Waspada Gangguan Ginjal Akut Misterius, Apakah Obat Batuk & Flu Parasetamol Cair Dihindari Dulu? Ini Kata Dokter Paru

Selamat datang Steecy di Portal Ini!

Steecy – Penyakit ginjal akut misterius yang menyerang anak-anak diyakini bermula dari obat batuk dan flu sirup paracetamol, meski belum bisa dipastikan kebenarannya. Waspada Gangguan Ginjal Akut Misterius, Apakah Obat Batuk & Flu Parasetamol Cair Dihindari Dulu? Ini Kata Dokter Paru

Untuk mengesampingkan segala kemungkinan, para ahli paru menghimbau para orang tua untuk berhati-hati.

Ketua Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Dokter Agus Dwi Susanto, SpP menegaskan, jika anak sedang batuk sebaiknya tidak langsung diberikan obat batuk.

Dr Agus menjelaskan, batuk merupakan proses fisiologis alami dalam tubuh, yaitu respons tubuh untuk mengeluarkan virus, bakteri, atau bahkan benda asing seperti lendir atau lendir dari saluran pernapasan.

Oleh karena itu, ia berpesan jika anak sedang batuk, jangan sesegera mungkin memberikan obat batuk pada anak, sebelum diketahui apa penyebab batuknya. Gambar Penyakit Ginjal Akut yang Misterius. (orang aneh) Belajar dari Pemilu 2019, Kematian Petugas KPPS Terbanyak Dipicu Faktor Ini

“Jadi sebenarnya dalam beberapa keadaan, kalau kita batuk, sebaiknya kita tidak melakukan pengobatan karena akan mendatangkan sesuatu yang tidak ada,” kata dokter tersebut. Agus saat dihubungi Steecy, Selasa (18/10/2022).

Ada beberapa jenis obat batuk yang perlu Anda ketahui, seperti untuk mencegah batuk gatal dan ada pula untuk mengurangi dahak, ujarnya.

Dokter mengatakan masalahnya. Agus, jika Anda mengalami batuk, itu adalah refleks tubuh yang berusaha mengeluarkan dahak, namun justru diberikan obat antitusif untuk meredam batuknya agar dahak tidak keluar dari tenggorokan.

Sebab, kalau lendirnya dikurangi, lendirnya mudah keluar, tapi lendirnya tidak bertahan. Kalau ditekan, lendirnya tidak keluar, ujarnya.

Ada pula kondisi yang menyebabkan sesak napas saat batuk, dilarang keras mengonsumsi obat batuk. Sebab, obatnya mampu menekan batuk dan mempersempit saluran pernafasan.

“Jadi penderita asma perlu diberikan obat untuk melemaskan saluran pernafasan agar kembali normal dan bukan obat batuk,” tegas dokter. Ag.

Itu sebabnya orang tua diminta menunggu 2 hingga 3 hari terlebih dahulu, hingga paham dan menebak apa penyebab batuk tersebut. Jika tidak kunjung reda, Anda akan diberikan obat batuk dengan syarat membaca petunjuk pada kemasan.

“Setelah tiga hari tidak kunjung sembuh, terpaksa dibawa ke rumah sakit,” tutupnya.

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOMRI telah melarang semua sirup obat batuk yang mengandung dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG) di Indonesia. 69 anak di Gambia, Afrika meninggal karena penyakit ginjal akut setelah meminum sirup obat batuk.

Perlu diketahui, anak-anak di Gambia dikabarkan meninggal akibat 4 obat sirup obat batuk anak yang mengandung dietilen glikol dan etilen glikol yang diproduksi oleh Maiden Pharmaceuticals Ltd, India.

Namun Kepala BPOM RI Penny K. Lokito menegaskan, obat batuk 4 diduga gagal ginjal akut itu tidak ada di Indonesia dan BPOM tidak pernah mengizinkan peredarannya.

Berdasarkan penelusuran BPOM, keempat produk yang dikirim kembali ke Gambia tidak terdaftar di india dan sejauh ini belum ada satu pun produk Madin Pharmaceuticals Limited di India yang terdaftar di BPOM. Penny menjelaskan. Waspada Gangguan Ginjal Akut Misterius, Apakah Obat Batuk & Flu Parasetamol Cair Dihindari Dulu? Ini Kata Dokter Paru

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan (Chemniks) melaporkan kasus gagal ginjal akut misterius di Indonesia yang menyerang anak usia enam bulan hingga 18 tahun dalam dua bulan terakhir.

Sejauh ini, 189 kasus gagal ginjal akut telah dilaporkan, dan sebagian besar penderitanya berusia antara satu hingga lima tahun.

Hingga 18 Oktober 2022, telah dilaporkan 189 kasus, sebagian besar berusia antara satu hingga lima tahun, kata Yanti Harman, Kepala Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan di Jakarta.

Para orang tua disarankan untuk memantau anaknya jika mengalami gangguan ginjal dan tidak panik dengan memenuhi kebutuhan cairan anak.