Spesifikasi Misil Fateh-110 dan Zolfaghar Iran, Ancaman Nyata untuk Ukraina

JAKARTA – Fateh-110 dan Zolfaghar produksi Iran menjadi bahan perdebatan internasional karena senjata tersebut dikirim ke Rusia.

Jumlahnya tidak sedikit. Sumber Reuters menyebutkan sekitar 400 rudal Iran dari keluarga Fateh-110 dan Zolfaghar telah dikirim ke Rusia sejak Januari 2023.

Rudal-rudal tersebut berbahaya karena akurasi sasarannya melebihi rudal-rudal yang dibeli Rusia dari Korea Utara, yaitu jenis KN-18, KN-23, KN-24, dan KN-25.

Dilaporkan bahwa Rusia menggunakan senjata Iran tersebut untuk melanjutkan serangan rudalnya terhadap Ukraina. Akibatnya, pertahanan udara dan rudal Ukraina berada dalam kesulitan, terutama mengingat terbatasnya persediaan sistem pertahanan udara S-300P dan S-300W.

Selain itu, terdapat beberapa baterai sistem Patriot (tiga) dan satu unit SAMP/T yang disediakan oleh negara-negara Barat, yang tidak cukup untuk melindungi seluruh titik di Ukraina. Mesin tengahnya saja mampu mencegat rudal balistik dari ketinggian mencapai kecepatan Mach 7 (sekitar 4474 mph).

Deskripsi senjata Iran Fateh-110 dan Zolfaghar

Berita dari Essanews, Fateh-110 merupakan rudal berbahan bakar tunggal dengan panjang sekitar 29 meter dan berat 3,9 ton. Rudal ini dikembangkan pada tahun 1990an dan mulai beroperasi pada tahun 2004 berdasarkan rudal balistik Zelzal-2, yang berasal dari Luna-M Soviet. Kapal tersebut dirancang untuk dilengkapi dengan navigasi satelit dan sistem navigasi inersia, serta peralatan pelacak rudal.

Versi pertama dari rudal ini memiliki kemungkinan kesalahan melingkar (CEP) sekitar 1.640 kaki, namun Iran telah mengurangi batas kesalahan ini menjadi sekitar 33 kaki. Tepian rudal yang membawa bahan peledak seberat 1.102 pon berarti target tidak memiliki peluang untuk selamat dari serangan tersebut. Muatan rudalnya adalah hulu ledak, namun bisa juga membawa muatan atau bahan kimia.

Rudal Zolfaghar pertama kali didemonstrasikan pada tahun 2016 dan digunakan untuk menyerang sasaran di Suriah pada tahun berikutnya. Ini adalah rudal balistik dengan jangkauan hingga 435 mil. Rudal ini dapat dilihat sebagai versi yang lebih besar dari Fateh-110. Dengan panjang 33 kaki dan berat lebih dari 4,4 ton, Zolfaghar dapat membawa muatan lebih dari 1.102 pon, yang memisahkannya dari badan rudal, sehingga sangat sulit untuk ditembus.

Kehebatan Drone Magura V5 yang Menenggelamkan Kapal Perang Rusia

JAKARTA – Drone Magura V5 atau Sea Child menjadi perbincangan setelah berhasil menenggelamkan kapal perang Angkatan Laut Hitam Rusia di Danau Donuzlav Krimea pada 1 Februari 2024.

Keberhasilan Ukraina didasarkan pada intelijen yang mencakup video pendek yang menunjukkan momen serangan tersebut. Sementara itu, Rusia menolak menanggapi tuduhan tersebut.

Pada awalnya, Ukraina tidak mengungkapkan senjata spesifik yang digunakan dalam serangan tersebut. Namun para ahli meragukan penggunaan drone dengan Magura V5 atau Sea Child.

Belakangan, kepala badan intelijen Ukraina Kirill Budanov mengungkap rincian tenggelamnya kapal Rusia “Ivanovets”. Sabtu (3/2/2024), menurut portal Bssaat, Ukraina membenarkan serangan tersebut menggunakan drone Magura V5 dari EssaNews. Selain itu, enam serangan langsung terhadap kapal tersebut menyebabkan kapal perang Rusia tersebut miring dan akhirnya tenggelam.

Fitur Drone Laut Magura V5

Pasukan Pertahanan Laut Hitam sering menggunakan drone angkatan laut Magura V5. Beberapa video online menunjukkan drone ini memburu kapal musuh.

Selain kapal selam Magura V5, diketahui menimbulkan ancaman signifikan bagi kapal Rusia. Pertama-tama, ini karena Magura V5 adalah drone yang sangat besar dengan panjang sekitar 18 kaki dan lebar 5 kaki. Strukturnya yang tak berawak memungkinkannya mencapai kecepatan 42 knot atau 47 mph, menjadikannya sasaran yang sulit selama serangan.

Karena ukurannya yang besar, Magura V5 mampu menampung banyak bahan peledak. Berat maksimal drone ini adalah 705 pon dan bagian senjatanya 441 pon. Hal ini menimbulkan ancaman serius bagi kapal Armada Laut Hitam Rusia.

Drone ini mampu menempuh jarak 497 mil dalam sekali perjalanan. Jangkauan luas ini mewakili keunggulan lain dari unit Magura V5. Dari segi kemampuannya, drone merupakan drone kamikaze dan dapat melakukan misi pengawasan dan pengintaian maritim. Dengan demikian, Ukraina dapat menggunakan drone untuk menargetkan rudal anti-kapal ke unit musuh sambil melancarkan serangan dari laut.