pula yang terlibat dalam penanaman pohon.

Kegiatan Pertamina di sekolah Adiwiyata merupakan bagian dari TJSL Perusahaan.

Hal ini sejalan dengan upaya Pertamina mendukung upaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam menerapkan nilai-nilai Adiwiyata di lembaga pendidikan.

Berdasarkan komitmen Pertamina, sekolah ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan. (mrk/jpnn)

Inventor Muda yang Peduli Lingkungan dan Membuat Program Keberlanjutan

Steecy, Jakarta – Konsumsi masyarakat yang tinggi menimbulkan masalah sampah yang dapat mencemari lingkungan. Namun kini banyak generasi muda yang semakin peduli terhadap lingkungan, khususnya di kalangan milenial dan generasi Z. Tak sedikit pula para inovator muda yang telah melakukan berbagai kemajuan untuk mengatasi permasalahan sampah bahkan seluruh program keberlanjutan. Salah satunya adalah pemuda inspiratif asal Yogyakarta

Seperti kota-kota besar lainnya di Indonesia, Yogyakarta juga menghadapi permasalahan sampah, mulai dari sampah atau sampah industri hingga sampah kasat mata. Maraknya masyarakat modern membuat kesadaran masyarakat terhadap sanitasi lingkungan dinilai masih kurang. Hal inilah yang terjadi pada komunitas kecil di kota Yogyakarta.

Meski hanya dalam skala kecil, komunitas ini terus melakukan langkah nyata untuk mengembalikan kota Yogyakarta pada semboyannya yaitu kenyamanan. Komunitas yang bernama Jogja Garuk Sampah ini, wajah pemuda berusia 26 tahun bernama Bekti Maulana menjadi inspirasi para pemuda kota pelajar ini. Bekti Maulana adalah koordinator lapangan komunitas Jogja Garuk Sampah.

Sebelum bergabung, Bekti Maulana tertarik dan peduli terhadap isu lingkungan hidup. Dimulai dengan kampanye tentang pentingnya menjaga lingkungan di lingkungan tempat tinggal dan di sekolah.

Pemuda yang juga gemar bersepeda ini turut terlibat dalam gerakan pelestarian lingkungan dengan mengikuti aktivitas Willian dan komunitas pesepedanya yang rutin membersihkan kotoran di kawasan wisata Malioboro setiap sorenya.

Pegiat lingkungan hidup yang akrab disapa Willian Bike ini merupakan pemuda asal Blora, Jawa Tengah yang bisa dikatakan sangat mencintai kota Jogja yang telah memberikan begitu banyak hal kepadanya. Namun, ia juga khawatir dengan situasi di Jogja saat ini. Ia kemudian mengajak teman-teman lainnya untuk melanjutkan proses pembersihan kota.

Ketika dia mendengar rekannya memulai pesta, dia terdorong untuk bergabung. “Sayangnya, kegiatan pengumpulan sampah itu dulunya bernama Resik-resik Kota. Ternyata dimulai oleh komunitas pesepeda dan saya sendiri yang juga pendatang dari Blora, Jawa Tengah. Lalu saya terpacu untuk lebih peduli dan berani. mendidik masyarakat yang sama satu per satu,” jelas Bekti kepada Steecy, Jumat, 9 Februari 2024.

Bekti Maulana sendiri bergabung dengan komunitas ini setelah tiga bulan mengungsi. Saat pertama kali didirikan, Jogja Garuk Sampah masih memiliki program kegiatan sukarela dan hampir dilakukan setiap hari. Selain itu, kegiatannya dilakukan pada malam hari.

“Awalnya namanya Resik-resik Kota. Kami tidak menggunakan nama Garuk Sampah. Nama itu langsung dipakai karena ingin menggunakan nama yang unik. Mudah diingat, tapi aneh,” ujarnya. menjelaskan.

Munculnya Jogja Garuk Sampah disebabkan adanya keluhan para pendatang atau wisatawan yang berkunjung ke Kota Yogyakarta. Mereka mengeluhkan kondisi sudut kota, khususnya kawasan wisata di Yogyakarta yang banyak dipenuhi sampah.

Selaku penyelenggara lapangan Jogja Garuk Sampah, Bekti juga mengatakan mereka tidak hanya fokus pada sampah. Masyarakat ini juga mengelola segala sesuatu mulai dari sampah domestik atau rumah tangga, sampah atau sampah industri hingga sampah kasat mata.

Selain melakukan kegiatan rutin setiap Rabu malam, Jogja Garuk Sampah menyebarkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan melalui acara-acara penting di kota Yogyakarta.

Saat ditanya harapannya terhadap Jogja Garuk Sampah dan masyarakat Yogyakarta, Bekti Maulana memberikan jawaban di luar dugaan. Kiprahnya dalam isu lingkungan hidup dan niat untuk menjadikan Yogyakarta lebih bersih, ia berharap agar Jogja Garuk Sampah segera dibubarkan.

