Darya-Varia Gandeng Kemenkes Cegah Stunting

Steecy, JAKARTA – Perusahaan farmasi PT Darya-Varia Laboratoria Tbk bermitra dengan Kementerian Kesehatan RI mengurangi 80% upaya pencegahan penyakit kudis di Cibatok II, Bogor. .

“Di Indonesia, hal ini sudah menjadi permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian khusus. Pertarungan memerlukan pendekatan sistematis dan intervensi terhadap ekosistem serta pemberian nutrisi terbaik,” kata Presiden Direktur PT Darya-Varia Laboratoria Tbk Dr. John Cloyer saat ditemui dalam talkshow di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Selasa (6/ 2/2024 ).

Ia mengatakan, upaya penghapusan stunting di Indonesia bukan hanya masalah fisik saja, namun juga masalah sosial dan ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan negara.

Anak-anak di bawah usia lima tahun mengalami stunting akibat kekurangan gizi, terutama pada seribu hari pertama kehidupan. Kelambatan mengganggu perkembangan kognitif dan motorik, menurunkan kemampuan intelektual, dan meningkatkan risiko penyakit tidak menular di kemudian hari.

Oleh karena itu, sejak tahun 2018, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang diusung Darya-Varia bersama Kementerian Kesehatan telah melaksanakan beberapa program pencegahan stunting di Indonesia, khususnya Cibatok II, Kota Bogor. Hasilnya, kolaborasi tersebut mampu menurunkan laju stagnasi di Kota Cibatok II hingga 80 persen pada tahun 2023.

Kota Cibatok II dipilih karena memiliki angka stunting tertinggi di Jawa Barat, Indonesia, sehingga menjadi fokus salah satu kawasan pencegahan stunting dalam 5 tahun terakhir.

Saat ini Darya-Varia dan Kementerian Kesehatan terus berkolaborasi untuk menurunkan angka stunting di Desa Cibatok II hingga 100 persen, dan diharapkan kedepannya dapat menjangkau desa-desa lain melalui program serupa.

Bersama pejabat Kementerian Kesehatan dan Desa Cibatok II Bogor, Darya-Varia juga melakukan beberapa program pencegahan stunting. Hal ini mencakup pendidikan kesehatan, pelatihan peningkatan kapasitas bidan, pemberdayaan perempuan melalui penyediaan makanan sehat dan peralatan kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis dan lain-lain.

“Dengan dukungan yang terus menerus, Desa Sibatok II mampu menurunkan angka stunting secara signifikan. Program ini berbeda karena intervensi yang dilakukan lebih dari sekedar penyediaan pangan dan produk gizi.

Ia mengatakan, program kerja sama ini sudah fokus pada masalah keamanan hulu. Seperti pendidikan kesehatan ibu dan anak, pengembangan sanitasi lingkungan, pemberdayaan keluarga dan pendidikan usia dini khususnya pada anak remaja.

Ketua IDAI Tanggapi Program Makan Siang Gratis untuk Cegah Stunting di Debat Capres

Steecy, Jakarta – Debat calon presiden kelima Pemilu 2024 digelar di JCC Jakarta, Minggu, 4 Februari 2024. Dalam acara tersebut, calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menanyakan apakah calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo menyetujui program makan siang gratis tersebut. untuk mencegah stunting. Ganjar juga menyatakan stunting hanya bisa dicegah saat anak masih dalam kandungan dengan memberikan asupan nutrisi pada ibu hamil.

Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengatakan upaya pencegahan stunting dengan memberikan makan siang pada anak tidak efektif.

“Kalau stunting, ke RS, periksakan ke dokter anak, itu yang penting. Pencegahan stunting, saya setuju dengan pernyataan bahwa itu dimulai sejak dalam kandungan, lalu dimulai pada 1.000 hari pertama. ” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin 5 Februari 2024.

Pentingnya 1000 HPK Selain fokus pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), Piprim mengatakan, pencegahan stunting yang tepat juga harus fokus pada penguatan protein hewani sejak masa kehamilan. “Dan sebetulnya dari perempuan hamil jadi 1000 HPK. Jadi fase emasnya di 1000 hari pertama yang harus kaya produk hewani. Saya kira itu mungkin harus disosialisasikan. Memberi makan anak sekolah tidak ada hubungannya dengan stunting. Tapi di 1.000 hari pertama saya rasa itu yang sangat penting,” imbuhnya.

Untuk memperoleh protein hewani, Piprim mengatakan susu sapi baik untuk dikonsumsi. Namun susu bukan satu-satunya sumber karena protein hewani juga bisa didapat dari ikan, ayam, dan telur.

