8 Manfaat Tidak Terduga Pare, Aman Dikonsumsi Penderita Penyakit Ini

Steecy, JAKARTA – PARE mungkin salah satu sayuran yang jarang dimakan orang.

Bukan tanpa alasan. Banyak orang yang enggan mengonsumsi pare karena rasanya yang pahit.

BACA JUGA: 6 Khasiat Air Rebus Pahit Diresapi Madu Kolesterol

Abaikan saja rasa pahit yang mungkin tertinggal di lidah Anda dan nikmati melimpahnya antioksidan dan nutrisi yang ditawarkan pare.

Labu pahit mengendalikan diabetes, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan merupakan sumber sifat anti-inflamasi, anti-jamur dan anti-parasit yang sangat baik.

BACA JUGA: 5 Manfaat Lada Hitam, Mencegah Proses Serangkaian Penyakit Ini

Berikut penjelasannya seperti yang terdapat di Netmeds.com.1. Mengontrol diabetes

Kehadiran charntin (peptida mirip insulin) dan alkaloid dalam jumlah besar pada pare berperan penting dalam pengobatan diabetes.

BACA JUGA: 11 Manfaat Belimbing, Aman Dikonsumsi Bagi Penderita Penyakit Ini

Selain mengatur metabolisme, ini mengurangi fluktuasi cepat kadar gula darah.

Ia bertindak sebagai agen hipoglikemik yang kuat dan kaya akan serat larut, menjadikannya sayuran yang ideal untuk penderita diabetes. Pembersih darah

Sifat antimikroba dan antioksidan yang kuat pada pare membantu memurnikan darah, sehingga membantu meningkatkan kesehatan kulit.

Labu pahit juga efektif dalam mengobati berbagai kondisi kulit seperti eksim dan psoriasis. Meningkatkan kekebalan

Labu pahit mengandung antioksidan dan membantu melawan beberapa patogen dalam tubuh.

Antioksidan melindungi tubuh dari radikal bebas dan senyawa berbahaya lainnya yang dilepaskan selama metabolisme dan kerusakan, hingga mencegah serangan berbagai penyakit.

Menambahkan pare ke dalam makanan Anda meningkatkan peluang Anda melawan berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung, kerusakan ginjal, dan masalah hati. Ini meningkatkan kesehatan pernapasan

Banyak penelitian menunjukkan bahwa pare memberikan bantuan dari kondisi pernafasan seperti asma, bronkitis, dan flu biasa.

Sifat antihistamin, penekan, anti-inflamasi, ekspektoran, dan anti-virus menjadikannya dukungan terbaik untuk kesehatan pernapasan. Ini mengurangi wasir

Sifat anti-inflamasi yang kuat pada pare menjadikannya krim yang baik untuk kondisi wasir yang menyakitkan.

Tapal yang terbuat dari akar tanaman pare dapat dioleskan secara eksternal untuk mengurangi pembengkakan, nyeri dan meredakan pendarahan.

Apalagi minum jus pare bisa langsung mengurangi wasir. Ini meningkatkan kesehatan kulit

Konsumsi pare secara teratur membantu menjaga kulit tetap bersinar dan bebas noda.

Pembersih darah pare mencegah jerawat dan mengobati kondisi kulit seperti eksim, psoriasis dan infeksi kulit lainnya.7. Ini melindungi sel dari kerusakan

Pare merupakan sumber asam galat, katekin, epikatekin, dan asam klorogenat yang baik.

Semua antioksidan kuat membantu melindungi sel-sel tubuh dari berbagai jenis kerusakan.8. Ini meningkatkan kesehatan mata dan tulang

Pare, sumber vitamin A, vitamin C, zinc dan potasium yang sangat baik, membantu mencegah penyakit, membangun tulang, menyembuhkan luka jangka panjang dan meningkatkan penglihatan (fny/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA… 4 Khasiat Air Rebus Yang Pahit.

7 Gejala Awal Diabetes dan Cara Pencegahannya

Jakarta –

Diabetes merupakan beban yang menimpa banyak orang di Indonesia dan dunia. Memang benar, penyakit ini telah dipastikan sebagai salah satu keadaan darurat kesehatan global dengan pertumbuhan tercepat di abad ke-21.

International Diabetes Federation (IDF) menyatakan bahwa pada tahun 2021, sekitar 537 juta orang di seluruh dunia akan menderita diabetes. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 643 juta pada tahun 2030 dan 783 juta pada tahun 2045.

