Belum Diungkap Jenisnya, Bagaimana Kanker Raja Charles III Ditemukan?

Jakarta –

Raja Charles III dari Inggris didiagnosis menderita kanker saat menjalani pengobatan untuk pembesaran prostat. Jenis kankernya belum ditentukan.

Pernyataan resmi yang dikeluarkan Istana Buckingham menyebutkan kanker Raja Charles III ditemukan saat prosedur investigasi di rumah sakit. Baru-baru ini, Raja Charles III dirawat karena pembesaran prostat jinak.

“Tes diagnostik selanjutnya telah mengidentifikasi suatu bentuk kanker,” tulis pihak istana dalam pernyataan resminya.

Raja Charles III dikabarkan memutuskan untuk membeberkan kondisinya untuk menghindari spekulasi. Selain itu, ia juga berharap langkah ini dapat membantu memahami seluruh penderita kanker di seluruh dunia.

Tidak diketahui secara pasti bagaimana kanker itu ditemukan. Analis kesehatan CNN, Dr. Jonathan Reiner menjelaskan, ketika pasien masuk rumah sakit, serangkaian pemeriksaan umumnya diawali dengan rontgen dada yang dapat mengungkap berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Tampaknya saat evaluasi rutin operasi prostat mereka menyadari ada yang tidak beres, ujarnya, dilansir CNN, Selasa (6/2/2024).

(atas/lutut)

Istana Buckingham Umumkan Raja Charles III Idap Kanker

Jakarta –

Istana Buckingham mengumumkan bahwa Raja Charles III menderita kanker. Belum diketahui jenis kanker apa yang dideritanya, namun tercatat kanker tersebut ditemukan saat menjalani pengobatan pembesaran prostat.

Dikutip BBC, jenis kanker yang diderita Raja Charles III belum terungkap, begitu pula stadium kanker yang dimaksud. Namun pernyataan dari istana mengatakan raja menjalani “perawatan normal” pada hari Senin.

“Menjaga sikap positif terhadap pengobatan yang dijalaninya dan berharap dapat kembali menjalankan tugas resminya secepatnya,” kata pihak Istana dalam keterangan resmi yang dikeluarkannya.

Dikutip Reuters, sumber istana menyebutkan jenis kanker yang diderita Raja Charles III bukanlah kanker prostat.

“Yang Mulia hari ini memulai perawatan rutin, dan dokter menyarankannya untuk menunda tugas publik,” kata sumber itu.

“Pada periode itu, Yang Mulia akan melanjutkan urusan kenegaraan dan urusan masyarakat seperlunya,” lanjutnya.

Raja berusia 75 tahun itu menjalani perawatan karena pembesaran prostatnya di London lebih dari seminggu yang lalu. Ia memilih membeberkan kondisinya ke publik agar para pria terdorong untuk memeriksakan prostatnya.

(naik naik)

Dengar Kabar Raja Charles III Didiagnosis Kanker, Joe Biden Turut Prihatin

Steecy, Jakarta Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendapat informasi mengenai kesehatan Raja Charles III. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap keadaan ayah William dan Harry.

“Saya baru mendengar tentang penyakit (Raja Charles III),” kata Biden kepada wartawan di Las Vegas, AS, Senin (5/4/2024) waktu setempat.

“Saya prihatin dengan situasinya,” lanjut Biden.

Pria berusia 81 tahun itu juga ingin menghubungi Raja Charles untuk membantunya dari jauh.

“Tapi saya akan menghubunginya,” kata Biden mengutip Newsweek, Selasa (6/2/2024). Informasi dari Istana Buckingham

Pada tanggal 5 Februari 2024, Istana Buckingham mengumumkan kesehatan Raja Charles III. Menurut informasi dari Istana Buckingham, satu lagi ditemukan selama perawatan pembesaran prostat. Hasil tes menunjukkan kanker. Jenis kankernya tidak diketahui tetapi ini bukan kanker prostat.

Hingga Senin, 5 Februari 2024, Raja Charles III telah mendapat perawatan medis ekstensif. Dokter yang membantunya meminta pria berusia 75 tahun itu membatasi aktivitas sosialnya.

“Saat ini dokter telah menyarankan dia untuk menunda aktivitas publik,” tulis pernyataan Istana Buckingham di situs kerajaan, Selasa (6/2/2024).

Raja Charles III telah menangguhkan keterlibatan publik, namun Istana Buckingham telah mengonfirmasi bahwa suami Ratu Camilla akan terus menjalankan perannya sebagai kepala negara.

“Yang Mulia akan terus menjalankan tugas resmi dan bisnisnya seperti biasa,” tulis Istana Buckingham.

Charles pun mengucapkan terima kasih kepada tim medis yang telah mengambil tindakan. Ia berusaha tetap berharap atas bantuan yang diterimanya.

“Dia berharap bisa segera kembali menjalankan tugas resminya,” tulis Istana Buckingham.

Pengumuman resmi tentang kesehatan Raja Charles telah dipublikasikan untuk menghindari spekulasi.

“Yang Mulia memilih untuk berbagi penyakit ini untuk menghindari spekulasi dan dengan harapan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman semua orang yang terkena kanker,” demikian pernyataan dari Istana Buckingham.