Tak kalah Bergizi dari Ikan Bandeng, Ini 5 Fakta Tentang Ikan Kurisi yang Kaya Protein

Sugeng rawuh Steecy di Situs Kami!

Steecy, Jakarta – Tahun Baru Imlek identik dengan masakan bandeng. Selain beragam makna dan filosofi penyajian saat Imlek, ikan bandeng memiliki banyak nutrisi yang menyehatkan tubuh. Menurut berbagai hasil penelitian, ikan bandeng penting untuk tulang, pembentukan jaringan otot, dan otak. Tak kalah Bergizi dari Ikan Bandeng, Ini 5 Fakta Tentang Ikan Kurisi yang Kaya Protein

Bandeng dikenal sebagai ikan laut atau ikan yang biasa hidup di dasar laut yang tidak terlalu dalam dan di dasar pasir atau lumpur. Ada banyak ikan yang hidup di dasar laut. Selain bandeng, ikan kurisi juga hidup berkelompok. Ikan ini juga tidak kalah gizinya dengan ikan bandeng.

Ikan Curonian memiliki banyak vitamin dan sangat menyehatkan untuk pertumbuhan tubuh. Kandungan protein ikan cod sangat tinggi dan kandungan lemaknya rendah. Selain itu, ikan kurisi mempunyai nilai ekonomis dalam perikanan Indonesia sehingga mudah didapat di pasar.

Dikutip dari penelitian Catherine Maria Margareta di Universitas Katolik Soegijapranata (Unika), ikan kurisi (Nemipterus nematophorus) tidak hanya memiliki kandungan protein yang tinggi, tetapi juga memiliki keunggulan tambahan yaitu lebih sedikit lemak. Kandungan proteinnya 15-20 persen dan kandungan lemaknya kurang dari 5 persen.

Struktur kimia ikan Kurisi diperoleh dari penelitian Sedayu (2004) yaitu kadar air 79,55%, kadar abu 0,97%, kadar protein 16,85%, dan kadar lemak 2,2%.

Bentuk tubuh ikan Kurisi agak bulat dan panjang, ditutupi sisik yang mudah rontok. Kepala dan punggungnya berwarna merah serta terdapat garis kuning di ujung ekornya. Sedangkan perut ikan kurisi berwarna putih dan coklat. Secara umum ukuran ikan Kurisi adalah 11-18 cm dan panjangnya bisa mencapai 25 cm. 12 Potret Rumah Baru Verrell Bramasta, Mewah Lengkap dengan Infinity Pool

Berikut 5 fakta menarik ikan Kurisi dari berbagai sumber:

1. Ikan Kurisi tidak mempunyai jenis kelamin kedua

Menurut penelitian Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, IPB, ikan Kurisi tidak memiliki ciri-ciri seks sekunder yang dapat membedakan ikan jantan dan betina. Perbedaan antara laki-laki dan perempuan terlihat pada saat ikan dibelah.

2. Ukuran ikan betina lebih kecil dibandingkan ikan jantan

Berdasarkan beberapa penelitian ditemukan bahwa ukuran maksimal kurisi betina lebih kecil dibandingkan kurisi jantan. Pendapat lain mengatakan, sedikitnya jumlah ikan kurisi betina yang tertangkap diduga merupakan migrasi ikan kurisi dari Selat Sunda untuk tujuan pemijahan. Perairan Pulau Jawa bagian barat dianggap sebagai tempat bertelurnya ikan Kurisi yang menjadi daerah penangkapan ikan utama.

3. Hidup berkelompok

Ikan Kurisian merupakan jenis ikan gerombolan dan hidup di perairan pantai serta di dasar yang lunak seperti pasir yang agak berlumpur. Ikan Kurisi hidup di dasar karang, lumpur atau pasir pada kedalaman 10-50 m. Ikan ini memakan udang, kepiting, ikan kecil, gastropoda, cephalopoda, bintang laut dan polychaetes, menjadikan ikan ini karnivora.

4. Makanan ikan kurisi tinggi protein dan rendah lemak.

Kurisi merupakan salah satu jenis ikan yang tinggi protein dan rendah lemak. Ikan yang tergolong rendah lemak dan tinggi protein ini memiliki kandungan protein 15-20 persen dan kandungan lemak kurang dari 5 persen. Bahkan dibandingkan ikan kakap merah dan kerapu, ikan kod memiliki kandungan protein yang tinggi. Karena kandungan protein yang tinggi pada ikan kurisi, terlihat bahwa tidak perlu lagi mengonsumsi ikan dengan harga yang relatif mahal untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat.

5. Mudah busuk sehingga harus diolah dengan baik

Penangkapan ikan Kurisi sangat melimpah dan hampir bersifat musiman, namun Kurisi merupakan ikan laut yang mudah membusuk sehingga perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut. Pengolahan merupakan salah satu cara untuk melindungi ikan dari pembusukan agar dapat disimpan dalam jangka waktu lama hingga tiba waktunya untuk dijadikan pangan. Mutu ikan kurisi dapat terjaga apabila ditangani dengan hati-hati, bersih, disimpan dalam ruangan sejuk dan cepat.

Tip Redaksi: Resep Pindang Bandeng untuk Perayaan Imlek

Heritage di Yogyakarta, Kotabaru akan dipenuhi dekorasi Imlek mulai 8 Februari hingga awal Maret 2024. Baca terus

Ada dua jenis barongsai, yaitu barongsai utara dan barongsai selatan. Di Indonesia, singa utara disebut pekingsai, sedangkan singa selatan disebut barongsai. Baca selengkapnya

Banyak restoran yang menawarkan promo atau diskon berupa potongan harga atau rabat dalam rangka Tahun Baru Imlek yang jatuh pada hari Sabtu. Bacalah dengan seksama

Kue keranjang merupakan salah satu makanan yang identik dengan Tahun Baru Imlek. Ternyata kue ketan manis ini sudah ada sejak 2.500 tahun yang lalu. Baca selengkapnya Tak kalah Bergizi dari Ikan Bandeng, Ini 5 Fakta Tentang Ikan Kurisi yang Kaya Protein

Kue keranjang, salah satu makanan tradisional Imlek, merupakan wujud nyata kedekatan masyarakat setempat dengan masyarakat Tionghoa. Baca selengkapnya

Rangkaian perayaan Imlek menjadi kesempatan bagi keluarga untuk berkumpul dan bersantai dengan berbagai aktivitas di Nusa Dua. Baca selengkapnya

Tradisi gendut yang sudah lama ada ini biasanya dilakukan oleh masyarakat Tionghoa di rumah-rumah jompo, namun di Semarang dilakukan di jalan-jalan menjelang Tahun Baru Imlek. Baca selengkapnya

Makna Tahun Naga Kayu dirayakan pada perayaan Tahun Baru Imlek mulai sekarang hingga tahun depan. Baca selengkapnya

Apa? Tahukah Anda sejarah libur Tahun Baru Imlek? Begini ceritanya. Baca selengkapnya

Tahun Baru Imlek 2024 mirip dengan zodiak naga kayu. Ada 4 dewa naga dalam mitologi Tiongkok. Apa peran mereka? Baca selengkapnya