Selain menyerang orang dewasa, diabetes juga bisa menyerang anak-anak dan remaja. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala awal diabetes dan cara mencegahnya.

Sebelum membahas gejala awal penyakit diabetes, perlu Anda ketahui bahwa penyakit diabetes secara umum terbagi menjadi dua jenis, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 1 disebabkan oleh kelainan autoimun yang membuat tubuh tidak mampu memproduksi hormon insulin dan mengatur kadar gula darah. Sedangkan diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, atau ketika sel-sel tubuh tidak merespons kerja insulin dengan baik (resistensi insulin).

Biasanya, diabetes tipe 1 diturunkan dan menyerang anak-anak. Sedangkan diabetes tipe 2 dipengaruhi oleh faktor gaya hidup yang tidak sehat, seperti terlalu banyak mengonsumsi gula, kurang berolahraga, dan sebagainya.

Gejala kedua penyakit ini berbeda. Namun, ada beberapa gejala yang lebih sering muncul pada satu jenis diabetes dibandingkan jenis diabetes lainnya. Dikutip dari berbagai sumber, inilah gejala awal diabetes yang harus diwaspadai. Seringkali lapar dan lelah

Sering lapar dan lelah merupakan gejala awal diabetes yang tidak boleh diabaikan. Kedua kondisi ini bisa dialami oleh penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Makanan yang dikonsumsi diolah menjadi glukosa yang digunakan sebagai sumber energi oleh sel-sel tubuh. Namun sel memerlukan bantuan hormon insulin untuk mendapatkan glukosa tersebut. Jika tubuh tidak dapat memproduksi insulin, atau sel menjadi kurang sensitif terhadap insulin, glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel tubuh. Hal inilah yang seringkali membuat penderita diabetes merasa lapar dan lelah. Sering buang air kecil

Rata-rata orang buang air kecil empat hingga tujuh kali dalam 24 jam. Namun, penderita diabetes mungkin lebih sering buang air kecil. Mengapa?

Normalnya, tubuh akan menyerap glukosa melalui ginjal. Namun jika jumlah glukosa terlalu banyak, ginjal menjadi kewalahan dan tidak dapat menyerapnya dengan baik. Hal ini menyebabkan tubuh memproduksi urin lebih banyak sehingga mendorong penderita diabetes untuk lebih sering buang air kecil.

Kondisi ini juga membuat penderita diabetes sering merasa haus. Mulut kering dan gatal

Gejala awal diabetes bisa berupa mulut kering dan kulit gatal. Hal ini terjadi ketika tubuh menggunakan cairan untuk mengeluarkan urin, sehingga mengurangi kebutuhan cairan untuk menjaga hidrasi, termasuk di mulut dan kulit.4. dari penglihatan kabur

Pada penderita diabetes, penglihatan kabur disebabkan oleh perubahan kadar cairan dalam tubuh yang menyebabkan lensa mata membengkak. Akibatnya, bentuk lensa mata berubah dan sulit fokus.5. Luka sembuh perlahan

Ini merupakan salah satu gejala awal yang sering terjadi pada penderita diabetes tipe 2.

Seiring waktu, kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dan saraf. Hal ini dapat mempengaruhi aliran darah dalam tubuh. Akibatnya, luka lecet kecil membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk sembuh. Luka yang lambat sembuh juga meningkatkan risiko infeksi.6. Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas

Pada diabetes tipe 1, pasien mungkin mengalami penurunan berat badan secara tiba-tiba. Hal ini terjadi ketika tubuh tidak dapat memperoleh energi dari glukosa. Sebaliknya, tubuh Anda akan membakar lemak dan otot yang baik untuk menghasilkan energi. Proses ini kemudian menyebabkan penderita diabetes mengalami penurunan berat badan meski tidak mengurangi asupan makanannya.7. Mual dan muntah

Ketika tubuh terpaksa membakar lemak untuk dijadikan energi, proses ini dapat menghasilkan produk limbah berupa keton. Jika jumlahnya terlalu banyak dapat menimbulkan gejala seperti mual dan muntah.

Tak hanya itu, penumpukan keton dalam darah bisa memicu komplikasi berbahaya yang disebut ketoasidosis diabetikum.

Sejauh ini, belum ada metode penyembuhan atau pencegahan untuk diabetes tipe 1. Namun penyakit ini bisa diobati dengan suntikan atau pompa insulin, serta obat-obatan untuk mencegah gula darah naik terlalu cepat.

