Viral Belasan Siswa Bolos Sekolah dan Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

Wecome Steecy di Website Kami!

Bojonegoro – Puluhan pelajar asal Desa Nagelo, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro, Jawa Timur sibuk menanam pohon pisang di tengah Jalan Raya Kabupaten. Tindakan itu diambil karena tidak tanggapnya pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam meningkatkan konektivitas jalan bagi warga. Viral Belasan Siswa Bolos Sekolah dan Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

Beberapa video pendek dari kamera amatir memperlihatkan puluhan siswa SMP dan SMA terjebak di lumpur, hingga akhirnya massa merampas pohon pisang yang ditanam di tengah jalan. Kisah Nyata Sarjana Pendidikan Tidak Ikut Wisuda demi PPG Prajabatan

Kondisi jalan kabupaten yang menghubungkan desa dan kelurahan lain buruk, selalu becek dan becek saat musim hujan.

Warga menyayangkan jalan tersebut tidak segera diperbaiki. Bahkan, akses jalan tersebut juga digunakan untuk pembangunan Bendungan Karangnongko yang merupakan bagian dari Proyek Strategi Nasional (PSN).

Anang Wahyudi, 17 tahun, warga Desa Ngelo, siswa SMAN Ngraho, harus putus sekolah setelah sepeda motornya terjebak lumpur di tengah jalan.

“Pak..Pak..Pak Jokowi tolong pak, Dalen sobek pak ya?” Ucap Nanang dalam video pendek yang direkam saat terjebak lumpur bersama teman-temannya. “Kah Kah tidak bisa sekolah, jalannya jelek,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ngelo Tri Mariono saat dikonfirmasi mengatakan, kondisi jalan tersebut sedemikian rupa sehingga siswa dari desanya yang bersekolah di kecamatan lain terpaksa membolos.

Kepala Desa Ngelo menjelaskan, jalan di kawasan hutan tersebut sudah berstatus jalan kabupaten dan telah ditender pada Juli-Oktober 2023, namun tidak dikerjakan oleh mitra sehingga kontraknya putus. Viral Belasan Siswa Bolos Sekolah dan Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

“Kami sedang berkoordinasi dengan Pak Panji BBWS yang mengerjakan bendungan Karangnongko. Sedangkan anggaran ini untuk bangunan permanen pada APBD 2024, kita masuk melalui belanja darurat,” jelasnya.

Laporan: Dewi Rina (tvOne) Artikel edukasi menarik lainnya dapat Anda temukan di tautan ini. Butet dan putrinya Widji Thukul mengomentari kasus penculikan tersebut saat berbicara di kampanye Ganjar Mahfud. Aktivis budaya asal Yogyakarta ikut meramaikan kampanye akbar Ganjar Mahfud di Benteng Wastenberg Solo. Butet menyebut penyair Vidji Thukul sebagai korban penculikan. Steecy 10 Februari 2024