“Kami berharap Garuk Sampah segera dibongkar. Penggantinya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” kata Bekti yang juga berbagi nasehat agar generasi muda lebih peduli terhadap lingkungan.

“Banyak cara yang sederhana, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah terutama yang bisa didaur ulang, atau menghemat air dan listrik. Selain itu, jika bisa bergabung dengan organisasi ekologi yang bergerak di bidang lingkungan hidup, kegiatan perlindungan atau melakukan kegiatan sosial seperti pembersihan, pembersihan pantai atau kegiatan penanaman pohon”, tutupnya.

Selain Bekti Maulana, ada juga Vania Santoso yang mengawali kiprahnya melalui proyek sosial dan pendidikan pemberdayaan masyarakat terkait isu lingkungan hidup. Proyek ini mendorong perempuan berusia 32 tahun ini memutuskan untuk mengembangkannya menjadi proyek sosial yang berkelanjutan dan menghasilkan nilai ekonomi.

Pada tahun 2018 didirikan “heySTARTIC” yang merupakan bisnis yang menawarkan berbagai fashion unik dan ramah lingkungan. Padahal, bisnis ini dirintis oleh Vania dan kakak perempuannya, Agnes Santoso.

“Secara sah didirikan pada tahun 2018, namun sebelumnya kami mengedukasi masyarakat tentang isu lingkungan hidup dan sifatnya lebih pada proyek sosial. Salah satu yang kami lihat adalah bagaimana proyek sosial ini bisa berkelanjutan secara finansial. dari segi tidak perlu khawatir mencari sponsor dan kompetisi untuk mendapatkan dana untuk misi sosial yang diusung,” kata Vania kepada Steecy, Sabtu, 10 Februari 2024.

Vania dan adiknya mencari cara agar masyarakat tertarik dan bangga menggunakan produk daur ulang dari sampah daur ulang, salah satunya melalui produk daur ulang yang dijadikan fashion.

Wanita asal Surabaya ini mengungkap permasalahan yang dihadapinya selama membangun bisnis heySTARTIC. Kurangnya edukasi masyarakat mengenai produk olahan menjadi tantangan baginya.

Dengan modal sendiri, Vania mengaku mengawalinya dari hasil mengikuti kompetisi dan mendapatkan penghasilan Rp 10 juta. Dana tersebut digunakan untuk bereksperimen mengembangkan produk daur ulang, sehingga mampu membangun bisnis heySTARTIC.

Produk heySTARTIC memiliki desain yang unik dan dibuat dengan hasil karya daur ulang dari pengrajin berpengalaman. Untuk produksi, ada ahli atau pendiri program pemberdayaan masyarakat yang menjadi pengelola di lapangan. Jumlah Founder sebanyak 11 orang dengan membawahi 2-3 orang teknisi.

Sistem pembayarannya sendiri berdasarkan pesanan dan pembagian keuntungan dari penjualan. Vania mengatakan, selain bisa menambah gaya yang beragam, toko di Jalan Jemursari 4 No. 5, Surabaya juga menawarkan berbagai macam produk antara lain tas, dompet, paket, tas tangan, sepatu dan kasa, alas meja, kursi dan masih banyak lagi.

Tujuannya untuk mengenalkan kesadaran lingkungan dan gaya hidup ramah, namun salah satu cara yang paling menarik adalah melalui fashion. Tak hanya itu, produk-produk unik heySTARTIC juga ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp 50.000 – 1,2 juta saja per produk.

Produknya juga tersedia di e-commerce Shopee dan Tokopedia, serta melalui jejaring sosial seperti Instagram. produk daur ulang heySTARTIC juga dijual secara offline di gudang toko oleh-oleh di Surabaya.

Dukung Sekolah Energi Berdikari, Pertamina Beri Bantuan Solar Panel untuk SMAN 3 Cilacap

Steecy, CILACAP – Pertamina menyalurkan bantuan pemasangan panel surya ke SMA Negeri 3 Cilacap.

Dukungan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan program Sekolah Mandiri Energi (SEB) Pertamina.

Baca: Begini upaya Kilang Internasional Pertamina menjaga pasokan BBM dan LPG di masa transisi.

Program ini merupakan kerja praktek Pertamina untuk mempersiapkan generasi muda peduli lingkungan.

SEB Pertamina mengumumkan pada Selasa (8/11) di SMA Negri 3 Chilacap, bersama sub-holding perusahaan kilang dan petrokimia PT Kiran Pertamina International (PT KPI) Refinery Unit IV Chilacap, “Masyarakat Berkelanjutan” Acara tersebut bertemakan “Masyarakat Berkelanjutan”. dari “Promosi”.

Baca: Pertamina NRE dan VKTR bekerja sama untuk mempercepat transisi Indonesia ke kendaraan listrik

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung sekolah dan generasi muda untuk terlibat dalam kelestarian lingkungan.

Selain itu, kami mendorong siswa untuk memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat sekitar melalui pendidikan dan penggunaan energi terbarukan.