Di sisi lain, diabetes tipe 2 dapat dicegah dengan melakukan perubahan gaya hidup, antara lain: Menerapkan pola makan sehat dan gizi seimbang Meningkatkan asupan serat Olahraga teratur Menjaga berat badan ideal Berhenti merokok Minuman bersoda pada anak dan kurangi konsumsi alkohol” (red./ tahu)

Menkes Budi Bicara Upaya Indonesia Eliminasi TB di Forum Internasional

Steecy, Jakarta – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin berbagi upaya Indonesia saat menghadiri Rapat Dewan Stop Tuberculosis Partnership (STP) ke-37 di Brasilia, Brasil. Pembelajaran dari Pemberantasan Tuberkulosis (TB). Indonesia, negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia, telah mengambil langkah-langkah pemberantasan TBC dengan sukses besar selama setahun terakhir.

Jumlah kasus TBC yang dilaporkan atau terdeteksi di Indonesia akan meningkat signifikan pada tahun 2022, mencapai 700.000 kasus bahkan mencapai 800.000 kasus pada tahun 2023. “Dulu Indonesia hanya mampu mendeteksi 4 hingga 500.000 kasus TBC, dan angka ini turun menjadi sekitar 300. Pada pada Minggu sore 11 Februari 2024, Sehat Negeriku mengutip ucapan Menteri Kesehatan Budi:

Lebih lanjut Menteri Kesehatan Budi menyatakan Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah kasus yang dilaporkan, dengan target mencapai 900.000 dari perkiraan 1 juta kasus TBC pada tahun 2024. “Indonesia juga berkomitmen untuk memberikan pengobatan TBC yang lebih singkat, memperkuat kerja sama dengan masyarakat. dan menerapkan inovasi untuk membiayai layanan TBC,” tambahnya.

Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kerja keras, ketekunan, dan kemauan belajar serta berkorban membuktikan bahwa bukan tidak mungkin pemberantasan tuberkulosis di tingkat global tanpa adanya keberhasilan di masa depan yang dapat dicapai bersama. Ia menegaskan, pemberantasan TBC akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya untuk memberantas TBC, salah satunya bekerja sama dengan masyarakat dan otoritas kesehatan untuk melakukan skrining terhadap 2,2 juta orang yang termasuk dalam kelompok risiko tinggi terkena TBC.

Selain itu, Indonesia juga mendorong inovasi diagnostik TBC dengan memproduksi lima alat tes TBC berbasis PCR, yang dapat digunakan oleh 1.000 laboratorium PCR yang ada di Indonesia. Upaya lainnya, melalui Biomedical and Genomic Sciences Initiative (BGSi), bertujuan untuk meningkatkan surveilans TB melalui pengurutan genom sampel TB-MDR.

Indonesia juga memastikan setiap orang memiliki akses terhadap pengobatan TBC dengan memperkenalkan terapi oral jangka pendek untuk TBC yang resistan terhadap obat (TB RO), sehingga membantu mempersingkat waktu pengobatan menjadi enam bulan.

Tidak hanya di tingkat nasional, komitmen Indonesia juga tercermin di tingkat global, dimana Indonesia bekerja sama dengan Nigeria, Filipina, dan Polandia untuk meluncurkan Aliansi Nasional Pemberantasan Tuberkulosis. “Saya yakin dengan bersatu kita bisa memenangkan perjuangan melawan tuberkulosis,” kata Menteri Kesehatan Budi.

Pada kesempatan yang sama juga, Menteri Kesehatan Budi sebelumnya menekankan pentingnya mempercepat ketersediaan vaksin tuberkulosis (TBC) baru. Budi mengatakan vaksin tuberkulosis dapat menjadi solusi hemat biaya dan bermanfaat yang dapat mengurangi dampak ekonomi dari biaya perawatan kesehatan dan hilangnya produktivitas masyarakat.

Lebih lanjut Budi mengatakan, untuk menghilangkan tuberkulosis pada tahun 2030, Indonesia hanya memiliki waktu tiga tahun untuk mengembangkan vaksin tuberkulosis untuk digunakan mulai tahun 2028. “Pengembangan vaksin harus tepat sasaran,” kata Menkeu. Budi Sehat

Menteri Kesehatan Budi yang merupakan anggota dewan dari negara-negara terdampak TBC juga merekomendasikan agar anggota G20 melakukan investasi yang cukup untuk menjamin ketersediaan vaksin TBC baru dalam tiga tahun ke depan.