Pilihan Redaksi: Ganjar Bantah Program Makan Siang Gratis dari Prabowo untuk Cegah Stunting, Seharusnya Begitu

Berita ekonomi bisnis terkini bermula dari kontroversi rencana Prabowo-Gibran yang memotong subsidi BBM untuk mendanai program makan siang gratis. Baca selengkapnya

Gibran Rakabuming Raka menyatakan pihaknya akan merevisi rencana pengurangan subsidi energi untuk mendanai program makan siang gratis. Baca selengkapnya

Rencana pemotongan subsidi BBM untuk mewujudkan program makan siang gratis Prabowo-Gibran sempat membuat heboh media sosial. Apa kata TKN? Baca selengkapnya

Eddy Soeparno membantah pernah menyebut Prabowo Subianto akan memotong subsidi BBM demi program makan siang gratis. Baca selengkapnya

Ekonom Celios Bhima Yudhistira menilai pemotongan subsidi BBM untuk program makan siang gratis bukanlah kebijakan yang tepat. Baca selengkapnya

Janji Prabowo-Gibran saat ini memimpin hasil quick count. Baca selengkapnya

Prilly Latuconsina menanggapi komentar netizen yang mengaku tak mau menonton film Umay Shahab akibat cuitan makan siang gratis tersebut. Baca selengkapnya

Salah satu program yang diusung Prabowo-Gibran saat kampanye adalah makan siang gratis dan pembagian susu gratis kepada anak-anak di seluruh Indonesia. Baca selengkapnya

UU Sistem Pendidikan Nasional disebut tidak memberikan jaminan terhadap hak anak atas gizi yang cukup. Baca selengkapnya

Kementerian Pertahanan menyatakan belum pernah menandatangani kontrak kerja sama dengan PT Teknologi Military Indonesia (TMI). Baca selengkapnya

Ibu Stunting Bisa Lahirkan Bayi Sehat dengan 10 Langkah Pencegahan

Steecy, Jakarta – Ada harapan bagi orang-orang berbakat yang bisa melahirkan bayi sehat bebas gagap dengan menggunakan alat kontrasepsi.

Boi Avidin, Sp.OG (K), pakar obstetri dan ginekologi, ibu yang mengalami gagap bisa melahirkan tanpa sembelit dengan melakukan 10 tindakan pencegahan dalam 1.000 hari pertama kehidupan bayi.

“Kalau ibu sudah (mengalami) gagap, bukan berarti akan terus bertahan. Kita bisa putuskan rantainya, jangan sampai generasi penerus berbeda lagi,” kata dr. A bocah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, pada Selasa Antara melaporkan.

Dokter lulusan Universitas Padjadjaran ini menambahkan: “Jadi ibu ini perlu dididik agar bisa lebih mempersiapkan generasi penerus.”

Gagap, suatu kondisi terhambatnya pertumbuhan anak di bawah usia lima tahun akibat kekurangan gizi kronis, terjadi terutama pada seribu hari pertama kehidupan. Kondisi ini dapat menghambat perkembangan kognitif dan motorik, menurunkan kemampuan intelektual, dan meningkatkan risiko penyakit tidak menular di kemudian hari.

Oleh karena itu, 10 langkah yang harus dilakukan untuk mencegah sembelit, selain memastikan anak mendapat pola makan seimbang untuk pertumbuhan yang baik dan sehat.

Pertama, ibu hamil sebaiknya memperbanyak asupan makanannya. Mereka sebaiknya mengatur pola makannya dengan memperbanyak asupan buah dan sayur serta memastikan asupan protein yang cukup.

Kedua, pentingnya minum pil selama kehamilan hingga masa nifas (sekitar 6 minggu setelah melahirkan) untuk menambah darah. Pil ini membantu mencegah anemia dan menjaga daya tahan tubuh ibu dan bayi, kata anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini.

Lakukan IMD untuk ketiga kalinya atau mulai menyusui sejak dini. Hal ini penting agar bayi mendapat kolostrum dalam ASI yang kaya akan kekebalan tubuh dan dapat melindungi bayi dari risiko infeksi.

Keempat, mengatasi kekurangan yodium pada ibu hamil dengan mengonsumsi garam beryodium. Kekurangan yodium dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin serta meningkatkan risiko cacat lahir pada janin.

Kelima, memastikan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan. Keenam, tetap memberikan ASI hingga bayi berusia 23 bulan dan memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) setelah bayi berusia 6 bulan.

Ketujuh: mengobati cacingan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Kedelapan, pastikan bayi Anda mendapatkan semua vaksinasi dasar, mulai dari campak hingga hepatitis B.

“Persoalan kebersihan juga perlu diperhatikan. Jagalah fasilitas kebersihan seperti toilet dan air bersih agar terhindar dari penyakit terkait kebersihan yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak,” kata dokter praktik di RS Mitra Kalwarga Kalpa Gading. , Jakarta.

Ia juga mengingatkan ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilan ke dokter atau bidan untuk memantau pertumbuhan janin selama hamil. Dengan begitu, kegagapan bisa dicegah dan tercipta generasi emas di masa depan.

“Mulailah dari hal kecil, dimulai dari lingkungan keluarga. Ibu perlu memperhatikan dan merawat anaknya untuk menciptakan masyarakat yang mendesak,