Gitaris Band Hivi Berbagi Pengalaman di Teknik Industri Universitas Bakrie, Menginspirasi Banget

Steecy, JAKARTA – Pidato pada Program Studi Teknik Industri Universitas Bakri mendapat perhatian khusus dengan kehadiran Ezra Mandira pada Selasa (28/11/2023).

Musisi dan gitaris dari band berorientasi akademis Heavey datang untuk mengajar. Ia memberi kuliah tentang Teknik Industri 101: Perspektif Kreatif.

BACA JUGA: Disutradarai Richard Manentana, Insan Jasa Raharja harus bisa mencari peluang

Dihadapan puluhan mahasiswanya, Ezra berbagi pengalamannya, termasuk berbagai fakta mengenai kegemarannya yang tidak hanya fokus pada dunia kreatif, namun juga bidang konstruksi industri.

“Mungkin banyak dari kalian yang belum tahu kalau saya sebelumnya kuliah di bidang teknik, tahun 2009 saya masuk universitas dengan gelar Teknik Industri, kebetulan bidang ini menjadi landasan yang kokoh untuk karir musik saya,” ujarnya.

BACA JUGA: Sangat menginspirasi, Putri Ariani mendapat penghargaan istimewa

Ia juga menambahkan bagaimana gambaran nyata ilmu teknik industri bisa diaplikasikan langsung ke industri kreatif, khususnya di bidang musik.

“Saat saya menjadi produser di sebuah acara musik, saya membawa praktik teknik industri ke atas panggung. Ini seperti membuka toolbox baru untuk memastikan semua aspek berjalan lancar, terorganisir dan efisien,” kata Ezra. pengalaman. .

BACA JUGA: Dianggap Inspiratif, Boss Duo DAP Juara EOY 2023

Kehadiran Ezra Mandira dalam kegiatan pengajaran di Universitas Bakri diharapkan dapat memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa untuk merasakan keberagaman dan pentingnya ilmu teknik industri di berbagai bidang pekerjaan.

Senada dengan salah satu mahasiswa yang hadir dalam perkuliahan, Darren Jetrowick, mahasiswa angkatan 2023, “ide-ide baru yang disampaikan Mas Ezra sangat menarik. Teknik industri tidak hanya merupakan bidang yang berhubungan dengan pabrik, namun lebih kompleks lagi, industri kreatif juga dapat mempunyai kesinambungan. “

Kolaborasi antara akademisi dan wirausaha di Universitas Bakri dapat menginspirasi mahasiswa untuk menggali dan mengembangkan potensi karirnya di dunia nyata. (ray/jpnn)

Prof Ardiansyah Dikukuhkan Jadi Guru Besar Ilmu Kimia dan Biokimia Pangan di Universitas Bakrie

Steecy JAKARTA – Universitas Bakrie mengukuhkan jabatan guru besarnya tahun ini. Kali ini yang membenarkannya adalah Profesor Ardiansyah Ph.D. dari Program Studi Teknologi Pangan. Beliau ahli di bidang kimia pangan dan biokimia.

Beliau adalah asisten profesor pada program Ilmu dan Teknologi Pangan.

Baca Juga: Prof M. Taufiq Amir Diangkat Menjadi Guru Besar Universitas Bakrie.

Ketua Yayasan Pendidikan Bakrie; Ratna Indira Nirwan Bakrie dan Penguasa; Kepala LLDIKTI Wilayah III yang diwakili Rektor Universitas Bakrie Prita Ekasari; Bab 1.2 dibuka secara resmi oleh berbagai pihak diantaranya Prof. Ardi, Rektor Prita Ekasari Universitas Bakrie. Senat Dosen dari sekitar Universitas Bakrie dan tamu undangan dari luar.

Rektor Universitas Bakrie Prof Sofia W Alisjahbana Beliau adalah Prof Ardi dan keluarga.

Baca juga: Profesor Deffi Ayu Puspito Sari Dikukuhkan Menjadi Guru Besar Universitas Bakrie.

“Hari ini Prof Ardi salah satu putra terbaik Universitas Bakrie. Ini merupakan prestasi luar biasa yang dapat dijadikan contoh untuk menginspirasi dan memotivasi kita semua,” kata Prof Sophia.

Prof Ardi telah memberikan kontribusi yang besar dalam karya ilmiahnya di bidang kimia dan biokimia pangan, yang tidak hanya menjadi sumber inspirasi bagi dosen dan mahasiswa, namun juga memberikan dampak positif bagi program studi Ilmu dan Teknologi Pangan di Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan. Universitas Bakrie.

Baca: Gitaris Hivi Band Berbagi Pengalaman Teknik Mesin di Universitas Bakrie; Sangat antusias.

Ratna Indira Nirwan Bakrie, Ketua Yayasan Pendidikan Bakrie, menyampaikan sambutan dan Prof. Ardi.

Menurut dosen lapangan Ratna Indira Nirwan Bakrie. Ardi saat ini merupakan daerah yang sangat penting bagi seluruh negeri.

Permasalahan penyediaan pangan di masa depan, khususnya untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya krisis pangan global, memerlukan perhatian dan pemikiran yang sangat serius.

Diharapkan karya ilmiah yang dihasilkan Prof. Ardi benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia dan umat manusia pada umumnya.

Prita Ekasari, S.T., M.Si mewakili LLDIKTI Wilayah III juga menyampaikan bahwa hari ini adalah hari yang membahagiakan karena kita telah menambah guru besar dari Universitas Bakrie.

“Saya berharap kita dapat memberikan keterampilan yang lebih kompleks dan kontribusi positif yang lebih baik. Penghargaan ini tidak hanya sekedar apresiasi tetapi juga menjadi inspirasi bagi pembangunan negara,” ujarnya.

Selain itu, komentar juga datang dari rekan-rekan profesor. Ardi melantik Prof. Ir. M. Aman Wirakartakusumah, M.Sc., Ph.D (Direktur IPMI IBS); Prof Hitoshi Shirakawa (Profesor Laboratorium Nutrisi, Universitas Tohoku); Ir. Adhi S. Lukman (Ketua Umum GAPMMI); dan Prof.Dr. Ir. Slamet Budijanto, M.Agr.Sc., IPU (Jurusan Teknologi Pertanian, IPM University).

Usai sambutannya, Prof. Ardi membawakan ceramah ilmiah tentang bekatul sebagai pangan fungsional dan bergizi.

Dalam sambutannya, Prof. Ardi menyoroti manfaat dedak bagi kesehatan dan mengembangkannya sebagai pangan fungsional dan suplemen nutrisi. mineral Karbohidrat Vitamin Mengandung sejumlah besar PUFA dan senyawa bioaktif.

Melalui pemaparan guru besarnya, Ardi menegaskan bahwa pemanfaatan dedak padi sebagai produk pangan di Indonesia masih sangat terbatas. Jepang Thailand dan Vietnam mengembangkan dedak sebagai makanan pokok.

“Makanan fungsional diketahui memberikan manfaat melebihi nilai gizi normalnya, sehingga pangan fungsional juga harus mematuhi peraturan gizi terkait. Oleh karena itu, peran pemerintah dalam membuat pedoman pengujian sangat diperlukan, ujarnya.

Pada akhir Prof Ardi berharap diskusi ilmiah ini dapat memberikan kontribusi dalam pembahasan kajian industri pangan khususnya di Indonesia.

Acara Prof. Ardi ini juga menjadi inspirasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi di Indonesia. (ray/jpnn)