Saat ini, satu-satunya vaksin tuberkulosis yang tersedia adalah vaksin Bacillus Calmette-Guérin (BCG), yang memberikan perlindungan parsial pada bayi dan anak kecil. Namun perlindungan ini tidak cukup untuk mencegah TBC pada anak-anak dan orang dewasa.

Ada kebutuhan mendesak untuk mengembangkan vaksin TBC yang efektif untuk segala usia untuk mengurangi kejadian TBC sebesar 90% dan mengurangi kematian akibat TBC sebesar 95%. Selain itu, vaksin TBC berpotensi mencegah penyebaran TBC yang resistan terhadap obat.

TBC yang resistan terhadap obat adalah bentuk TBC yang tidak merespons pengobatan standar yang biasanya efektif dalam mengobati infeksi TBC.

Demi Eliminasi TB 2030, Menkes Budi Gunadi Sadikin Dorong Percepatan Pengembangan Vaksin Tuberkulosis Baru

Steecy, Jakarta – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya percepatan pengadaan vaksin baru melawan tuberkulosis. Menurutnya, vaksin tuberkulosis dapat menjadi solusi hemat biaya dan berguna untuk mengurangi dampak ekonomi akibat biaya layanan kesehatan dan penurunan produktivitas masyarakat.

Budi menambahkan, untuk mencapai eliminasi tuberkulosis pada tahun 2030, Indonesia hanya memiliki waktu tiga tahun untuk mengembangkan vaksin tuberkulosis sehingga dapat digunakan mulai tahun 2028.

“Pengembangan vaksin harus terpusat,” kata Menteri Kesehatan Budi pada rapat pengurus Tuberculosis Partnership (STP) ke-37 di Brasilia, Brazil pada Minggu, 11 Februari 2024.

Sebagai anggota Dewan yang berasal dari negara terdampak tuberkulosis, Menteri Kesehatan Budi juga mengusulkan agar anggota G20 melakukan investasi yang cukup untuk menjamin ketersediaan vaksin tuberkulosis baru dalam tiga tahun ke depan.

Saat ini, satu-satunya vaksin yang tersedia untuk melawan TBC adalah vaksin Bacillus Calmette-Guérin (BCG), yang memberikan perlindungan parsial pada masa bayi dan anak-anak. Namun perlindungan tersebut belum cukup untuk mencegah tuberkulosis pada anak dan orang dewasa.

Pengembangan vaksin tuberkulosis yang efektif untuk segala usia sangat penting untuk mencapai penurunan angka kejadian penyakit sebesar 90% dan penurunan kematian akibat tuberkulosis sebesar 95%. Selain itu, vaksin TBC berpotensi mencegah penyebaran TBC yang resistan terhadap obat.

TBC yang resistan terhadap obat adalah jenis TBC yang tidak merespons pengobatan standar yang biasanya efektif dalam mengobati infeksi TBC.

Saat ini sedang diteliti beberapa kandidat vaksin TBC yang berpotensi mencegah TBC pada berbagai kelompok umur, menggantikan atau menambah vaksinasi BCG, mencegah kekambuhan pada pasien yang telah menyelesaikan pengobatan, atau memperpendek durasi pengobatan.

Indonesia juga aktif berkontribusi dalam tiga uji klinis kandidat vaksin TBC. Diantaranya adalah vaksin yang dikembangkan oleh Bill and Melinda Gates Foundation (BMGF) dengan menggunakan teknologi protein rekombinan.

Selain itu, vaksin ini merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan farmasi China CanSinoBio dan perusahaan biofarmasi Indonesia Etana yang menggunakan vektor virus.

Terakhir, ada vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi Jerman BioNTech dan perusahaan farmasi Indonesia Biofarma menggunakan teknologi mRNA.

“Saya yakin dengan investasi ini kita tidak hanya akan menyelamatkan nyawa, tapi kita akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang,” kata Menkes.

5 Manfaat Sirsak, Bikin Penyakit Ini Tidak Berkutik

Steecy, Jakarta – Apakah Anda suka makan penghuni pertama? Sirsak merupakan buah yang dagingnya lembut dan rasanya manis.

Dengan rasanya yang segar, sirsak sering digunakan dalam bentuk jus, puding, atau es loli.

Baca Juga: 4 Khasiat Air Daun Sirsak Ampuh Melawan Penyakit Ini

Manfaat sirsak tidak hanya pada daging buahnya saja; Daun dan batangnya sering digunakan sebagai tanaman obat.