Dian Puspita Rini, General Support Manager PT KPI Refinery Unit IV Chilacap, mengatakan SEB ini sejalan dengan upaya Pertamina mendukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam penerapan nilai-nilai Adiwiyata di sekolah.

Pak Dian mengatakan program ini fokus pada ESG (Environment, Social and Governance) poin 4 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu pendidikan berkualitas, poin 7 energi bersih dan terjangkau, dan perubahan iklim poin 13. Ia menekankan bahwa hal ini merupakan hal yang penting. sejalan dengan upaya Pertamina untuk mengatasi hal tersebut . .

“Dengan inisiatif ini, mahasiswa akan belajar tentang energi terbarukan,” kata Dian.

Pak Dian juga menyampaikan harapannya dengan adanya bantuan panel surya ini, lingkungan sekolah menjadi lebih baik, ujarnya.

Pada kesempatan itu juga dilakukan sharing session bersama Billy Mambrassard, Staf Khusus Presiden.

Perwakilan dari Chilacap Refinery juga membawa berbagai materi ke kelas untuk memberikan sesi berbagi.

Rangkaian kegiatan SEB juga melibatkan partisipasi banyak siswa SMA Negeri 3 Cilacap khususnya pada saat Expo Upcycling Competition.

Ajang Pertamina ini mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan menciptakan alat-alat yang berjiwa lingkungan melalui kegiatan daur ulang.

Pj Manager CSR PT Pertamina (Persero), Reno Fri Daryanto, Area Manager Comm, Rell dan CSR RU IV Cilacap Cecep Supriatna turut serta dalam kegiatan ini.

Turut hadir pula Sri Mulniyati, Direktur Jenderal Departemen Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap, Dr. Suarni Randuma dari Tim Energi Baru dan Terbarukan Pertamina, dan Dr. Wisny Ayusumi dari Pertamedica IHC. (mrk/jpnn)

Pertamina Siapkan Generasi Muda Peduli Lingkungan Lewat Sekolah Energi Berdikari

Steecy, CILACAP – Kegiatan Pertamina terus mempersiapkan generasi muda untuk peduli terhadap lingkungan.

Diantaranya melalui program Sekolah Mandiri Energi (SEB) Pertamina bersama anak perusahaan penyulingan dan perminyakan yaitu PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) RU IV Cilacap di SMA Negeri 3 Cilacap, Selasa (8/11).

BACA JUGA: Pertamina dan Chevron bekerja sama memenuhi komitmen pengurangan karbon

Tema SEB Pertamina, ‘Membangun masyarakat berkelanjutan’, bertujuan untuk mendukung keterlibatan sekolah dan generasi muda dalam kepedulian lingkungan.

Selain itu, pelajar didorong untuk memberikan dampak yang lebih besar terhadap masyarakat sekitar melalui pendidikan dan penggunaan energi terbarukan.

BACA JUGA: Di Sinopec Forum, CEO Pertamina sampaikan ketahanan energi sebagai prioritas utama Indonesia

General Manager Support PT KPI RU IV Cilacap Dian Puspita Rini mengatakan SEB Pertamina sepakat mendukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam penerapan nilai Adiwiyata.

“Sejalan dengan komitmen kami terhadap ESG (Environment, Society, and Governance) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Keempat, yaitu pendidikan berkualitas, energi bersih terjangkau, dan Pasal 13,” kata Dian Puspita Sari.

BACA JUGA: Universitas Pertamina berperan dalam menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mendukung transisi energi dan dekarbonisasi.

Sebagai bentuk dukungan kepada SEB, Pertamina memberikan bantuan pemasangan panel surya.

“Siswa akan diajarkan tentang energi terbarukan dalam inisiatif ini. Diharapkan juga panel surya ini dapat menjadi lingkungan yang baik bagi sekolah,” kata Dian.

Sejumlah pejabat yang berada di sana mengunjungi laboratorium mangrove sekolah tempat mereka melakukan penanaman pohon.

Selain itu juga dibagikan kepada Billy Mambrasar yang merupakan staf khusus Presiden bidang pendidikan dan inovasi sekaligus duta SDG di Indonesia.

Pejabat Kilang Cilacap juga turut berpartisipasi dengan membawa berbagai peralatan ke dalam kelas.

Para siswa SMA N 3 Cilacap juga telah banyak mengikuti rangkaian kegiatan SEB khususnya promosi lomba.

Inisiatif Pertamina ini mendorong mahasiswa untuk berkreasi dan menciptakan material ramah lingkungan melalui daur ulang.

Turut hadir dalam acara ini adalah CSR Manager PT Pertamina (Persero) Reno Fri Daryanto, Comm, Rell, & Regional Manager CSR RU IV Cilacap Cecep Supriatna, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilacap Sri Murniyati. , Suarni Landuma dari Pertamina. Grup Energi Baru Terbarukan, dan Dr. Wisny Ayusmi dari Pertamedika IHC. (mrk/jpnn)