Berikut uraiannya yang dimuat di laman Genpi.co.

Baca Juga: 3 Khasiat Air Kunyit Dicampur Lemon Untuk Menghentikan Penyakit Ini Dari Pendekatan Berani 1. Memperlancar Pencernaan

Salah satu manfaat makan seledri adalah melancarkan pencernaan.

Catatan: 100 gram sirsak mengandung 20 miligram vitamin C yang bermanfaat sebagai obat alami diare.

Baca Juga: 7 Khasiat Teh Daun Sirsak: Sederet Penyakit Ini Akan Sembuh Seketika

Selain itu, buah adas mengandung alkaloid dan anti inflamasi kina yang bermanfaat mengurangi parasit usus serta mengurangi sakit dan nyeri perut.2. Menurunkan tekanan darah

Salah satu manfaat makan bayam adalah membantu menurunkan tekanan darah.

Mengonsumsi bayam mampu menurunkan kadar trigliserida yang tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi bayam.

Menurut penelitian yang dilakukan di Universitas Gadjah Mada, suplemen berbahan dasar daun alfalfa, ekstrak dan biji-bijian dapat menurunkan kadar LDL dalam tubuh. Meredakan susah tidur

Salah satu manfaat sirsak adalah dapat dibuat menjadi teh yang efektif menghilangkan stres dan insomnia.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Rutgers University Library, sifat anti inflamasi pada sirsak mampu menenangkan seseorang yang sulit tidur.

Selain membantu meredakan insomnia, sirsak juga membantu menghilangkan stres. Mencegah kanker

Menurut penelitian BMC Complementary and Alternative Medicine, sirsak mengandung turunan asam lemak yang membantu mencegah kanker dan mengecilkan ukuran tumor.

Sirsak yang mengandung acetogenins dipercaya mampu menghentikan pertumbuhan sel abnormal dalam aliran darah sehingga menjadi alternatif pengobatan kanker. Meredakan nyeri sendi

Salah satu manfaat seledri adalah membantu meredakan nyeri sendi seperti radang sendi.

Menurut Journal of Medicinal Food, mengoleskan daun sirsak pada area yang nyeri dapat mempercepat penyembuhan.

Karena daun sirsak memiliki khasiat menenangkan dan anti inflamasi, sehingga dapat digunakan sebagai obat oles pada daerah nyeri (JNP/JPNN).

Baca artikel lainnya… 4 Manfaat Kacang Hijau untuk membantu Anda menghilangkan rangkaian penyakit ini

Indonesia Ikut Andil dalam Uji Klinis 3 Kandidat Vaksin TBC, Karya Anak Bangsa Siap Mendunia

Steecy, Jakarta – Ada beberapa kandidat vaksin TBC yang sedang dikembangkan di Indonesia yang berpotensi mencegah penyakit TBC pada anak dan orang dewasa, menggantikan atau memperkuat vaksin BCG, mencegah kekambuhan pada pasien yang sudah selesai pengobatan, atau memperpendek durasinya. . Perlakuan.

Pada pertemuan Konferensi ‘Stop TB Partnership (STP)’ ke-37 di Brazil, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mencatat bahwa Indonesia aktif berkontribusi dalam tiga uji klinis kandidat vaksin TBC.

Pertama, vaksin yang dikembangkan oleh Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF) dan awalnya dikembangkan oleh perusahaan farmasi Inggris, GSK, menggunakan protein rekombinan. Sebuah studi epidemiologi di Indonesia menunjukkan bahwa lebih dari 30 persen populasi sampel terinfeksi tuberkulosis.

Kedua, vaksin yang dikembangkan melalui kerja sama antara perusahaan farmasi Tiongkok, CanSinoBio, dan perusahaan biofarmasi Indonesia, Etana, menggunakan vektor virus dan sedang dalam uji klinis tahap pertama.

Yang ketiga, vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi Jerman BioEntech dan perusahaan farmasi Indonesia Biopharma, menggunakan teknologi mRNA dan saat ini sedang diuji di lokasi uji klinis fase 2 di Indonesia.

Dikutip dari situs SehatNegeriku pada Minggu 11 Februari 2024, Menteri Kesehatan Budi mengatakan, “Saya yakin dengan investasi ini kita tidak hanya bisa menyelamatkan nyawa, tapi juga menciptakan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.”

Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Bodi menekankan pentingnya percepatan pasokan vaksin Tuberkulosis (TBC) baru. Ia mengatakan vaksin TBC dapat menjadi solusi yang hemat biaya dan bermanfaat untuk mengurangi dampak ekonomi dari biaya layanan kesehatan dan hilangnya produktivitas di masyarakat.

Dalam upaya eliminasi TBC pada tahun 2030, Indonesia hanya memiliki waktu tiga tahun untuk mengembangkan vaksin TBC sehingga dapat digunakan mulai tahun 2028. “Pengembangan vaksin harus dilakukan secara tepat sasaran,” tambah Bodi. tubuh Menteri Kesehatan.

Sebagai anggota Dewan yang berasal dari negara terjangkit TBC, Menteri Kesehatan Budi juga menyarankan agar anggota negara G20 melakukan investasi yang cukup untuk memastikan ketersediaan vaksin TBC baru selama tiga tahun ke depan.

Saat ini, satu-satunya vaksin yang tersedia untuk tuberkulosis adalah vaksin Bacillus Calmette-Guérin (BCG), yang memberikan perlindungan parsial pada bayi dan anak kecil. Namun perlindungan ini tidak cukup untuk mencegah tuberkulosis pada anak-anak dan orang dewasa.

Vaksin TBC yang efektif untuk semua kelompok umur perlu dikembangkan untuk mengurangi kejadian TBC sebesar 90 persen dan angka kematian sebesar 95 persen. Selain itu, vaksin TBC berpotensi mencegah penyebaran TBC yang resistan terhadap obat.

TBC yang resistan terhadap obat adalah jenis TBC yang tidak merespons pengobatan standar yang biasanya efektif dalam mengobati infeksi TBC.

7 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan agar Tidak Terkena Penyakit

Steecy, Jakarta – Penting untuk memahami beberapa tips menjaga kesehatan saat musim hujan agar terhindar dari penyakit di musim hujan saat ini. Ingatlah bahwa saat musim hujan, tubuh manusia rentan terserang penyakit seperti flu, batuk, dan demam.

Lingkungan basah dan suhu rendah memudahkan pertumbuhan virus dan bakteri.

Selain mengonsumsi makanan bergizi, Anda juga harus menjaga kebersihan lingkungan agar jentik nyamuk tidak berkembang biak.

Berikut beberapa tips tetap sehat di musim hujan yang bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tips menjaga kesehatan saat musim hujan 1. Makan makanan bergizi dan minum air putih.

Tips menjaga kesehatan yang pertama tentu saja dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

Makanan merupakan sumber gizi utama dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, pilihlah makanan bergizi seimbang agar sistem imun tubuh tetap berfungsi dengan baik.

Konsumsilah makanan sehat seperti buah-buahan, sayur mayur, protein, dan karbohidrat untuk memberikan energi pada tubuh saat musim hujan.

Selain makanan, penting untuk memastikan tubuh terhidrasi. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganjurkan minum air putih sebanyak 2 liter setiap hari. Meski cuaca terasa lembap, minumlah air putih untuk mencegah dehidrasi. 2. Mengonsumsi vitamin

Akibat cuaca dingin saat musim hujan, tubuh bisa terserang penyakit. Selain melalui makanan dan minuman yang Anda konsumsi, Anda juga bisa menunjang sistem imun tubuh dengan mengonsumsi vitamin.

Vitamin C dan D yang dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh. Menurut situs Siloam Hospitals, kebutuhan vitamin C harian adalah 75 mg untuk wanita dan 90 mg untuk pria. Kebutuhan vitamin harian kini 400-800 IU tergantung usia dan kondisi tubuh. 3. Sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Saat musim hujan, sebaiknya perhatikan kebersihan diri terutama tangan. Pasalnya, tangan kerap bersentuhan langsung dengan berbagai benda, misalnya saat menaiki angkutan umum, minimarket, dan fasilitas umum lainnya.

Mencuci tangan secara teratur atau menggunakan hand sanitizer dapat membantu mencegah penyebaran kuman penyebab penyakit.

Kuman dapat menyebar melalui aktivitas seperti bersin, batuk, atau kontak dengan hewan. Penting untuk memastikan Anda mencuci tangan dengan benar untuk mencegah penyakit.

Infeksi mikroba terjadi dengan cepat. Begitu masuk ke dalam tubuh, kuman dapat menyebabkan infeksi dan penyakit. Oleh karena itu, penting untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap selesai bekerja. 4. Berolahraga secara teratur

Rutin berolahraga dapat menjaga daya tahan tubuh sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit.

Anda bisa melakukan olahraga sederhana seperti jalan kaki, jogging, atau bersepeda. Dengan pemakaian rutin, tubuh dapat mengoptimalkan fungsi sel darah putih sehingga menjaga imunitas tubuh. 5. Kenakan pakaian hangat

Pakaian hangat diperlukan untuk menjaga tubuh tetap hangat di cuaca dingin. Pakaian yang terbuat dari bahan hangat, seperti sweater, dapat membantu menjaga tubuh tetap hangat. Selain itu bahan pakaian seperti taslan bersifat anti air untuk melindungi tubuh dari air hujan. Istirahat dan tidur yang cukup

Cobalah untuk membiasakan istirahat dan tidur yang cukup. Tubuh yang aktif sepanjang hari memerlukan waktu untuk memulihkan energi.

Tidur 7-9 jam merupakan waktu terbaik untuk mengistirahatkan tubuh. Tidur yang cukup juga meningkatkan konsentrasi dan produktivitas. 7. Tambahkan 3M Plus

Air yang tergenang menjadi tempat berkembang biaknya lalat. Hal ini dapat menimbulkan penyakit seperti demam berdarah laut (DBD) dan malaria. Yang dapat dilakukan 3M Plus untuk mencegah penyakit ini: Menguras badan air seperti bak mandi. Tutup botol air dengan rapat. Pemulihan dan daur ulang barang bekas atau limbah yang mudah rusak. Peliharalah ikan yang memakan larva lalat. Pasang kelambu pada ventilasi dan jendela. Tanaman pengusir serangga.

TAMARA PRAMESTI ADHA CAHYANI

Pilihan Redaksi: Banyak Hujan, Para Ahli Peringatkan 6 Penyakit Ini

Pakar kesehatan anak menyebut leptospirosis merupakan penyakit yang bisa menyerang anak saat musim hujan. Jadi perhatikanlah kesehatan anak Anda. Baca artikel

Pakar kesehatan anak mengatakan orang mudah terkena diare karena lingkungan yang kotor dan kebersihan diri yang buruk. Baca artikel

Layanan streaming langsung ini mencakup berbagai jaringan olahraga termasuk ESPN, ESPN2, ESPNU, SECN, ACCN, ESPNews, ABC, FOX, dan FS1. Baca artikel

Simak enam penyakit yang terkena dampak curah hujan deras berikut ini. Lihat komentar ahli kami di bawah ini. Baca artikel

Beberapa dokter hewan merekomendasikan pengujian genetik pada burung peliharaan untuk memastikan mereka memiliki keturunan yang sehat. Baca teks lengkapnya

IDI dan IDAI berkesimpulan, rencana Prabowo mendirikan 300 fakultas kedokteran di wilayah Prabowo bukanlah solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan Indonesia. Baca artikel

Dagu ganda bisa membuat banyak orang merasa tidak aman. Berikut cara sederhana dan efektif menghilangkan double chin. Baca artikel

Kementerian Koperasi dan UKM berharap dapat menciptakan lingkungan yang mendukung terciptanya wirausaha inovatif, berbasis teknologi, dan berkelanjutan. Baca artikel

Jatuh adalah penyebab cedera dan kematian nomor dua. Aktivitas fisik ringan dikaitkan dengan rendahnya risiko jatuh pada orang lanjut usia. Baca artikel

Penangkapan atau skorsing sementara tersangka penyuap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Eddie Hiarije karena alasan kesehatan. Baca artikel

10 Khasiat Sirsak, Bikin Penyakit Ini Tidak Berkutik

Steecy, JAKARTA – SOURSAK merupakan buah dengan kulit bersisik berwarna hijau dan daging buah berwarna putih manis.

Sirsak memiliki rasa manis dan sedikit asam, dan dapat dikonsumsi mentah atau digunakan dalam teh, smoothie, makanan penutup, dan jus.

BACA JUGA: 3 Manfaat Sirsak yang Tak Terduga, Wanita Pasti Menyukainya

Selain ampasnya, daun sirsak juga dimanfaatkan untuk membuat teh.

Manfaat sirsak terutama berasal dari kandungan seratnya yang tinggi.

BACA JUGA: 3 Khasiat Kangkung, Cegah Serangan Penyakit Ini pada Ibu Hamil

Hal ini karena serat dapat memperlambat penyerapan gula, membantu mengatasi sembelit, dan membantu menurunkan laju penyerapan gula dari makanan.

Ini dapat membantu mengatur kadar gula darah dan mencegah resistensi insulin dan diabetes.

BACA JUGA: 6 Khasiat Jambu Biji, Bikin Serangkaian Penyakit Ini Hilang

Buah ini juga mengandung vitamin C dan flavonoid dalam jumlah tinggi, yaitu senyawa dengan sifat antioksidan dan antiinflamasi yang membantu melawan radikal bebas dan mengurangi peradangan.

Daunnya dapat digunakan untuk membuat teh sirsak, yang membantu meringankan masalah lambung, seperti maag, dan mencegah berkembangnya kondisi kesehatan, seperti tekanan darah tinggi dan katarak.

Berikut penjelasannya seperti dilansir laman Tuasaude.com.1. Anti-inflamasi penyakit

Sirsak mengandung sifat anti-inflamasi yang mencegah pengurangan sitokin yang menghasilkan peradangan.

Ini diproduksi oleh tubuh saat terjadi peradangan. Oleh karena itu, buah ini dapat bermanfaat untuk memperparah gejala penyakit inflamasi, seperti arthritis, arthrosis dan rheumatoid arthritis.2. Pencegahan diabetes

Sirsak mengandung sejumlah besar antioksidan yang melindungi sel-sel pankreas yang bertanggung jawab untuk produksi insulin.

Ini membantu mencegah resistensi insulin dan diabetes. Selain itu, sirsak merupakan sumber serat yang baik sehingga memperlambat penyerapan gula.

Hal ini dapat mengatur kadar glukosa darah, yang membantu mengendalikan diabetes pada orang yang telah didiagnosis menderita penyakit tersebut.3. Menjaga kesehatan mata

Karena mengandung lutein, senyawa antioksidan yang penting untuk kesehatan mata, sirsak membantu mengurangi perkembangan penyakit seperti katarak dan degenerasi makula.

Kondisi ini berhubungan dengan penuaan dan menyebabkan kerusakan pada mata sehingga menyebabkan hilangnya penglihatan.4. Ini melindungi perut

Sirsak mengandung sifat anti inflamasi dan antioksidan yang mengurangi kerusakan akibat radikal bebas di lambung.

Hal ini mendorong berkurangnya produksi asam di lambung, sehingga buah ini bermanfaat untuk melindungi lambung, melancarkan pencernaan, dan membantu mengatasi berbagai penyakit, seperti mag.5. Ini meningkatkan stres dan kecemasan

Daun sirsak mengandung anonaine dan asimilobin, senyawa penenang yang bekerja pada sistem saraf pusat.

Senyawa ini berinteraksi dengan serotonin (neurotransmitter yang bertanggung jawab mengatur suasana hati), yang dapat meningkatkan suasana hati, stres, dan kecemasan.6. Mengatur tekanan darah

Sirsak mengandung potasium, mineral yang penting untuk pembuangan natrium dari tubuh melalui urin.

Kalium juga penting untuk manajemen tekanan darah. Selain itu, buah ini juga mengandung antioksidan yang meningkatkan kesehatan arteri dan berperan sebagai vasodilator.

Hal ini membantu meningkatkan sirkulasi darah, yang juga dapat mempengaruhi tekanan darah. Ini memperkuat sistem kekebalan tubuh

Karena kaya akan antioksidan dan antiinflamasi, seperti vitamin C dan quercetin, sirsak membantu mengelola radikal bebas berlebih dan memperkuat sel sistem kekebalan tubuh. Membantu mencegah alergi, pilek dan flu.8. Mengatasi sembelit

Sirsak membantu melawan sembelit karena kaya akan air dan serat. Komponen-komponen ini mendorong pergerakan usus secara alami dan meningkatkan jumlah tinja, yang memfasilitasi pembuangan tinja.9. Jagalah tubuh tetap terhidrasi

Daging buah sirsak mengandung sekitar 82 g air yang mampu menghidrasi tubuh secara signifikan.

Sering dikonsumsi di lingkungan panas atau saat berolahraga, yang membantu mencegah dehidrasi.10. Pencegahan kanker

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sirsak kaya akan acetogenin, sekelompok senyawa metabolik yang memiliki efek sitotoksik yang menargetkan sel kanker.

Selain itu, tercatat dalam beberapa penelitian bahwa konsumsi sirsak dalam jangka panjang dapat membantu mencegah dan mengobati berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, usus besar, paru-paru, dan prostat. (fny/jpnn)

BACA ARTIKEL LAGI… 10 Bahaya Makan Sirsak Terlalu Banyak, Nomor 7 Mengejutkan